Teman, saya bingung nih:
Katanya ada dewa-dewi pengatur kekuatan alam,misalnya dewa
bumi,dewa hujan,dewa api dan lain-lain. Nah,katanya segala
sesuatu terjadi berdasarkan karma, jadi dewa-dewi pengatur
kekuatan alam itu melaksanakannya sesuai karma?
Nah,kalo gitu apa gunanya kita berdoa pada dewa-dewi untuk
diselamatkan,toh apa yang kita terima adalah karma...
Dan lagi,apakah dewa-dewi pwngatur alam itu tidak harus
reinkarnansi lagi?Juga Yu Huang DaDi apakah beliau bisa
merosot/kedudukannya digantikan oleh orang lain?Sebab
menurut kepercayaan Buddha,dewa-dewi bisa merosot
kedudukannya,bahkan terlahir sebagai makhluk rendah. Siapa
sih yang memerintah dewa-dewi itu?
Karena semuanya sudah karma/kita sendiri yang
menentukan,jadi kepercayaan pada dewa-dewi itu tidak
berguna dong?sebab dewa-dewi itu-pun tak akan bisa
menganugerahi kita atau mencelakakan kita semaunya,sebab
sudah karma masing-masing. Berarti cukup kita berbuat baik
supaya kita menerima akibat baik,nggak perlu menghormati
dewa-dewi(sebab katanya dewa-dewi berjasa mengatur alam
ini, jadi harus terima kasih pada mereka, tapi kalo yang
kita terima adalah dari hasilk perbuatan kita sendiri, apa
gunanya terima kasih pada orang lain?)
Mohon teman-teman memeberi petunjuk...
===========================================================================================
Meriahkan Hari Kasih Sayang dengan mengirimkan Kartu Elektronik PlasaCom kepada kerabat dan teman yang Anda kasihi !
Pilih kartu favorit Anda di Polling Lomba Desain Kartu Tema Valentine
di http://kartu.plasa.com/lomba/
===========================================================================================
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
- [Kelenteng] Re: Karma Sofian Hamsyah
- RE: [Kelenteng] Re: Karma yuna
- RE: [Kelenteng] Re: Karma Hengki Suryadi (DAR)
- RE: [Kelenteng] Re: Karma Ansari
- [Kelenteng] Menjapa yuna
