Setuju sekali dgn Sdr. Helmi. Beberapa waktu yg lalu, saya pernah mendengar ulasan dari Emha Ainun Najib sbb. :
Emha (E) : Pernahkah Anda semua memperhatikan secara detil kecantikan istri Anda? Pendengar (P) : tentu saja pernah. E : Kalau istri tetangga Anda pernahkah Anda perhatikan cantik/tidak? P : (ada yg pernah, ada yg tidak.) E: Anda perhatikan tidak seberapa sexy bodynya? P : tentu saja tidak pantas sejauh itu. E: Jadi, Anda boleh/berhak memperhatikan dan menikmati kecantikan istri sendiri, dan biarkan tetangga Anda menikmati kecantikan istrinya sendiri. Anda tidak boleh ikut menikmati kecantikan istri tetangga Anda dan tetangga Anda juga tidak boleh ikut menikmati kecantikan istri Anda. Demikian pula dlm hidup beragama, marilah kita nikmati keyakinan kita sendiri, sementara biarkan orang lain menikmati keyakinannya sendiri. Adalah tidak pantas kita memaksakan keyakinan kita kepada org lain. Keyakinan itu ibarat istri kita sendiri. NB : dialog di atas tidak tepat sekali kata per kata, tapi intinya saya sadur secara sama. Salam Agung --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
