Suatu hari di musim semi, Wang Liangpin memanggil pelayannya. "Berapa pon siput yang kau beli?"
"200 pon, Tuan." "Apakah kau membeli burung?" "Ya, Tuan, lebih dari 60 ekor." " Apakah kau mempunyai cukup uang?" "Ya, Tuan." Wang tidak pernah mengeluarkan banyak uang untuk dirinya sendiri. Dia amat hemat, dan hidup sederhana. Dia mengeluarkan kebanyakan uangnya untuk membeli hewan untuk dibebaskan. Pada hari ulang tahunnya, murid-muridnya ingin mengadakan pesta untuknya. Ketika dia mengetahuinya, dia memberitahu mereka, "Jika kalian menghormatiku, gunakan uang untuk pesta itu untuk membeli hewan-hewan untuk dibebaskan. Itu akan menjadi hadiah terbaik yang bisa kalian berikan padaku." Murid-muridnya merasa tersentuh, dan melakukan apa yang dikatakannya. Akhirnya tahun itu dia membebaskan hewan dua kali lebih banyak dari biasanya. Beberapa tahun kemudian, salah seorang tetangganya memiliki seekor kerbau yang terlalu tua untuk bekerja. Dia akan menjualnya kepada tukang daging. Wang mengumpulkan cukup uang untuk membelinya, dan merawatnya sepanjang sisa hidupnya. Anak-anak cepat belajar dari orang tuanya, walalupun tidak diberitahu. Wang baik kepada semua orang, jadi anak-anaknya juga belajar untuk menjadi baik. Wang selalu mengerjakan semua pekerjaannya dengan hati-hati, jadi anak-anaknya mengerjakan tugas sekolah mereka dengan hati-hati. Mereka mematuhi ayah dan ibu mereka, dan anak laki-lakinya bekerja sangat keras sehingga mendapat kedudukan yang sangat tinggi di pemerintahan, membawa gaji dan kemuliaan untuk keluarga. Wang Liangpin hidup panjang umur, damai, bahagia, dan meninggal tanpa rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Ketika dia meninggal, dia terlihat setenang seorang bhiksu yang sedang duduk bermeditasi. Dikutip dari : "Mencintai Kehidupan" --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
