Chang adalah soorang pegawai berjabatan rendah di pemerintahan daerah. Dia
jujur dan berbudi. Dia baik hati dan melakukan banyak perbuatan mulia.
Meskipun jabatannya tidak menghasilkan banyak uang, dia sering membeli
hewan-hewan yang akan disembelih. Dia membawa mereka dan melepaskannya.

Dia mempunyai banyak anak dan cucu, yang bagi orang Cina merupakan
keberuntungan terbesar. Dia tidak pernah memboroskan uang, sehingga setelah
bertahun-tahun, dia menyimpan cukup banyak uang. Kapanpun dia bisa, dia akan
membeli hewan-hewan malang dari tukang jagal dan membawa mereka pulang untuk
dipelihara atau dilepaskan. Ketika hewan-hewan itu mati karena usia tua, dia
selalu mengubur mereka dengan baik.

Chang bertambah tua juga, dan pensiun. Dia menghabiskan usia tuanya merawat
anak-anak, cucu-cucu, dan hewan peliharaannya. Tetangganya berpikir dia
tidak waras, tetapi dia tidak perduli. Dia mengajari anak-anaknya untuk
menghargai semua kehidpan. Dia tidak pernah membiarkan mereka membunuh hewan
apapun. Seluruh keluarganya vegetarian.
Karena dia vegetarian dan telah menyelamatkan banyak nyawa, ketika dia telah
amat tua, Chang masih bersemangat dan sekuat orang yang jauh lebih muda.

Ketika dia berumur lebih dari seratus tahun, dia masih kelihatan sehat.
Matanya jernih, kulitnya terang, rambutnya hitam mengkilap. Suatu hari dia
mengumpulkan seluruh keluarganya. Ketika semua anak, cucu, buyut, dan
cicitnya telah berkumpul, dia memberitahu mereka, "Selama kehidupan saya,
saya telah menyelamatkan banyak hewan, sehingga saya telah mengumpulkan
banyak jasa baik untuk kalian. Hari ini Saya akan pergi. Di masa depan
keluarga Chang akan makmur. Kalian semua akan berumur panjang. Setelah saya
meninggalkan kalian, ingatlah selalu ajaran saya, jangan pernah membunuh
makhluk hidup apapun."

Ketika dia selesai, seluruh keluarganya mendengar musik yang tampaknya
berasal dari surga. Mereka tidak pernah mendengar musik yang demikian merdu.
Musik itu terdengar begitu agung sehingga tidak mungkin berasal dari dunia
ini, tetapi suara musik itu seperti mendekat.

Semua anak, cucu, cicit dan buyut Chang melihat ke atas, ke arah asalnya
musik, tetapi mereka tidak melihat apa-apa. Ketika mereka melihat ke bawah
lagi, Chang sedang duduk di kursi kesayangannya, kelihatan bahagia, tapi
sudah tidak bernapas lagi. Dia telah meninggal dengan tenang tanpa penyakit.

Para pejabat setempat mendengar cerita yang luar biasa ini. Ketika mereka
telah membuktikan kebenarannya, mereka melapor kepada Kaisar, yang
menghormati semangat CHang dengan mengangkatnya ke posisi lebih tinggi.

Anak cucu Chang tidak pernah melupakan ajarannya. Mereka hidup lama,
bahagia, dan tidak pernah membunuh makhluk hidup apapun atau makan sepotong
daging.

Dikutip dari "Mencintai Kehidupan"


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke