Namo Buddhaya,
 
 
Sebenarnya klo kita melihat perbedaan yang ada antara Tao, Khonghucu dan
Buddha. memang ada bahkan terkadang ada sedikit pertentangan yang terjadi.
Tapi apakah perbedaan itu yang akan kita ungkap kedepan dalam kehidupan
beragama apalagi sebagai umat Tridharma??? klo memang perbedaan itu yang
kita permasalahkan maka hancurlah ketiga agama yang agung ini. agama buddha
tidak menghalangi untuk mempelajari agama lain bahkan agama mayoritas pun
klo kita mau pelajari gpp. begitu juga agama khonghucu yang memandang
toleransi sebagai jalan bukan dari perbedaan pandangan atau keyakinan dan
saya percaya Agama Tao juga. Agama Buddha ,Tao dan Khonghucu memiliki
persamaan ajaran dalam menjalani kehidupan didunia ini diantaranya bagaimana
bhakti kepada orang tua, leluhur. bagaimana kehidupan bermasyarakat,
bagaimana mengendalikan diri bagaimana menenangkan pikiran dan mengalahkan
pikiran kita sendiri. itu yang harus kita ketahui. jangan terpaku dengan
satu pandangan dan membuat perbedaan dengan yang lain. jangankan agama yang
beda wong agama yang sama2 mengakui Yes...... aja pecah jadi dua koq apalagi
agama yang secara historis, sosiologis berbeda lagi. klo mau bikin ruwet di
Tridharma gampang aja , buat aja daftar perbedaan lalu saling ngotot aja
diantara para pemeluknya. terus apa hasilnya??? kepuasan??? tidak kehancuran
iya. asal memang beda tapi ingat bahwa ketiga agama ini besar di China dan
sudah menjadi semacam simbol bahwa di cina pastillah ada ketiga pandangan
ini. mengapa ketiga ini bisa bertahan sebagai 3 ajaran yang luhur karena
satu sama lain mengajarkan toleransi yang tinggi sekali lain dengan agama
yang lain di Indonesia,sehingga klo terjadi perpecahan atau permusuhan
diantara ketiga ajaran ini maka itu adalah ulah para pemeluk yang
bodoh('Maaf') yang rendah pikirannya dan tidak pernah membaca buku2 suci
atau kitab suci. ngomongnya aja umat buddha atau umat Tao atau umat
Khonghucu tapi 'bodoh' (maaf). siapa yang senang klo tiga agama itu hancur??
agama2
yang lain. meraka menunggu umat2 tsb bentrik dan akhirnya mereka ambil
manfaatnya. saya yakin dan seyakin-yakinnya bahwa pemeluk 3 ajaran ini
adalah orang yang telah mengerti dan menyelami makna hidup dan berbuat yang
terbaik bagi dirinya jadi tidak meributkan hal-hal yang sepele. jadi nggak
mau meributkan atau meruwetkan segala hal tersebut. Mereka pada umumnya
selalu mengutamakan toleransi dan kasih sayang yang abadi.
 
Masalah kebaktian pd ketiga tokoh tridharma haruslah dilihat dengan
pemikiran yang luas. klo kita meletakkan hio di patung Khonghucu atau Lao
tze atau sang buddha apa salahnya, wong ketiganya mengajarkan kebaikkan kog.
bukankah menghormati orang yang bijaksana menjadikan kita mendapat karma
baik, karena ketiga orang itu bukanlah sembarang orang tapi adalah tokoh
bijaksana yang hidup dan dikenang hingga sekarang, dalam menyebarkan
kebenaran dan kasih sayang. cuman klo kita baca parita agama buddha ke pada
patung khonghucu memang tidak tepat karena bukan pada tempatnya dan pastinya
umat Tridharma akan tahu hal itu , tapi klo kita menghormati, berdoa didepan
mereka. apa salahnya??? yang penting sekarang bukan itunya tapi bagaimana
kita mewujudkan segala ajaran-ajaranNya itu. percuma klo rajin ikut
kebaktian tp nggak pernah menjalankan ajaran2 yang luhur itu. sekali lagi
percuma.
 
 
 
Ronny 
-------Original Message-------
 
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, January 07, 2003 12:57:08
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] siu tao
 
aneh juga
kalo ajaran berbeda kenapa bisa digabung?
dasar apa penggabungan itu?
apa tidak buat ruwet dan bertentangan?
ada yg tahu asal usul tridharma?
 
 
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] 

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke