http://www.poskota.co.id/poskota/truestory_contents.asp?id=154&page=&file=in
dex

True Story


Jemaah kesurupan saat berdoa (4)

Kamis,1/30/2003 7:40:07 AM
- MENJELANG hari-hari besar, kelahiran para Dewa atau Budha, banyak orang
yang datang membanjiri klenteng dan vihara. Mereka meminta berkah, selamat,
rejeki dan kelarisan, memohon jodoh atau memohon kesembuhan penyakit dan
panjang umur. Pelaksanaan
ritual terkadang membuat beberapa jemaah menjadi kesurupan. Vihara Dewi Kuam
Im atau Vihara Dharma Bakti misalnya, menjelang perayaan Imlek 2554 yang
jatuh pada 1 Februari 2003, sangat terasa orangberbondong-bondong ke sana
guna melakukan ritual, mengharapkan berkah dari Dewi Ami Tho Fu atau Ju Lay
Hu. Di tempat suci itu, tak jarang jemaah vihara tiba-tiba kesurupan dan
ngoceh sendiri saat berdoa.

Roh masuk ke jiwa jemaah yang kesurupan itu dan menyebutkan berbagai
peristiwa yang akan terjadi, atau hal-hal yang boleh dilakukan dan yang
harus dihindari. Misalnya, dari mulut jemaah yang kesurupan keluar ucapan
seperti hari baik untuk berbisnis, mengetahui penyakit dan sebagainya. �Tapi
tidak semua jemaah bisa kesurupan,� kata Johan B, jemaah Vihara Kuam Im yang
ditemui di vihara, kemarin. Di Vihara Kuam Im juga ditemui lonceng besar
yang tak boleh dibunyikan sembarangan. �Hanya boleh dibunyikan pada tanggal
1 dan 15 setiap bulannya dengan jumlah genta sebanyak 108 kali. �Lonceng
hanya berbunyi pada waktu tertentu. Jumlah bunyinya diambil dari jumlah biji
tasbih yang sering dipakai para suhu atau pendeta,� kata Gunawan, jemaah
vihara itu.

Di tempat pemujaan yang terletak di Jalan Petak IX, Glodok, Tamansari,
Jakarta Barat itu, serasa tiada putusnya orang datang memanjatkan puja dan
puji. Lilin-lilin besar sudah banyak terlihat di vihara guna dinyalakan pada
31 Januari, malam. Vihara didekorasi bernuansa merah menyala sehingga cat
merah yang sudah memudar, terlihat bersinar kembali karena sentuhan cat
baru. Bagi jemaah yang berdoa di sana, seperti mereka yang menginginkan kaya
atau harta berkecukupan, bisa memanjatkan doa pada Dewa Harta, Chai Sin Ya.
Namun, apakah anda mau memiliki harta berlimpah jika anda diserang berbagai
karma jahat seperti sakit-sakitan atau keluarga berantakan, kata Ralius
Halim, jemaah Vihara Dewi Kuam Im.

Karena itu, jika diberikan harta berlimpah, sebaiknya jagan lupa memanjatkan
doa pada Dewa Keselamatan, kerukuan dan banyak harta, Hok Tek Cin Sin.
Vihara Dewi Kuam Im, diperkirakan berdiri tahun 1650 dan pernah terbakar.
Vihara ini terus mengalami renovasi karena termakan usia, pada tahun 1890
renovasi dilakukan kembali atas sumbangan dari kalangan dermawan. Hal itu
terlihat dari tulisan Cina di tembok vihara yang berisi daftar para
penyumbang. Konsistensi Dewi Kuam Im pada manusia yang membutuhkan
pertolongan, membuat kepalanya retak saat berpikir. Bagaimana ia bisa
menolong orang yang sakit sedangkan ia hanya seorang diri.

Namun, niat baiknya mendapat kekuatan yang mampu menolong 1.000 orang
sekaligus sehingga ia dijuluki si tangan 1.000. Jumlah tangan yang banyak
untuk menolong serta kepala Dewi yang retak akibat berpikir, terlihat dalam
viraha Dewi Kuam Im itu. Di Vihara Dewi Kuam Im, masih banyak dewa-dewa
sebagai tempat-tempat pemujaan untuk meminta permohonan. Tetapi, kata Ralius
Halim, jemaah Vihara Dewi Kuam Im, jika biasanya anda tak beramal kepada
orang miskin atau orang yang membutuhkan, sementara pada Dewa dan Budha anda
menyediakan sesaji yang banyak dengan harapan agar permintaan dikabulkan,
biarpun anda bersujud 1.000 kali sampai lutut dan kepala lecet, apakah Dewa
yang jujur mau menerima �suapan� anda.(bs/4)





---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke