v\:* {behavior:url(#default#VML);}  o\:* {behavior:url(#default#VML);}  
w\:* {behavior:url(#default#VML);}  .shape {behavior:url(#default#VML);}        
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }                
  Semoga Dia Makin Memble
   
  Ini cerita orang BATAK yang pesan moralnya bagus
juga... Saya terkesan dengan cerita seorang teman.
   
  Ceritanya begini.....
  "Si Bernard adalah anak sulung dari sebuah keluarga
halak hita (Batak). Dia bekerja di sebuah perusahaan
yang maju pesat, dan karirnya pun sangat baik. Setiap
bulan dia selalu mengirimkan uang buat orangtuanya,
dan ini dilakukan secara teratur dan rutin. Jumlahnya
selalu disesuaikan dengan besarnya gaji yang diterima.
Kalau dia mendapat insentif, bonus dsb, tokoh kita ini
akan mengirimkan jumlah yang lebih besar. 
  Dan setiap bulan dia selalu meminta agar orangtuanya 
  berdoa untuk dia, agar dia selalu dalam pemeliharaan Tuhan.
   
  Hingga pada saat Indonesia diterpa krisis ekonomi,
perusahaan tempatnya bekerja mulai kelimpungan dan
akhirnya harus ditutup. Bernard harus pensiun
dini/PHK. Sebagai kompensasi, dia menerima uang
pesangon cukup besar, jauh lebih besar dari yang diterima rutin
setiap bulannya. Dan pada kondisi begini pun dia tidak
lupa mengirimkan sebagian kepada orangtuanya, dan
jumlahnya jauh lebih besar dari yang dikirimkannya
setiap bulan. Dan dia juga menitipkan pesan seperti
ini " Amang, inang!! Loas ma rohamuna manjalo kiriman
on. Unang lupa hamu manangianghon ahu, ai nunga memble
ahu nuaeng." (Ayah, Ibu, Semoga hati kalian rela
menerima kiriman ini. Jangan lupa mendoakan aku,
karena saya sekarang sudah MEMBLE)
   
  Orangtua si Bernard sangat senang mendapat kiriman
yang sedemikian banyak.
Dalam bayangan mereka, anaknya mendapat posisi yang
lebih bagus dan gaji yang berlipat ganda. Tuhan
mendengarkan doa mereka. Ini harus disyukuri.
Dan mereka pun mengundang para tetangga dan sisolhot
(kerabat) dan mengadakan partangiangan (doa) ucapan
syukur. Sintua (majelis) juga diundang.
Dalam acara partangiangan tersebut, ortu si Bernard
mengungkapkan "tema besar" acara partangiangan
tersebut. Temanya adalah "Mandok mauliate tu
Tuhan-ta, ala naung memble do anakhon nami si Bernard.
Jala asa tatangiangkon ibana, asa lam tu memble na tu
joloan on". ("Mengucap syukur kepada Tuhan kita,
karena anak kami si Bernard sudah memble. Doakanlah
dia, agar semakin memble di masa yang akan datang")
Dan demikanlah acara partangiangan tersebut
berlangsung, mengikuti tema besar yang ditentukan tuan
rumah. Mereka berdoa dengan khusuk, terlebih
orangtuanya, mengucap
syukur atas si Bernard yang sudah memble saat ini. Dan
agar Tuhan memberi berkat yang berkelimpahan, dan
karunia agar si Bernard semakin memble.
   
  Demikian singkat cerita, si Bernard dapat penawaran
bekerja pada posisi yang lebih baik di salah satu
perusahaan besar asing yang tidak terkena dampak
krisis. Dan dia dibayar jauh lebih besar dari yang
diterimanya di perusahaan yang sebelumnya. Dia
mengucap syukur dan berdoa sepenuh hati, atas berkat
kasih Tuhan. Dan dengan hati berbunga-bunga dia pergi
ke
kantor pos, mengambil pos wesel dan menuliskan
pesannya di sana "Amang, inang!! Mauliate ma
ditangiang muna. Mauliate di Tuhan-ta, ai dibege do
tangiangta. Horas. Sian anakhon muna: Bernard".
(Ayah, Ibu!! terimakasih atas doanya. Terimakasih
kepada Tuhan karena sudah didengarNya doa kita. Salam.
Dari anakmu: Bernard".) Dan dia menuliskan angka
setengah dari gajinya untuk dikirimkan. Wesel pos tiba
di huta (kampung), di alamat orangtua Bernard.
   
  Orangtuanya sangat-sangat senang. Lebih senang lagi,
setelah membaca pesan si Bernard, dan angka kiriman di
wesel. "Mauliate ma Tuhan, dibege Ho do tangiang nami.
Dilehon Ho do pasu-pasu tu anak nami si Bernard. Nunga
  lam memble be ibana." (Terima kasih Tuhan, karena
Engkau mendengar doa kami. Diberikan olehMu berkat
kepada anak kami si Bernard. Sudah semakin memble
dia.)
   
  Dan tiba pada akhir tahun, Bernard pulang kampung
menemui orangtuanya. Setelah melepas rindu,
bongkar-bongkar oleh-oleh untuk semua, ibunya
bertanya." Cerita ma jolo ho anaha, aha ma karejo
dohot pangkatmu nuaeng amang, ai tung balga kirimanmu
tu hami. Tung apala las do rohanami, jala
dibege Tuhan do tangiang nami, asa lam tu memble-na ho
dipasu-pasu Tuhan".
(Ceritakanlah anakku, apakah kerja dan pangkatmu
sekarang nak, karena kirimanmu kepada ayah ibu sungguh
besar. Kami sangat bahagia, Tuhan telah mendengar doa
kami, bahwa kamu semakin memble dan diberkati Tuhan).
Si Bernard mula-mula terdiam, agak kaget, setengah
tidak mengerti. Kok orangtua saya mendoakan saya agar
semakin memble???? Setelah diingat-ingat, dia tidak
dapat menahan senyumnya. Dan sambil tertawa kecil
dia menceritakan tempat bekerjanya sekarang jauh lebih
baik dari yang sebelumnya. Dia tidak mengungkapkan
mengenai hal PHK dan pesangon yang dia terima. Dan
tidak lupa dia mengucapkan terimakasih atas doa
orangtuanya. Dan dalam kesendiriannya, dia merenungkan
semua kejadian itu. Orangtuanya mendoakan
dia agar semakin memble, pada saat dia memble betulan
setelah di PHK.
  
Sementara dia berdoa agar Tuhan menunjukkan kasihnya
berupa tempat pekerjaan baru baginya. Dan dia mendapat
tempat kerja dan posisi yang lebih bagus, dan dia
tidak memble lagi.
  
Setelah sekian lama merenung, dia mengerti bahwa Tuhan
bekerja dengan caranya sendiri. Tuhan lebih mendengar
doa yang keluar dengan bahasa iman,
lebih dari bahasa mulut. Dan dia bangkit dari tempat
duduknya, melipat tangan dan berdoa atas berkat Tuhan
yang berkelimpahan, dan atas orangtua yang selalu
berdoa untuknya."
   
  Catatan: Kisah ini adalah kisah sebenarnya, yang
diceritakan oleh
namborunya tantenya). Nama disamarkan.
Penulis: Unknown
   
    




 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke