|
---------
Sartre :
"academia" nama kampus pertama yang didirikan di Yunani. tempat itu dijadikan sebagai wadah bagi filsuf - filsuf untuk berusaha menjawab banyak pertanyaan - pertanyaan biasa tapi fundamental, misalnya kok burung bisa terbang, kenapa aku hidup?, siapa aku? dll mereka mencari sendiri jawabannya, seperti seorang pertapa, "bermeditasi". pertanyaannya memang biasa tapi menjawabnya setengah mati. Dia ciptakan ilmu faktanya : orang - orang yang mengubah dunia kita
ini tidak perlu repot2 kuliah dan nongkrong berlama- lama mendengar ceramah
orang. aristoteles, socrates, newton, sun tzu, darwin, einstein. u can mention
it.poin nya : mereka ciptakan ilmu. pergi keluar - ke alam - dan belajar
dari itu.
kaya' kita sekarang ini, yang cuma menerima
situasinya ngga meditasi lagi tapi transfer ilmu langsung kaya' di film -
film saur sepuh. hiaaa..at gurunya langsung menapakkan tangannya ke
punggung muridnya...dhuarrrr.. lagsung muridnya sakti mandraguna.Ilmu jalan di
tempat kaya' kata pengarang buku "The End Of Science" tapi masalahnya bukan
di Ilmu itu tapi di orang2. mhsw sekarang tinggal terima aja itu ilmu yang bisa
aja sudah kadaluwarsa. itu yang kita terima di kampus!!
kampus sekarang jadi pencetak buruh dan kuli
perusahaan, dan kita bangga itu!!
-----------
dms :
Halo Jean Paul Sartre
Semangat kali kau bah. Istilah istilah yang
kau pakai pun khas parluasan :-)
Kalau kau bilang "kampus sekarang jadi pencetak
buruh dan kuli perusahaan, dan kita bangga itu!!" tak akuratlah itu coy, karena
banyak argumen yg dengan mudah mematahkannya. Cuman aku tau maksud kau itu
adalah untuk menggugah kesadaran orang-orang, bahwa "ada tendensi ke arah
sana".
Menjadi buruh dan kuli kadang bukanlah keinginan
banyak orang, tetapi karena tidak ada pilihan lain. Masih mending jadi buruh dan
kuli; bagaimana pula penganggur yang 40 juta itu bah ? :)
Tiap malam bermilyar-milyar kejadian bertemunya sel
sperma dan sel telur, jadi bumi makin sesak oleh manusia. Emangnya mereka tdk
butuh makan ? Tdk butuh pekerjaan ? ---------
Sartre : pak bobby, pendidikan itu seharusnya ga di buat
formal kaya' skrg ini. yang jadinya dipake buat mengejar karier. pertanyaannya:
apa insinyiur, doktor, professor jelas lebih pintar dari
orang2 suku amungme di pedalam papua sana?
-----------
dms :
Pendidikan bisa dimana saja. Purdie Chandra (yg punya Primagama), Sony
Sugema, adalah orang-orang DO, tetapi sukses membangun bisnis, tentu saja sukses
menurut cara pandang bisnis.
Suku Amungme tentu lebih pintar panjat tebing daripada insinyur doktor dll.
Demikian pula kalau ada yang mau belajar sastra Batak, maka dia lebih pintar
daripada Bill Gates di bidang Sastra Batak.
Hidup itu bisa diisi dengan apa saja : mengejar
karier, mengejar kepuasan intelektual (spt Sartre), jadi rohaniwan, jadi
peneliti dll, bersekolah formal dll. Pertanyaan "Apa tujuan hidup?" berbeda-beda
antara satu dengan yang lain.
---------
Sartre : pak ronsen ini kaya'nya suka memvonis orang sesuka
hatinya ya.. tapi cerobohnya dia ga memvonis dalam hati. begini pak..
aku cuman nanya pertanyaan yang biasa2 aja tapi gak kuanggap biasa dan
kulewatkan begitu aja.
pak brulli, kenapa ada kata yang mesti disensor?
aku usul, hilangkan aja kata2 itu dari kosakata peradaban biar ga perlu
disensor.
kita semua mesti lahir baru.....
sartre satire ---------
dms : Tolong dulu berikan pencerahan, menurutmu : apa
yang dimaksud dengan "lahir baru" ?
|
