mengapa film-nya diributkan sementara dulu2 bukunya dah beredar?
pertanyaan menarik?
tapi sudah terjawab oleh ronsen sendiri.
ya,ialah,...wong, konsumennya bisa semakin luas, karena cara menikmatinya jelas lebih mudah dengan cuma melek di depan layar monitor durasi 2 jam daripada melototin itu buku berhari-hari.
ada kemungkinan kekhawatiran, yang awal2 cuma bisa dinikmati susah payah lewat baca buku oleh kakek-nenek atau usia dewasa doang, menjadi bisa dinikmati oleh anak2 atau remaja yang masih labil yang mampu men-dekonstruksi kepercayaan terhadap Tuhan-nya.
 
nah, lo...kalo sudah begini siapa yang disalahkan?
POSTMODERN?
atau guru sekolah minggu ? hehehehe...
 
bobby

Ronsen <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Film Da Vinci Code itu hanya sekedar hiburan, kalo emang ada yang
tersesat gara-gara film ini keterlaluan. Lagian kenapa filmnya yg
diributkan, novelnya sudah terjual bebas di Gramedia.

--
Ronsen
Yet Another Gindis Player
http://tinyurl.com/pgohk


Anda ber-Yahoo!?
Kini dengan simpanan sebanyak 1GB
http://my.mail.yahoo.com/


_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke