Chao Fuch'io adalah orang yang lumpuh. Tetapi dia juga orang yang kaya,
karena dia mendapat banyak uang dari menjual daging sapi. Setiap hari dia
memotong sedikitnya tiga ekor ternak. Jumlah yang tidak sedikit. Jadi
setelah usahanya berjalan beberapa tahun, dia menjadi salah seorang yang
paling kaya di daerahnya.

Sekitar awal abad ke 19, ketika Fu Chi'io sudah tua, anak lelakinya Kuanghua
mengambil alih bisnis keluarga tersebut. Mereka amat bangga akan usaha
keluarga mereka sehingga mereka menggantung sebuah talenan kayu tua di depan
pagar rumah mereka. Mereka telah bertahun-tahun memakai talenan kayu itu
sebagai alas untuk memotong. Mereka akan menaruh kepala sapi di talenan tua
itu lalu memotongnya. Bila masyarakat melihat talenan kayu itu, mereka akan
mengetahui bahwa rumah itu adalah rumah tukang daging.

Tetapi suatu malam sesuatu yang aneh terjadi, talenan kayu itu berubah
menjadi kepala sapi dan menggelinding menyusuri jalan2 di kota tersebut!
Orang-orang yang melihatnya amat terkejut.

Malam itu orang yang melewati rumah Chao mendengar suara-suara ternak yang
sedang berkelahi di dalam rumah tersebut, tidak ada seorang pun yang dapat
menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Keesokan harinya, Kuanghua kembali mengerjakan usaha seperti biasa ketika
seorang tentara datang ke tokonya untuk membeli daging. Tetapi karena dia
membelinya untuk keperluan pemerintahan, maka dia meminta harga khusus
kepada Kuanghua.

"Apa kau sudah gila?" bentak Kuanghua, "Saya akan kehilangan banyak uang!"
Berpikir akan kehilangan uangnya, Kuanghua menjadi emosi, mereka bertengkar
mulut. Kuanghua amat marah sampai-sampai dia mengangkat kapak dagingnya lalu
membacok kepala tentara tersebut!

Ketika Fuch'io mendengar bahwa anaknya membunuh seorang tentara, dia menjadi
amat sedih sehingga dia terjatuh dan meninggal dunia.

Kuanghua dihukum mati atas kesalahannya. Tidak terlalu lama, janda dan
anak-anaknya menjadi pengemis, meminta-minta di jalanan. Para tetangganya
berkata, "Kita tidak pernah mengira bahwa keluarga Chao yang kaya raya dapat
menjadi pengemis dan meminta-minta di depan gerbang rumah tua mereka!"

Seorang beragama Buddha menjelaskan kepada mereka, "Mereka telah menerima
akibat kesalahan mereka membunuh banyak hewan. Jika kamu melakukan perbuatan
baik, maka kamu dan keluargamu akan mendapat keberuntungan. Tetapi bila kamu
melakukan perbuatan jahat, maka kamu akan menyebabkan dirimu dan keluargamu
menderita.

"Inilah sebabnya mengapa seseorang harus dapat mengendalikan emosi mereka,
dan bersikap baik terhadap setiap makhluk hidup agar semua makhluk hidup
akhirnya akan berbahagia dalam kehidupannya."

Semua orang yang mendengar kata-kata tersebut merasa bahwa kata-kata itu
masuk akal. Para tukang daging yang berada di daerah tersebut menyadari pula
bahwa kejadian yang menimpa keluarga Chao dapat dengan mudah menimpa mereka
pula. Jadi mereka menutup usaha mereka dan membuka usaha bisnis yang lain.
Setelah itu daerah Chihho menjadi daerah yang damai untuk beberapa tahun.

Dikutip dari : "Mencintai Kehidupan"

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke