Dear all kbmsbers,
Sebenarnya aq gak gitu ngerti arti tujuan postingan ini.
Yang penting sih, sebenarnya maaf- memaafkan itu bukan cuma hari raya aja.
Sebelum bergerak ke arah yang lebih jauh, baiklah merenungkan dulu apa arti
MAAF itu sebenarnya.
Maaf itu berarti mengaku kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi
di kemudian hari. NAh, kalo pada ngaku minta maaf, tapi masih mengulangi hal
yang sama, perlu instropeksi diri lagi...
Ama satu lagi (sebenarnya gak penting), hehe... kalo di komputer delete masih
tersimpan di recyled bin nya , masih bisa di restore lagi....
Jadi kata yang lebih cocoknya "shift+delete", benar2 bersih..
Haha..
Regards,
Meliza
manganju luhut <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari kawan sebelah.
Cukup menarik, jika menyempatkan waktu 5 menit.
.......................................................................................
.......................................................................................
Maaf Obralan !
Reputasi dan nama China sudah tercemar berat disektor manufaktur; terutama di
negara barat. China dituduh menggunakan bahan murahan yang beracun (timah
hitam) untuk memproduksi mainan dari Mattel Inc. Hal ini mengakibatkan semakin
terpuruknya produk hasil buatan China dipasar dunia. Padahal pihak Mattel sang
pemesan itu sendiri yang telah memberikan disain dan intruksi yang salah.
Hal ini juga yang menyebabkan satu rekanan Mattel di China bunuh diri. Atas
kejadian ini pimpinan puncak Mattel mengajukan permohonan maaf kepada segenap
warga China. Walaupun demikian renungkanlah oleh anda: "Apakah permohonan maaf
ini bisa memperbaiki dan memulihkan kembali citra dan reputasi negara China
yang telah terpuruk ?"
Menjelang hari raya Idulfitri, perkataan maaf akan menjadi komoditi obralan,
tanpa harus mengucapkan ataupun merenungkannya, sebab semuanya sudah tercantum
di berbagai macam iklan maupun kartu Lebaran. Bahkan pada saat menjelang hari
raya perkataan "Maaf lahir batin" keluar nyerocos secara begitu saja, tanpa
harus mikir pakai jidat. Hal ini kita ucapkan kepada siapa saja, kenal maupun
tidak kenal, tidak ada bedanya dengan ucapan "Good Morning".
Dengan mudah kita minta maaf, seakan-akan setelah itu semuanya "HARUS" jadi
putih bersih tanpa noda lagi. Pernahkah kita merenungkan dan berusaha untuk
menghayatinya betapa penderitaan maupun sakitnya dari orang yang kita sakiti ?
Berapa banyak air mata yang telah mereka keluarkan, sehingga mereka jadi stress
dan luka batin karenanya ? Banyak dari mereka yang harus menderita
berbulan-bulan, bahkan sampai jadi trauma dan sakit karenanya.
Apakah semuanya ini bisa dihapus dengan secara begitu saja; hanya dengan satu
perkataan "Maaf" saja ? Apakah pikiran kita ini sama seperti File komputer
hanya dengan satu perintah "Delete" saja; segera bisa dihapus hilang semuanya
tanpa berbekas lagi ? So simple ya kedengarannya? Benar, it's not that easy,
seperti yang pernah diungkapkan Duran-duran dalam sebuah lagunya; "The hardest
thing is to let go"
Cobalah renungkan oleh anda: "Apakah perkataan maaf yang diucapkan pada saat
hari raya itu benar-benar keluar dari hati ? Dan benar-benar dihayatinya
terlebih dahulu sebelum mereka ucapkan ? Ataukah hanya sekedar `Njeplak
basa-basi pemanis bibir saja, karena sudah merupakan tren kewajiban tradisi ?
Maka wajarlah apabila timbul pemikiran; "Percumah deh memaafkan seseorang pada
hari raya Idulfitri, sebab kata maaf tersebut toh hanya sekedar maaf obralan
yang tidak mempunyai nilai sama sekali ! Enak aja, Gw yang disakiti selama
bertahun-tahun, apakah harus dimaafkan secara begitu saja, hanya sekedar untuk
memenuhi tradisi Lebaran, seperti juga pepatah panas setahun dihapus oleh hujan
sehari !" Disinilah letak kesalahan pemikiran anda !
Keuntungan utama dari memaafkan, bukannya untuk orang yang bersalah kepada
kita melainkan untuk diri kita sendiri. Melalui memaafkan kita dapat melepaskan
seluruh beban sakit hati kita; maupun stress yang membebani dan menyiksa diri
kita selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Dengan memaafkan hati dan pikiran kita bisa jadi langsung plong lepas dari
segala beban sakit hati ini ! Tanya saja sama diri sendiri, apakah anda senang
dengan adanya siksaan yang anda rasakan sampai dengan sekarang ini ? Tiap kali
teringat akan kejadian tersebut sama seperti juga luka yang digarami dan
diberikan cuka terus-menerus, sehingga dengan mana, luka batinnya akan terasa
nyeri terus dan sampai kapanpun juga tidak akan bisa sembuh ! Obat mujarab dari
luka batin yang benar-benar cespleng tulen hanya ada satu saja ialah:
Memaafkan! Telah terbuktikan bahwa memaafkan itu baik bagi kesehatan. Oleh
sebab itu juga perkataan maaf dalam bahasa Yunani = A mnestia (tidak mengingat)
lagi.
Lucu tapi nyata, kita bersedia mengorbankan segala-galanya mulai dari waktu
hingga uang untuk bisa sembuh, tetapi sakit batin kita; tetap kita pelihara.
Disamping itu untuk bisa sembuh dari luka batin ini anda tidak perlu bayar;
entah berupa uang maupun waktu, melainkan hanya dengan satu perkataan saja
"Memaafkan" !
Forgiveness Is a Choice, memaafkan itu adalah pilihan yang hanya bisa
ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yang tidak bisa dan tidak mau
memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan batinnya akan selalu
kotor, disamping itu hubungan dengan yang bersalah pun akan selalu tetap buruk
sehingga luka batinnya hingga kapan pun juga tidak akan mungkin bisa dipulihkan
lagi.
Dengan memaafkan kesalahan orang lain langkah kita bisa jadi lebih ringan,
enggak ada ganjalan, sehingga akan mempengaruhi wajah, tingkah laku, dan senyum
manis kita yang akan membuat lingkungan kita terasa hangat.
Dengan memaafkan seseorang, berarti kita belajar mengadaptasi salah satu
sifat utama dari Sang Pencipta ialah "Pemaaf". Kenapa pada hari raya Idulfitri,
bagi umat Islam adalah hari yang tepat untuk mengajukan permohonan maaf ?
Karena pada hari tersebut kebanyakan orang lebih toleransi dan juga lebih
bersedia untuk membuka hati dan pintu maafnya. Kagak percaya cobalah !
Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik,
sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseoran adalah orang
yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang
„sebelumnya" orang tsb minta maaf adalah orang yang memiliki sifat illahi.
............................................................................
............................................................................
Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.ne
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers