Jangan lupa pada "sumur", sebab selain sungai dan garis pesisir, sebetulnya disain kelenteng (juga disain rumah "courtyard" Cina - entah Tulou Hakka maupun rumah persegi orang Fujian, Kanton, dll.) selalu dimulai dari tengah atau pusat, yaitu sumur - sumber kehidupan.
Bbrp kelenteng di Kalimantan Barat, spt. misalnya bekas rumah Lo Hong Pak di Sei Purun, punya kolam di tengah-tengah "courtyard" nya .. Sumur kemudian dilindungi dengan fungsi, fungsi dibungkus dengan tembok (bulat atau persegi), diberi bukaan (pintu gerbang), dan dijaga oleh altar dewa dan leluhur persis di poros. Apa yang berlaku di level hunian, tercermin juga di level kampung, juga kota .. jw >From: Handoyo >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: Milis Kelenteng >Subject: Fwd: Re: [Kelenteng] sam poo kong >Date: Mon, 21 Oct 2002 15:09:51 -0800 > >Halo, > >Dibawah ini balasan dari Pak Eddy Witanto. >Maaf karena setting belum dirubah agar reply to milis. :) >Tapi sekarang sudah ok. :) >Thanks. >Handoyo > >---------- Forwarded Message ---------- >Subject: Re: [Kelenteng] sam poo kong >Date: Sun, 20 Oct 2002 23:45:21 -0700 (PDT) >From: eddy witanto > >RR, saya coba untuk menjawabnya satu per satu ya. > > >1.apakah dalam site plan, klenteng itu berdekatan dengan sumber air >seperti >sungai, kali, atau yang lainnya ?? > > >Dari banyak data empiris yang saya kumpulkan, memang agaknya demikian. >Perlu kiranya dipahami bahwa ada hubungan dialektis antara sungai (baca: >air) dengan klenteng dan permukiman Cina. --------------------------------------------------------------------- Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
