heheh...jangan banyak cengkunek kau,du ...![]()
kapan kau jadi berangkat ke India...??
kasih kabar,yah...
mau ngambil sekolah HI (Hubungan Intim), juga nih ceritanya??![]()
seeplah...didoain dikau sukses disana, kawan...dan jangan lupa dibagi-bagi ilmunya...![]()
bobby formula
EDWARD SITORUS <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Oh....jadi elo bob, bapaknya anak si marsiyam (tp
kayaknya gak juga sih. Anaknya cakep, kan elo gak
cakep, bob)
--- BOBBY FORMULA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> asyik, nih...
> coba dibaca, kita akan diajak "berwisata" bahasa
> oleh Sapardi Djoko Damono.
>
> bobby formula
>
> Suatu Hari di Bulan Desember 2002
>
> Cerpen: Sapardi Djoko Damono
>
> ---------------------------------
> DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul
> ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang
> bayi laki-laki yang sehat dan, menurut penilaian
> teman-teman di situ, sangat tampan. Sebelumnya tidak
> ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan
> bunting di situ. Dan mungkin tidak ada yang
> benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting
> sebelum melahirkan. Berbagai jenis pikiran baik dan
> buruk beredar di bangunan yang berdasarkan
> perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung
> pesakitan lagi itu. Tidak ada seorang laki-laki pun
> di situ, kecuali kepala penjara. Tapi, apa ada
> alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu?
> Rasanya tidak. Tampang lelaki yang tak pernah
> tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun.
> "Tampangnya nyebelin," kata mereka. Dan tampang bayi
> laki-laki itu minta ampun cantiknya.
>
> Marsyam dikenai hukuman dua tahun penjara sebab
> dituduh telah menganiaya suaminya, seorang lelaki
> yang bekerja sebagai guru, yang-menurut sementara
> tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya," entah sebab
> apa. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum
> dikaruniai anak. Guru itu selalu menyalahkannya dan
> malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan
> laki-laki lain. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan
> itu dengan tenang, bahkan dia yakin kecemburuan
> suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat
> mencintainya. Ia sadar dirinya cantik, dan tentunya
> ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa
> curiganya.
>
> Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak
> untuk makan malam, ketika suaminya mendekatinya dan
> mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan,
> yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang
> pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu
> membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang
> korslet. Anak muda itu memang lumayan tampangnya,
> dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang
> mengajar. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan
> suaminya dengan sabar, tetapi semakin lama lelaki
> yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu
> menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan.
> Marsiyam menyekam kesabarannya, dan mendadak
> bagaikan api kemarahannya berkobar. Ia ambil barang
> sekenanya di dapur itu, dipukulkannya ke kepala
> suaminya yang langsung terkapar di lantai.
> Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali
> sambil menjerit-jerit, "Aku memang tak bisa punya
> anak, mau apa kau. Aku memang gabuk, mau apa kau."
> Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan
> kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk
> mendengarkan keputusan hakim. Suaminya telah
> melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur
> itu.
>
> TENTU saja penjara bukanlah tempat yang
> diidam-idamkannya, tetapi di luar dugaan Marsiyam
> dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan
> masyarakat yang aneh hubungan-hubungan
> antarmanusianya itu. Seperti kampung saja, di situ
> ada ibu muda yang konon menganiaya madunya, ada
> tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el, ada
> organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang
> puluhan juta, ada dokter yang kerja sambilannya
> menjual narkoba, ada pengacara yang ketahuan
> menyogok jaksa, dan ratusan perempuan lain yang
> entah profesinya. Marsiyam yang pendiam dan tidak
> banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka,
> bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan.
> Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam
> itu telah tega memukuli dan menginjak-injak
> suaminya, guru yang konon juga dikenal tidak banyak
> ulah.
>
> Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan
> perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya
> Marsinah atau Mariyam. Menurut mereka, nama Marsiyam
> susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti
> sekenanya saja. Dan selama ia di sana tidak pernah
> ada orang yang menengoknya. Ia hanya menggelengkan
> kepala atau menunduk kalau ditanya, "Kau tak ada
> keluarga, ya?" Atau, "Kau sudah dibuang keluargamu,
> ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun,
> tidak pernah membantah sipir yang mana pun, yang
> beberapa di antaranya dianggap ganas oleh
> rekan-rekannya.
>
> Sampai malam itu, ketika ia melahirkan seorang bayi
> laki-laki yang sangat tampan. Tidak ada yang bisa
> yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Tak
> pernah ngidam, tak pernah muntah-muntah. Perutnya
> rata saja. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari
> rahimnya. Tak ada seorang pun di sana yang percaya
> pada mukjizat; mana ada orang jahat percaya akan hal
> semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap
> sama, siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau
> bukan kepala penjara, satu-satunya lelaki di
> bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka?
> Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu.
> Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti
> mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan
> menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa
> lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan.
>
> Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus
> untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari
> lagi masa hukumannya akan habis. Tanpa dirasa, sudah
> dua tahun ia berada di dalam bangunan itu, tanpa
> sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar.
> Dokter penjual narkoba itu dengan bangga
> membantunya, juga tukang copet dan dedengkot arisan.
> Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan
> membantu ibu muda itu.
>
> Sore itu akhirnya tiba juga. Marsiyam harus
> meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa
> hukumannya sudah habis, meskipun ia tak merasa sudah
> dimasyarakatkan. Ia gendong bayinya sambil menenteng
> barang bawaannya.
>
> "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong
> arisan.
>
> "Entahlah."
>
> "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu, Mariyam?
> Kalau aku keluar nanti, tentu bayimu sudah besar,
> sudah sekolah," kata dokter yang harus meringkuk di
> bangunan itu bertahun-tahun lagi.
>
> Marsiyam hanya tersenyum. Tidak memedulikan
> penyebutan namanya yang selalu keliru itu.
> Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama
> kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki
> muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel
> listrik yang korslet di rumahnya. Perempuan itu
> menyimpan saja perasaannya, yang ia sendiri tidak
> tahu apa. Selama dalam masa hukuman, ia memang
> pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda
> itu, yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf
> lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Ia
> selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul
> dalam mimpinya. Sejak semula ia tahu bahwa
> sebenarnya suaminyalah yang mandul, tetapi ia tidak
> pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung
> perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak
> masuk akal tuduhan dan tindakannya.
>
> Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada
> rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir
> keluar dari bangunan itu.
>
> "KAU mau pulang ke mana, Marsiyam?" tanya salah
> seorang sipir. Ia kaget mendengar namanya disebut
> dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang
> lalu.
>
> "Pulang."
>
> "Ke mana?"
>
> "Ke rumah."
>
> "Rumah siapa?"
>
> "Rumah suamiku. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan
> anak. Ini anaknya. Aku yakin ia akan menerima kami.
> Ini anaknya." ***
>
>
>
> ---------------------------------
> Anda ber-Yahoo!?
> Kini dengan simpanan sebanyak 1GB
> http://my.mail.yahoo.com/
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Anda ber-Yahoo!?
Kini dengan simpanan sebanyak 1GB
http://my.mail.yahoo.com/
_____________________________________________________________
Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "KBMSB" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
