Wajib Kondom di Gude, Dua Bulan Habis 11 Ribu Biji
Minggu, 24 Agustus 2008 | 13:11 WIB
MADIUN, MINGGU - Tingkat pengunaan kondom di lokalisasi Gude, Desa Teguhan, 
Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur meningkat tajam dalam dua bulan 
terakhir. Hal tersebut terjadi akibat pengelola dan penghuni menerapkan wajib 
kondom bagi semua yang masuk ke lokalisasi tersebut.

Program Manager Yayasan Bambu Nusantara, sebuah LSM yang fokus pada kegiatan 
HIV/AIDS Titik S, di Madiun, Minggu (24/8) mengatakan, sesuai dengan data 
penjualan kondom selama dua bulan terakhir mencapai 11 ribu kondom  lebih. 
Padahal pada bulan-bulan sebelumnya kurang dari 5000 kondom. "Ini adalah 
kemajuan yang cukup siginifikan. Masyararat dan penghuni lokalisasi telah paham 
dengan risiko yang diakibatkan dari perilaku menyimpang. Dengan demikian risiko 
terkena penyakit akan menurun," katanya.

Menurut dia, penerapan wajib kondom bagi pendatang di lokalisasi Gude 
diterapkan mulai tanggal 1 Juni 2008 yang lalu. Dengan diterapkan wajib kondom 
tingkat penyebaran penyakit terutama Penyakit Menular Seksual (PMS) turun 
drastis.

Sebelum dilakukan wajib kondom, jumlah penghuni yang terkena PMS mencapai 80 
persen dari total penghuni kurang lebih 125 orang. Setelah wajib kondom 
diterapkan, mengalami penurunan 20 persen dibadingkan pada sebelum di wajibkan 
memakai kondom. "Selain diwajibkan memakai kondom, setiap pekan seluruh 
penghuni lokalisasi Gude diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan. 
Pemeriksanan dilakukan secara menyeluruh termasuk mendeteksi masuknya virus 
HIV/AIDS," katanya disela perayaan Agustusan di lokalisasi Gude.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk memasyaratkan pemakaian kondom, selain 
melibatkan seluruh penghuni lokalisasi Gude juga melibatkan petugas parkir yang 
berada di pintu masuk lokalisasi. Setiap orang yang masuk diwajibkan membeli 
kondom. "Kami terus memantau pemakaian kondom. Panghuni sendiri juga mendukung 
program wajib kondom. Mereka juga menolak melayani pelanggan jika tidak memakai 
kondom," katanya.

Pihaknya berharap program wajib kondom terus dilakukan. Dengan demikian 
penyebaran PMS maupun HIV/AIDS di wilayah Madiun dan sekitarnya bisa ditekan. 
Sementara itu, Petugas Medis Klinik Anggrek, Susilowati mengatakan, pengecekan 
kondisi penghuni lokalisasi dilakukan secara rutin. Biasanya penghuni 
mendatangi klinik yang telah disiapkan untuk melayani seluruh penghuni 
lokalisasi.

"Kalau mereka tidak datang ke klini, maka kami yang akan mendatangi mereka. 
Selama ini program tes kesehatan telah berjalan lancar dan didukung sepenuhnya 
oleh penghuni," katanya.
 
best regards,
- Candra RG -
= WELFARE STATE =
(Bersama memasyarakatkan sejahtera dan mensejahterakan masyarakat)


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke