Berapa banyak persahabatan maupun perkawinan yg kandas, oleh sebab satu kata saja yg 'TIDAK TERUCAPKAN" ialah perkataan "MAAF!" Dgn mudah kita bisa melontarkan segala macam perkataan yg kotor, jorok, kejam bahkan menyakitkan, tetapi sangat sukar sekali untuk mengucapkan satu perkataan "Maaf!" Kenapa?
Wah perkataan ini menyangkut harga diri, mang Ucup, sebab dgn kita mengucapkan perkataan maaf tsb, berarti otomatis kita mengakui kesalahan, walaupun sebenarnya dialah yg salah, dialah yg menyakitkan saya, dialah yg berdosa, kenapa HARUS AKU yg mengucapkan dan memohon maaf, bukankah dia penyebab segala macam masalah ini! Apakah mang Ucup tidak tahu kalau kita terlalu mudah mengucapkan perkataan maaf otomatis ia merasa tidak bersalah dan pasti kesalahan tsb akan diulang kembali olehnya. Biarlah ia tahu, biarlah ia rasakan bahwa sebenarnya DIALAH YG BERSALAH - BUKAN AKU! - AKU INI BENAR! Apakah Anda tahu bahwa banyak orang yg telah menikah ber-tahun2, tetapi karena merasa gengsi dan tidak ada yg mau saling mengalah, akhirnya perkawinan tsb kandas! Oleh karena tidak ada satupun juga yg mempunyai inisiatif, keinginan dan juga keberanian untuk mengucapkan perkataan "MAAF!" Siapa yg jadi korban? Terutama adalah anak2 kita! Kita bersedia mengorbankan dan menjadikan anak2 kita sebagai tumbal hanya karena kita tidak mau mengalah! Hanya karena kita merasa diri kita HEBAT! Satu perkataan yg hanya membutuhkan waktu satu detik saja untuk di ucapkan, tetapi bisa mengorbankan perkawinan yg telah di bina bertahun-tahun bahkan merusak masa depannya satu keluarga. Mereka bersedia membayar dgn hidup menjadi janda ataupun menjadi duda ber-tahun2, oleh karena tidak bisa dan tidak mau mengatakan perkataan MAAF! Kita bisa menghemat banyak sekali biaya, waktu maupun air mata, apabila kita bersedia mengucapkan perkataan MAAF tsb. Pada saat kita menikah kita saling berjanji bahwa kita bersedia sehidup semati bahkan kalau perlu kita bersedia mengorbankan jiwa dan raga demi pasangan hidup kita. Tetapi kenyataannya boro2 mengorbankan jiwa dan raga, untuk mengorbankan waktu satu detik saja untuk mengucapkan perkataan "MAAF!" saja tidak bisa dan tidak mau! Sorry mang Ucup, kalau istri kita sudah jelas yg bersalah, masa kita sebagai suami harus meminta maaf kepadanya, yg bener aza??!!, bisa2 entar istri ini melonjak naik kekepala, bisa2 kita dijadikan alas dari terompak kakinya sang istri. Mang Ucup sebagai orang beragama mustinya tahu bahwa di dlm Kitab2 Suci mananpun juga pun tercantum bahwa suami adalah boss nya dari rumah tangga, jadi bukan kebalikannya. Apakah untuk memohon maaf itu dibutuhkan satu keberanian khusus? Apakah untuk mengucapkan perkataan maaf ini dibutuhkan latihan khusus? Apakah untuk mengucapkan perkataan maaf ini dibutuhkan IQ yg tinggi? Bersambung Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
