Pak Handoyo,

Saya fikir disitulah letak seninya kehidupan di dunia, ibarat taman kalau
hanya ada bunga sejenis rasanya kurang eloklah kelihatannya. Perbedaan
seperti itu membuat kehidupan dunia ini menjadi bergerak dinamis seperti
adanya si kaya dan si miskin, si jelek dan si cantik, si buta dan si melek,
si lemah dan si kuat, si hitam dan si putih, kuning, merah dlsb.

Bayangkan jika di dunia ini yang ada hanya si kaya... menjadi reportlah
kita semua.. karena tidak ada yang jadi pembantu, supir, tukang kebun,
baby sitter dlsb, dan berbisnispun jadi report juga karena tidak adanya
tukang bongkar muat di pelabuhan, tukang packing, termasuk juga
punya uang banyak tapi tidak berguna karena tidak ada yang mau diupah
untuk membuat rumah untuk kita (apakah kita harus buat rumah sendiri ?)

Seperti Boss saya dulu (orang Amerika kulit putih) senangnya sama orang
kulit hitam, menurutnya bosan melihat yang putih. Tapi karena kulitnya
putih gengsi kalau menikahi kulit hitam, jadi kalau setiap kali berhubungan
dengan isterinya yang kulit putih selalu disuruh pakai stocking hitam.

Menurut saya karena manusia itu memiliki 2 unsur (perangkat lunak dan
perangkat keras), maka perlu juga ada manusia yang dapat melunakkan
hati kita, seperti orang buta, orang jompo, orang sakit, orang gila, orang
cacat, orang mati dlsb.. Karena dengan adanya manusia-manusia semacam
itu akan timbul rasa iba dan berfikir bagaimana seandainya AKU juga
seperti mereka semisalnya menjadi buta (karena hal seperti itu mungkin
saja terjadi kepada kita - contohnya akibat dari kecelakaan atau penyakit),

Karena sebenarnya hidup ini singkat sekali paling top 70-80 tahun kita
dapat bertahan hidup di dunia ini, dan yang dapat kita nikmati dari jumlah
usia tersebut paling antara 10-30 tahun saja, selebihnya adalah kehidupan
dibawah sadar (tidur), usia balita dan masa jompo. Jadi uang dan harta,
dan kecantikan yang hanya setebal kulit bukanlah sesuatu persyaratan
mutlak untuk dapat membuat kita menjadi bahagia atau menjadi lebih baik
dari pada yang tidak punya. Kaya dan miskin, bodoh dan pintar, lemah
dan kuat pada akhirnya semuanya bakal menjadi tanah dan dilupkan.

----- Original Message -----
From: "Handoyo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Kelenteng - Milis" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, January 17, 2003 8:09 AM
Subject: [Kelenteng] Tanda Tanya Besar.


By: Life
Posted: Thu Jan 16, 2003 12:34 am
Post subject: Tanda Tanya Besar.
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://www.siutao.com/forums/


Hallo,

Kadang sering kita melihat bahwa manusai begitu mencolok perbedaannya, baik
dalam raut muka ada yang dikaruniakan cantik, ada yang sedikit kurang.
Begitu
pula ada yang kaya ada yang sedikit kurang. Hal ini sebenarnya dikarenakan
masalah apa ?. Lantas adakah suatu teori atau cara untuk merubahnya saat
kehidupan sekarang maupun masa yang akan datang ?.

Silahkan teman2 bantu jelasin.......trims.

Salam,
Life


---------------------------------------------------------------------

Milis Kelenteng - Quan Shui

URL: http://lists.quanshui.org

Posting, email: [EMAIL PROTECTED]

Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke