Lho, baru nyampe sekarang toh email dari ku, padahal kemarin siang ngirim –nya… :-)
Chan menurut aku film ini menarik dan beda dengan kebanyakan film indonesia yang lebih mengedepankan gaya hidup metropolitan, mistis, dan sensualitas... tapi logika ceritanya engga ok.. :-) Beberapa poin plus film langkar pelangi (IMO dan faktor agama di-exclude biar tidak rancu), antara lain: - Film ini mengajarkan kita, anak-2 indonesia, untuk berjuang terus walau hambatan/tantangan/ bahkan ancaman menghadang - Akting-nya natural bangat, dan salut buat anak-2 bangka yang ternyata mereka bisa memainkan peran dengan alami, kocak padahal waktunya kan singkat dan otodidak, tidak berlebihan lah... ibarat bumbu.. pas pedas/asam/asinnya :-) - Siapapun kita, dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, jangan takut bermimpi untuk maju sesuai cita-2 kita, karena pada dasarkan tidak ada hikayat keberhasilan seseorang yang diperoleh secara instan, semua butuh proses dan perjuangan. - Uang, bukanlah sumber kebahagian, masih ada ’tools’ kebahagian yang lain, seperti hati yang ceria dan cara pandang yang positif tentang ’event’ yang terjadi/dialami. - Melalui film ini aku diingatkan kembali dengan prinsip 90/10, kalau tidak salah Chandra pernah post di milis ini, bahwa penyebab kegagalan yang kita alamai bukanlah disebabkan masalah (contribute only 10%) yang kita hadapi, tetapi reaksi dan cara pandang kita (contribute 90%) terhadap masalah tersebut. - Mengajar kita mengucap syukur dengan keadaan kita, bukan karena ada orang lain, di belahan bumi ini, lebih buruk/susah dari kita, tapi karena kita diberikan kesempatan menjalani kehidupan yang baik selama ini. Memang banyak orang yang berkomentar lebih dalam lagi, sampai mengaitkan bagaimana pemerintah yang kurang aware terhadap masalah pendidikan kita, ketidak adilan yang terjadi di indonesia. Mungkin ini ada benarnya, tapi aku kurang setuju karena kita tidak bisa hanya menghakimi begitu saja, karena memang krisis yang terjadi itu sudah multidimensi, jadi sekalipun krisis itu ada kita juga harus tetap belajar untuk survive dan pantang meneyerah... Ada juga kritikan beberapa orang yang bilang, itu kan setting tahun 80-an, dan otomatis kendaraan yang beredar adalah kendaran tahun 80-an yang kondisi saat itu harusnya masih tampak kinclong, tapi kok di film itu kondisi mobilnya butut juga? Hehehe, emang yang satu ini sedikit terluput sepertinya, tapi aku engga terlalu permasalahkan juga sih... Oya, film ini juga mengangkat keanekaragaman budaya indonesia, yang memang patut kita banggakan... Negara manapun di dunia ini, tidak ada yang memiliki tingkat kekayaan budaya seperti indonesia, dan leluhur kita ternyata hebaat bangat, bisa mempersatukan keberagaman yang buanyak ini dalam kebhineka tunggal ika-an... walau kok akhir-2 ini semakin terkikis yah... sampai banyak budaya kita, dan karya cipta budaya kita yang dicuri negara lain dan dipatenkan... :-( Soundtrack juga ok.. kira-2 begini liriknya: mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya laskar pelangi takkan terikat waktu bebaskan mimpimu di angkasa warnai bintang di jiwa menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga bersyukurlah pada Yang kuasa cinta kita di dunia selamanya cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita laskar pelangi takkan terikat waktu jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga bersyukurlah pada Yang kuasa cinta kita di dunia laskar pelang takkan terikat waktu… Kira-2 begitu Chan, pendapat aku tentang film ini... kalau belum nonton, sok ditonton saja, daripada nonton film horror/hantu versi indonesia... hehehe. Mungkin juga pendapat teman-2 ada yang berbeda, boleh juga ditambah/dikurangi/dikritisi.. sok atuh Salam Erikson _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Candra Ridou Ginting Sent: Tuesday, October 14, 2008 12:03 PM To: [email protected] Subject: Bls: [KBMSB] Ebook "Laskar Pelangi" Di tengah asyik nya menonton film LP bersama para anak Jalanan, SBY dipaksa pulang utk ngurusin BEI. :-) SBY nonton film itu dengan alasan utk menunjukkan apresiasi terhadap per-film-an Indonesia. Bisa dibayangkan per Sabtu kmrn jumlah penonton film ini sudah mencapai 1,5 jt orang. Aku sendiri blm menonton film ini. Kira2 apa moral yg bisa kita ambil dari film ini ya ? Mungkin Bang Erik atau teman2 yg lain bisa cerita. thanks & best regards, - Candra RG - = WELFARE STATE = (Bersama memasyarakatkan sejahtera dan mensejahterakan masyarakat)
