Ada yang berniat bahas tulisan dibawah ini.....

        Rupanya Sony Indonesia mulai terganggu dengan Artikel "Asereje" yang
aku tulis beberapa bulan lalu. Dalam
        acara Go Show pd hari minggu 2 Februari kemarin, mereka menyatakan
bahwa yang menulis itu adalah orang
        iseng. Penjelasan-penjelasan beberapa sumberpun tidak mengcounter
secara rinci bagian-bagian dari lagu itu yang diserang kekristenan.
        
        Itu memang tulisan orang iseng bagi orang yang nggak mengenal
Kristus, dan tidak tahu siapa itu Lucifer.
        Tapi dalam detik-detik menuju Armageddon, sang Raja Media dan Musik
'Lucifer', punya lagu promo, lagu dan proyek andalan yaitu 'Asereje'. Dan
sayangnya banyak orang Kristen terbius, dan merasa lagu itu nggak
        apa-apa. Bahkan suka dibawakan pada kebaktian2 perkumpulan Youth
gereja sebagai icebreaker...
        menyedihkan.
        
        Pertengahan November saat aku baru pertama kali mendengar lagu itu,
aku ada di Mall Bekasi. Pulang
        Gereja, dan ada sedikit konseling dengan beberapa muridku. Kami
semua baru pertama kali mendengar lagu 
        itu, kecuali salah seorang dari kami yang mengetahui judul lagu itu
dan menjelaskan lagu itu mulai populer
        di MTV. Salah satu temanku adalah orang yang peka terhadap roh,
(experiencenya sudah menaklukan beberapa dukun). Dia tanpa sadar nyeletuk
'Ini lagu setan...' . Dan memang saat itu kami semua sepakat, ada yang tidak
beres di lagu itu yang nggak enak di roh kami masing-masing. Lalu barulah
aku explore Internet untuk mengconfirm apa yang kami rasakan saat itu.
        -------------------------------------------------
        Korban mulai jatuh.... Saat artikelku itu beredar luas
dimedia-media, bahkan print dan difoto copy disekolah-sekolah, sampai masuk
majalah dinding. Ada salah satu anak jemaatku bertengkar dengan temannya
tentang keaslian artikel itu. Entah kenapa, temannya itu (orang kristen
juga) sangat marah dan nggak bisa terima artikel itu. Dia menjadi sangat
berubah dan sangat tersinggung dengan beredarnya berita itu. Perkelahian
hebat hampir terjadi kalau nggak dipisahkan. 
        
        Beberapa hari kemudian, mereka naik gunung untuk rekreasi. Dan anak
yang menolak artikel ini (kita
        sebut saja Lusi, untuk menjaga privasi mereka), naik gunung sambil
mendengarkan walkman dengan kaset Las Ketchup didalamnya. Tiba-tiba tanpa
sebab ia jatuh dan menggelepar. Mereka berusaha menyadarkannya, matanya
melotot dan terus memandang keatas. Beberapa jam kemudian dia sudah ada di
ruang gawat darurat. Besoknya setelah ia sadar (setelah terus didoakan), ia
menceritakan bahwa ia bertemu dengan orang-orang yang sudah mati.
Saudaranya, tetangganya dan teman-temannya. Ia bercerita denga mereka dan
mereka memaksa agar ia tinggal dengan mereka, sampai akhirnya ia menolak
dengan sungguh-sungguh dan berusaha keluar dari sana, dan akhirnya ia sadar.
Lusi terus menceritakan hal yang sama pada setiap orang yang membesuknya,
walaupun orang-orang tersebut nggak minta menceritakannya, ia tetap
menceritakannya berulang-ulang tanpa bosan dengan cerita yang sama. Sampai
suster seringkali harus memberikan obat penenang utk menenangkannya. Asereje
adalah terjemahan dari musik suku Assab untuk
        memanggil roh orang mati, ternyata bukan isapan jempol. Sejak
kejadian itu, gerejaku dan beberapa
        gereja yang kukenal menghimbau jemaatnya untuk membakar semua album
Las Ketchup yang dimiliki baik
        dalam bentuk kaset maupun VCD bajakannya yang banyak beredar. Masih
banyak lagi orang yang sudah terhipnotis dan mulai dikuasai Asereje.
Tanda-tandanya adalah mereka tersinggung dan bisa marah bila
disebut-sebutkan Asereje lagu setan.
        
        
        Berhati-hati Guys...
        Iblis membuat dirinya seakan-akan tidak ada....
        
        

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke