ini namanya logika paradox,chan. masa sih para produsen/dealer mau bekerjasama dgn pemerintah untuk cheking n monitoring system. ah, apa iya? bukannya prinsip bagi produsen/dealer adalah bagaimana cara itu bisa motor/mobil terjual secepatnya dan terjual sebanyak2- nya. bahkan gelap mata,eh,pemerintah ato di pi er yang disuap untuk mendukung prinsip itu. namanya juga prinsip,can, makanya cukup prinsipil.
kalo mau pemerintah itu perbaiki itu system transportasi massal. bensin naik, solar pun naik, so what gitu, lho?? :) salam, bobby --- In [email protected], "Candra Ridou GInting" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Permasalahnnya ada di checking and monitoring system. > > Pemerintah bekerja sama dengan pihak dealer/produsen bisa pantau di BPKB > nya dan begitu hal nya dengan proses balik nama. > > > > > > best regards, > > -Candra RG- > > = SPEED & COMMUNICATION & IMPROVEMENT & INNOVATION & WELFARE STATE = > > > > > > ________________________________ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Sutan Sinar Situmorang > Sent: Friday, May 30, 2008 9:43 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [KBMSB] Ironis juga yah.. :-) > > > > itu ngga bisa berjalan karena bisa aja mereka beli mobil dan motor pakai > nama orang lain seperti pembantunya, saudaranya dan lain-lain. > Pengalaman ini sudah pernah terjadi di Vietnam dan pernah kami diskusi > masalah ini dengan Delegasi Vietnam waktu conference tingkat ASEAN dan > mereka bilang ngga berjalan...... > > OK > > > Candra Ridou GInting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gimana kalo diadakan pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan di > tiap rumah tangga (rt) ya? Misal nya cukup 2 dalam satu rt. > > Ada tanggapan kah ? > > > > best regards, > > -Candra RG- > > = SPEED & COMMUNICATION & IMPROVEMENT & INNOVATION & WELFARE > STATE = >
