Terima kasih untuk tanggapannya, saudara Ronny.. Saya setuju dengan argumentasi anda, memang sulit membedakan antara Filsafat dan Agama. Untuk itulah saya membawakannya untuk diperdebatkan di mailing list ini, karena semua famili saya (saya yakin sebagian besar dari anda juga termasuk) cuma mengikuti tradisi dan tidak memahami dengan benar apakah yang mereka lakukan selama ini, termasuk saya pribadi (dulu).
Sampai suatu kali saya mampir ke perpustakaan Universitas Surabaya (maksudnya mencari buku untuk sesuatu hal) dan ternyata tanpa disengaja mata saya tertuju pada satu buku kecil ukuran 15 X 10 (cm) dengan ketebalan buku cuma 0,5 cm dengan cover bergambar Khonghucu sedang berdiri tegak memegang buku (posisi sedang membaca). judulnya saya sudah lupa, tetapi isinya ditulis oleh seorang cina yang sekolah di inggris (memperoleh gelar prof. kalau tidak salah ingat) kembali ke kampung halamannya di cina dan mengajar ilmu filsafat di satu Universitas (ini juga saya sudah lupa namanya) pada tahun sekitar 1945. Buku itu menjelaskan banyak hal tentang perbedaan antara filsafat dan agama (dimana dibuku ini menerangkan dengan jelas perbedaan filsafat dengan agama kristen, Khonghucu, Tao, dan buddha), salah satunya adalah yang baru saja anda sekalian tanggapi. Saya pribadi telah mencoba mencari buku itu lagi di perpustakaan Universitas Surabaya, tapi tidak tahu mengapa saya tidak menemukannya lagi. Saya hanya ingin menjelaskan disini bahwa apa yang saya alami ini telah membuat saya sadar dan oleh karena itu saya hanya mempercayai dua ajaran yang mana berasal dari asal usul dimana nenek moyang saya berada yaitu di CINA (bukan maksud saya menjelekkan agama lain, tetapi saya hanya mengingatkan pada anda semua untuk lebih mencintai produk sendiri) yaitu Khonghucu dan Tao. dimana Khonghucu mengajarkan pada kita tentang berhubungan dengan sesama manusia (hubungan HORISONTAL), sedangkan Tao mengajarkan pada kita tentang cara berhubungan dengan yang di atas (hubungan VERTIKAL) yang anda sebut TUHAN atau ALLAH atau yang lainnya. Ini mencerminkan kalau mereka yaitu Khonghucu dan Tao telah memfokuskan diri mereka untuk itu. maksudnya adalah kalau kita melakukan sesuatu harus fokus pada satu hal dan harus tuntas sebelum mengerjakan yang lainnya. Mungkin saudara2 ingin menanggapi???? Khongliauw ----- Original Message ----- From: ronny winarto <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, March 07, 2003 11:45 AM Subject: Re: [Kelenteng] beda Agama dan filsafat namo Buddhaya, saya justru menanggapi terbalik. bahwa sebenarnya agama lahirnya dari filsafat. dimana filsafat ini merupakan dsr bagi terbentuknya suatu agama. tergantung dimana agama ini tumbuh dan berkembang. karena filsafat dapat dipakai oleh siapa saja dan oleh agama apa saja. yang membedakan adalah bahwa di agama adanya ritualitas yang rutin . mengapa saya berkata demikian karena filsafat merupakan dasar kebenaran yang universal untuk diterapkan dalam kehidupan beragama, dimana sebagaian atau seluruhnya dipakai oleh suatu agama. sebagai misal agama buddha. disatu sisi banyak orang barat menyebut sebagai filsafat karena pelajaran yang begitu mendalam menganai hukum sebab akibat dll. mengapa hal ini terjadi??? karena di barat org rame2 mempelajari agama buddha tanpa hrs meninggalkan keyakinan mereka. mereka menerapkan sebagian agama Buddha. bahkan ada kecenderungan menjadikan agama Buddha menjadi filsafat bukan agama. begitu juga Khonghucu. terlepas dari itu juga memang kadang sulit untuk membedakan filsafat dengan agama, karena hal itu tergantung pemahaman seseorang dalam melihat,membaca memahami dan mengerti tentang suatu ajaran. dan kembali lagi kekita apakah kita menganggap ajaran kita sebagai filsafat atau agama. toh apalah arti sebuah nama. ya khan apakah ajaran sokrates atau plato kita anggap suatu agama juga nggak masalah koq, yang penting bagaimana kita bisa memahami ajaran kita secara mendalam dan luas mungkin itu tanggapan saya, mungkin ada tambahan dari rekan2 lain???? ronny -------Original Message------- From: [EMAIL PROTECTED] Date: Friday, March 07, 2003 06:51:36 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kelenteng] beda Agama dan filsafat Terima kasih untuk saudara Butongpay... > Filsafat Lahir dari agama.Filsafat Renaissance dipelopori oleh martin luther sbg akibat > pertentangan ttg penghapusan dosa.Filsafat akhirnya memelopori ilmu pengetahuan. Hehehe... saya kira anda salah. Apakah filsafat itu tidak sama dengan ilmu pengetahuan? Bagaimana anda melihat kitab suci khonghucu, apakah itu filsafat ataukah agama?. Bagaimana mungkin martin luther dapat berpikir seperti yang anda katakan itu kalau dia tidak mempelajari filsafat terlebih dahulu? (ini boleh anda tidak menjawabnya karena saya tidak ingin membahas yang berhubungan dengan kris... dan kalau bisa berilah contoh yang lain) >Mengenal hakekat TAO dapat anda dapat dari agama maupun filsafat ( ilmu pengetahuan ). Disini anda mengatakan kalau filsafat itu identik dengan ilmu pengetahuan. Inilah yang saya tidak mengerti dari anda, sebenarnya mana yang anda yakini???? khongliauw ----- Original Message ----- From: butongpay - <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 06, 2003 8:56 AM Subject: Re: [Kelenteng] beda Agama dan filsafat > > Filsafat Lahir dari agama.Filsafat Renaissance dipelopori oleh martin luther sbg akibat > pertentangan ttg penghapusan dosa.Filsafat akhirnya memelopori ilmu pengetahuan. > Mengenal hakekat TAO dapat anda dapat dari agama maupun filsafat ( ilmu pengetahuan ). > Terserah mana yang anda suka ? > regards, > butongpay > > Khongliauw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Ta cia hau... > > saya setiap hari melihat pertanyaan maupun artikel yang kalian kirim itu semuanya bagus2 dan saya pun baru masuk gak lama di mailing list ini. untuk itu saya merasa kalian bisa (semoga) menjelaskan kepada saya tentang beda antara "Agama" dan "Filsafat". > > saya sendiri mempunyai perumpamaan tersendiri tentang hal tersebut, yaitu: > - Filsafat, hal-hal yang semuanya bisa teruji secara ilmiah dan mau gak mau kita harus menerimanya. contoh: ilmu-ilmu yang kita dapatkan seperti fengshui, ilmu bintang, dan lainnya. Mungkin pada contoh ini anda sekalian tidak mempercayainya, tapi saya kira anda pun bisa mendapatkan contoh untuk anda sendiri. > - Agama, adalah kebalikan dari Filsafat. karena kita selalu tidak mau menerima keadaan kita yang sebenarnya. contoh: kita selalu tidak ingin cepat meninggal, dan itu kita wujudkan dalam setiap doa kita tentang kemujuran, keselamatan, ataupun yang lainnya. > > Dan saya kira inilah yang lebih penting untuk anda sekalian perdebatkan, karena inilah pangkal / pondasi sebenarnya. terima kasih... > > Khongliauw > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, and more --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
