namo Buddhaya Ini adalah tanggapan dari rekan saya saudara dharmaduta(Ivan T) yang merupakan salah satu anggota milis MUBI,untuk menanggapi mengenai huruf cina yang dihubung-hubungkan dengan alkitab , yang saya coba edit beberapa bagian sesuai dengan peraturan milis ini dan mungkin gambar tidak ada karena saya pake format plain text. bagi teman2 yang ingin mengetahui gambar2 itu bisa menghubungi lewat email [EMAIL PROTECTED]
Tan:.............Adapun buku yang menjadi sumber dari seminar tersebut adalah: C.H. Kang and Ethel R. Nelson, The Discovery of Genesis (Concordia Publishing House, St. Louis, U.S.A., 1979). Nampaknya yang akan memberikan seminar di Jakarta tersebut adalah pengarang buku tersebut. Yang dapat pula dibaca pada website sebagai berikut: http://ourworld.compuserve.com/homepages/CW_Arnhem/chinchar/chinchar1.html Buku itu menjelaskan bahwa ternyata pembentukan huruf-huruf Cina sangatlah bersesuaian dengan Kitab Kejadian, sehingga mereka akhirnya berargumentasi bahwa memang itulah rencana Tuhan untuk Bangsa Cina. Bahwa Tuhan telah memilih Bangsa Cina sejak mula dan akan membawanya pada keKris........ Demikianlah propaganda mereka. Pada mulanya saya amat kagum pada buku tersebut, namun sekarang ini setelah mempelajari Bahasa Mandarin maka saya akan memberikan telaah kritis pada beberapa di antaranya berikut ini: Mereka kemudian mengambil dari Kejadian 2:7 yang berbunyi: "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Di sini mereka berusaha menunjukkan bahwa pembentukkan huruf2 Cina tersebut amat sesuai dengan Kitab Kejadian 2:7 di atas. Ada kata "dust" yang diterjemahkan sebagai debu tanah dan "breath of mouth" yang dimaksudkan sebagai "menghembuskan nafas hidup" sehingga makhluk itu menjadi makhluk hidup yang dapat berkata-kata "to talk" Bagi yang belum tahu seolah-olah akan kagum dengan pembentukan tulisan di atas dan seolah-olah merasakan keajaiban Kitab Kejadian (Alkitab). Padahal kalau kita benar-benar mengerti Bahasa dan Aksara Cina, maka apa yang dipaparkan di atas hanya pencocok-cocokkan belaka. Aksara Cina yang ditafsirkan sebagai "dust" atau debu tanah itu yang bunyinya adalah "du" tersebut arti sebenarnya adalah tanah saja atau bisa juga bumi. Tetapi oleh pengarang buku tersebut telah dipelintir sehingga artinya berubah. Aksara yang diterjemahkan sebagai "breath of mouth" itu yang bunyinya adalah "kou" tersebut arti sebenarnya adalah hanya "mulut" Kemudian gabungan huruf yang diterjemahkan sebagai "to talk" atau berbicara itu juga salah terjemahan, karena harusnya aksara yang berbunyi "kau" tersebut artinya menceritakan atau memberitahukan. Biasanya digunakan dalam bentuk ganda "kau su" Contohnya kalimatnya: "Fo kau A-nan" yang artinya Sang Buddha memberitahu Ananda. Berbicara dalam Bhs Mandarin adalah "shuo" dan bukan "kau". Bagian yang diterjemahkan sebagai "walking" itu sebenarnya menunjukkan suatu "gerakan", seperti pada huruf "kuo" yang artinya melewati. Selanjutnya tidak jelas apa hubungannya penggabungan "to talk" dan "walking" sehingga menghasilkan "to create" atau mencipta dengan ayat pada kitab Kejadian tersebut. Setelah kita menganalisa secara etimologis kini kita akan menganalisa secara kritis. Baik kita akan menerima terjemahan ala mereka secara apa adanya. Mari kita bandingkan lagi dengan Kejadian 2:7, kalau kita melihat ke sana ternyata tidak kita temukan sedikitpun kata "to talk" atau "berbicara". Tidak ada juga kata "walking" atau berjalan. Bahkan unsur-unsur yang lebih penting seperti misalnya "hidung" tidak kita terdapat pada unsur-unsur pembentuk huruf Cinanya. Selanjutnya mereka juga berusaha membuktikan bahwa Adam adalah manusia pertama dengan bantuan huruf-huruf Cina Bahasa Inggris pada website di atas berbunyi: It is clear Adam was the first person on earth. This fact is also to recognize in the Chinese character for "first". It is built from alive, dust and man. In a scheme: (Adalah jelas bahwa Adam adalah manusia pertama di bumi. Fakta ini juga dikenali pada huruf Cina "yang pertama". Yang mana huruf tersebut dibentuk dari "hidup", "tanah liat", dan "orang") Ini adalah juga rekayasa yang dibuat-buat. Huruf yang diterjemahkan sebagai "first" di atas sebenarnya artinya bukan "yang pertama", melainkan "lebih dahulu" atau bunyinya adalah "sien". Penggunaanya dalam kalimat misalnya: "wo sien cou" atau "saya pergi duluan". Selain itu saya tidak melihat hubungan logis dari huruf di atas dengan keberadaan Adam sebagai manusia pertama. Berikut ini kita baca lagi suatu hal yang cukup menggelikan untuk mendukung doktrin trinitas mereka: Kita baca dari website tersebut: Let's first look to "rain". This character shows a horizontal stroke at the top. This is the heaven where the Spirit is coming from. A second horizontal stroke means to cover and below this we see a sign for water. Below this rain-character we see three mouths, also representing persons. Why three of them? Well, here we see the reflection of the Trinity. But that's not all about the Trinity. Below the tree mouths we see the sign of "worker of magic". This character consists of three parts: a man, work and another man. The sign for work is made from two horizontal strokes with a vertical in between. The horizontal strokes mean heaven (on top) and earth (below). The vertical stroke connects heaven and earth, but also means "man". So again we meet here three persons in this "worker of magic". Amazing, isn't it? Put in a scheme it looks like follows: Tanda yang saya beri nomor 1 tersebut adalah tidak berarti "langit", melainkan artinya adalah "satu" atau bunyinya adalah "yi". Perhatikan pula nomor 2 ternyata bentuknya sama, tetapi ditafsirkan lain, karena itu jelas ini adalah hanya sekedar pencocok-cocokkan belaka. Tanda yang saya beri nomor 3 adalah bukan tanda untuk orang. Tanda berupa garis vertikal tersebut TIDAK pernah berdiri sendiri dan artinya bukan orang. Huruf untuk orang atau "ren", bentuknya amat berbeda. Mereka tanda berbentuk deretan tiga mulut untuk menyatakan tiga orang dan kemudian menghubung-hubungkannya Allah Tritunggal mereka sehingga membentuk huruf "spirit", yang artinya roh. Roh (bunyinya "ling") yang dimaksud dengan huruf itu tidak ada hubungannya dengan Tuhan, melainkan merujuk pada roh manusia pada umumnya. Apakah roh manusia = roh Tuhan? Kalau begitu apakah manusia = Tuhan? Mari kita masuk ke mitos tentang Taman Eden atau Firdaus. Huruf yang berarti taman tersebut sebenarnya berarti sawah atau bunyinya thien. Anda bisa melihat betapa miripnya huruf tersebut dengan petak-petak sawah. Tetapi oleh mereka telah memanipulasi huruf tersebut sehingga artinya berubah menjadi "taman". Jelas ini adalah propaganda busuk orang Kristen. Sebenarnya tanpa perlu melakukan propaganda murahan tersebut Agama Kristen sudah merupakan agama yang besar, namun dengan adanya hal semacam ini justru membuka mata kita akan kebrengsekkan mereka. Bahasa Mandarin untuk taman adalah "yuan", yang mempunyai bentuk huruf yang amat jauh berbeda. Berikutnya adalah: Hal ini diklaim oleh Orang Kris.... untuk membuktikan kebenaran mitos atau dongeng pelarang Tuhan untuk makan buah pohon pengetahuan baik dan buruk. Yang mereka manipulasi adalah huruf "God" atau "Tuhan", padahal huruf tersebut artinya bukan Tuhan. Tuhan dalam bahasa Mandarin adalah "Shang Ti", yang maknanya secara harafiah adalah "Tuan/ Penguasa di Atas sana". Shang Ti ini sebenarnya tidak beda dengan Sakra Devanam Indra, atau raja para dewa menurut Agama Buddha. Sakra Devanam Indra di dalam Bahasa Mandarin adalah "Yi Huang Shang Ti" Selain itu yang sering digunakan sebagai kata "Tuhan" adalah juga "Thien" yang artinya langit. Kong Hu Cu pernah berkata: Rakyat mendengar seperti langit mendengar. Langit ini yang dimaksud adalah Tuhan. Contoh berikutnya: Ini merujuk pada Kejadian 3:8, yang menunjukkan bahwa manusia bersembunyi setelah berdosa pada Tuhan dengan memakan pohon pengetahuan baik dan buruk. Huruf yang diterjemahkan sebagai "is" itu adalah hasil manipulasi. Kata "is" atau "adalah" dalam Bahasa Mandarin adalah "she" yang bentuknya amat berbeda. Contohnya dalam kalimat: Tha She I Ke Sue Sheng (Ia ADALAH seorang pelajar). Jadi kita dapat melihat sekali lagi penipuan dari orang Kristen. Contoh berikutnya: Perhatikan hasil pencocokkan lagi, huruf Cina yang diterjemahkan sebagai "to walk" tersebut pada bagian atas diterjemahkan sebagai "man". Jelas ini adalah hasil penipuan yang menyolok sekali, bagaimana bisa pada bagian atas artinya adalah "man", tetapi sekarang bisa berganti menjadi "to walk". Padahal kata Bahasa Cina untuk "to walk" atau berjalan adalah "cou", yang bentuknya sama sekali berbeda. Saya kira akan saya cukupkan dahulu contoh-contoh yang diambil dari website dan buku tersebut di sini, karena kalau seluruhnya dibahas akan menjadi terlalu panjang. Setidaknya dengan mempelajari karya di atas kita dapat mengetahui taktik dan kebusukan mereka di dalam menyebarkan agamanya. KESIMPULAN: Kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya apa yang dikemukakan Dr. Nelson dalam buku tersebut adalah hasil pencocok-cocokkan belaka yang digunakan untuk melakukan Kri.....isasi pada orang-orang di Cina. Sekarang ia akan mencoba menerapkannya di Indonesia pada orang-orang yang barangkali kurang mengerti Bahasa Cina atau Mandarin. Tetapi hanya dengan berbekal sedikit pengetahuan Bahasa Mandarin kita sudah dapat menyangkal kebohongan tersebut. Selain itu kalau memang pendapat Dr. Nelson tersebut benar, mengapa tidak dianut oleh semua pakar Sinologi, sehingga muncul teori baru bahwa Huruf Cina berasal dari Kitab Kejadian. Sesungguhnya kita yang paham sejarah akan segera sadar, bahwa bagian tertua dari Alkitab baru ada pada sekitar tahun 1200 SM, padahal Huruf Cina sudah ada sekitar tahun 2000 SM, jadi 800 tahun lebih tua. Bagaimana bisa yang lebih "tua" berasal dari yang lebih "muda"? Karena itu kita sebagai Umat Buddha harus bergandengan tangan dan sehati di dalam mempertahankan Buddha Dharma dari serangan-serangan agama adharmik dan sesat. Kita harus yakin bahwa HANYA dan HANYA Buddha Dharmalah yang dapat membawa kita ke pantai seberang alias pembebasan maha sempurna (anuttarasamyaksambodhi). Kita harus waspada terhadap aneka taktik Kristen yang menghalalkan cara di berbagai bidang di dalam menyebarkan agamanya. ronny --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
