Ouw...mau menjawab teori tersebut dek...ibarat menjawab "telur dan ayam" juga..
Mana yang duluan telur ato ayam....gitu juga "Man and Woman" siapa yang butuh siapa????....hehehe.Tapi aku punya crita singkat tentang "Man and Woman"
Ada sebuah
kisah tentang penciptaan pria wanita.
Pada saat Sang
Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru
menyadari bahwa Ia
juga
harus menciptakan wanita.
Padahal semua bahan untuk menciptakan
manusia sudah
habis dipakai
untuk menciptakan pria.
Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan
kemudian
Ia mengambil
lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon
anggur, goyang
rumput yang
tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari
buluh
galah, sinar
dari matahari,
tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil
rasa
takut dari kelinci
dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari
intan,
rasa manis dari
madu dan
kekej aman dari harimau, panas dari api dan dingin
dari salju,
keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian
dari burung bul-bul,
kepalsuan dari burung bangau dan nbs! p;
kesetiaan dari induk
singa.
Dengan mencampurkannya bahan semua itu,
maka Sang
Pencipta membentuk
wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu
merasa
senang sekali
karena
hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan,
katanya: 'Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku
membuat
hidupku tidak
bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak
dapat beristirahat.
Ia
minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah
menangis
karena hal-hal
sepele. Aku
datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-
Mu,
karena aku tidak bisa
hidup dengannya'.
'Baiklah', kata Sang Pencipta. Dan Ia
mengambilnya
kembali. Beberapa
minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada
Tuhan,
dan berkata,
'Tuhan,
sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu,
kini
aku merana
kesepian.
Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang
menyayangiku. Aku
selalu
memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu
ingat dia. Makan
tidak enak,
tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala
aku
sendirian,
kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan
bagaimana ia menari dan
menyanyi.
Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-
cakap
dan manja
kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan
sedemikian lembut untuk
disentuh.
Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan
lagi
wanita itu
kepadaku!'.
Sang Pencipta berkata, 'Baiklah'. Ia memberikan
wanita
it u kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu
datang
lagi kepada
Tuhan dan berkata, 'Tuhan, aku tidak mengerti.
Mengapa
dia memberikan
lebih
banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia
semakin menyebalkan.
Aku
tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya.
Aku
berdoa
kepada-Mu.
Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi
hidup dengannya'.
Sang Pencipta balik bertanya, 'Kamu tidak dapat
hidup
lagi dengannya?'.
Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa.
Dalam
hatinya ia
berkata, 'Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak
dapat
hidup dengannya,
tetapi aku
juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah
aku
untuk mengerti
apa
arti hidup ini?'.
'Belajarlah untuk memahami perbedaan dan
belajarlah
untuk berani
menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah
dan
usahakanlah apa yang
menjadi
kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!',
jawab
Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan
wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria
membutuhkan
kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria
membutuhkan
penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria
membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria
membutuhkan
kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria
membutuhkan
persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria
membutuhkan
dorongan
kisah tentang penciptaan pria wanita.
Pada saat Sang
Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru
menyadari bahwa Ia
juga
harus menciptakan wanita.
Padahal semua bahan untuk menciptakan
manusia sudah
habis dipakai
untuk menciptakan pria.
Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan
kemudian
Ia mengambil
lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon
anggur, goyang
rumput yang
tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari
buluh
galah, sinar
dari matahari,
tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil
rasa
takut dari kelinci
dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari
intan,
rasa manis dari
madu dan
kekej aman dari harimau, panas dari api dan dingin
dari salju,
keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian
dari burung bul-bul,
kepalsuan dari burung bangau dan nbs! p;
kesetiaan dari induk
singa.
Dengan mencampurkannya bahan semua itu,
maka Sang
Pencipta membentuk
wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu
merasa
senang sekali
karena
hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan,
katanya: 'Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku
membuat
hidupku tidak
bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak
dapat beristirahat.
Ia
minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah
menangis
karena hal-hal
sepele. Aku
datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-
Mu,
karena aku tidak bisa
hidup dengannya'.
'Baiklah', kata Sang Pencipta. Dan Ia
mengambilnya
kembali. Beberapa
minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada
Tuhan,
dan berkata,
'Tuhan,
sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu,
kini
aku merana
kesepian.
Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang
menyayangiku. Aku
selalu
memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu
ingat dia. Makan
tidak enak,
tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala
aku
sendirian,
kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan
bagaimana ia menari dan
menyanyi.
Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-
cakap
dan manja
kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan
sedemikian lembut untuk
disentuh.
Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan
lagi
wanita itu
kepadaku!'.
Sang Pencipta berkata, 'Baiklah'. Ia memberikan
wanita
it u kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu
datang
lagi kepada
Tuhan dan berkata, 'Tuhan, aku tidak mengerti.
Mengapa
dia memberikan
lebih
banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia
semakin menyebalkan.
Aku
tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya.
Aku
berdoa
kepada-Mu.
Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi
hidup dengannya'.
Sang Pencipta balik bertanya, 'Kamu tidak dapat
hidup
lagi dengannya?'.
Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa.
Dalam
hatinya ia
berkata, 'Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak
dapat
hidup dengannya,
tetapi aku
juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah
aku
untuk mengerti
apa
arti hidup ini?'.
'Belajarlah untuk memahami perbedaan dan
belajarlah
untuk berani
menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah
dan
usahakanlah apa yang
menjadi
kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!',
jawab
Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan
wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria
membutuhkan
kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria
membutuhkan
penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria
membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria
membutuhkan
kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria
membutuhkan
persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria
membutuhkan
dorongan
Nah, kalo aku bilang kedua2nya (teorinya) benar...dan harus sejalan. Everybody punya naluri untuk memilih teori 1 atau 2. But as my opinion, aku pilih dua2nya...ga salah kan memilih...hehehe....peace![]()
regards,
yanita_christin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
MAN AND WOMAN
Ada teori yang menyatakan kalau cara berpikir laki-laki dan perempuan
itu jauh berbeda. Laki-laki berpikir simpel, penuh inisiatif, dan logis
(tapi kadang ceroboh) sehingga mereka dominan di bidang ilmu pasti,
sedangkan perempuan umumnya berpikir kompleks, mendetail, dan
terorganisir sehingga cenderung lambat dalam mengambil inisiatif.
Mereka dominan di dibidang ilmu sastra dan kemasyarakatan. Di bawah ini
ada ilustrasi tentang kemampuan bahasa pria dan wanita. Setelah
membacanya setujukah Anda akan teori yang disebutkan di atas?
Seorang guru bahasa Inggris menuliskan di papan tulis," A woman without
her man is nothing" dan menyuruh murid-murid untuk menambahkan tanda
baca dengan benar.
Murid laki-laki menulis: "A woman, without her man, is nothing."
Murid perempuan menuliskan: " A woman: without her, man is nothing."
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_____________________________________________________________
Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "KBMSB" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
