Hai,


Saya baru menerima e-mail dari teman sehobi saya di Australia. Dia menanyakan tentang 
keberadaan suatu jenis tanaman yang belum jelas identifikasinya. Kisahnya sebagai 
berikut: pada tahun 1943, 4 orang serdadu sekutu asal Australia yang berhasil lolos 
dari tawanan Jepang masuk ke sebuah hutan di Sumatera Selatan, tepatnya 20 km sebelah 
Selatan Lampung (Oosthaven). 

Secara tidak disengaja mereka memakan sejenis buah kecil berwarna kehijauan, 
menyerupai buah prickly pear (saya kurang tahu persis tapi dugaan saya prickly pear 
adalah sejenis buah yang permukaannya bertekstur benjol-benjol, mungkin seperti buah 
ara?). Rasanya agak pahit namun tidak bisa dikatakan tidak enak. 

Buah ini setelah dimakan, menimbulkan sensasi seksual yang akut yang mereka istilahkan 
dengan dengan "....acute sexual embarrasment". Menurut teman saya yang dimaksud dengan 
ungkapan tersebut adalah rangsangan birahi, sejenis efek yang diperoleh dari zat-zat 
afrodisiak. Efek aneh tersebut berlangsung selama sekitar satu jam dan akhirnya 
hilang. 

Menurut penduduk kampung di sekitar hutan itu, buah itu berasal dari sejenis pohon 
yang mereka namakan "..... Obat Guna" atau dalam istilah mereka (serdadu itu) sebagai 
"charm tree". Saya sendiri ragu dengan terjemahan tersebut, apakah mungkin yang 
dimaksud penduduk kampung itu adalah "Obat Guna-guna" sebab charm dalam bahasa 
indonesia adalah mempesona, dan kalau mau diinterprestasikan lebih lanjut bisa saja 
menjadi "Obat Pelet" ?

Sayangnya, tidak ada keterangan lebih lanjut tentang nama botani atau nama lokal pohon 
tersebut karena penduduk kampung tersebut nampaknya sengaja merahasiakan keberadaan 
pohon tersebut

Ada tanggapan, terutama dari mereka yang pernah ke Lampung ?


Salam,
David

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Circa 1943, about 20
kilometers south of "Oasthaven" on the island of Sumatra, four escaped POW's
report eating several each of "...a
number of small greenish fruit, not unlike the prickly pear.  .... slightly
bitter but not unpleasant."  These fruit caused an
"...acute sexual embarrassment.."  to all four which lasted "... for nearly an
hour before suddenly subsiding."
 Inquiries the next day of villagers at a nearby kampong elicited that the fruit
were from the "... Obat Guna, charm tree."
No more was forthcoming and apparently the villagers were somewhat secretive on
the subject.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke