Sdr. Toto, sebenarnya kalau kita pikirkan secara hukum karma, berarti si calon bayi itu memang memiliki karma yg demikian. Dlm artian dia harus mengalami peristiwa meninggal dlm kandungan krn memang dia punya hutang karma di kehidupan sebelumnya yg hrs dia bayar saat sekarang. Kalau masalah bayi berubah menjadi anak ambar, itu adalah masalah yg berbeda dan tidak dapat ditinjau dari sudut pandang hukum karma, melainkan secara adat/tradisi Sunda yg notabene pasti berbeda dgn ajaran TriDharma. Demikian pula masalah org tuanya dijahati baik oleh si anak ambar atau oleh sebab lain, yg pasti kita hrs meyakini hukum karma pasti berlaku terhadap si ibu.
Bye ----- Original Message ----- From: "Toto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, November 18, 2002 9:06 AM Subject: RE: [Kelenteng] Bayi keguguran > Sdr. Agung dan juga rekan yang lain mungkin dapat memberikan penjelasan ke > saya bahwa kalo memang bayi yg keguguran itu berubah menjadi entah 'tuyul' > atau 'anak ambar' atau yang lain, boleh kalo saya berpikir bahwa mereka bisa > saja marah pada orang tua mereka terutama ibu mereka? Apalagi dalam hal > keguguran ini lebih karena disengaja (aborsi), dengan kata lain bisakah > mereka menjahati orang tua mereka karena marah? > --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
