betul sekali, dan kita menjaga agar diskusi ini semakin menarik dan tidak
melupakan kesantaiannya alias sersan(serius tapi santai) ok sdr leon ( sorry
kemarin nyebut anda sdri ya)

kembali ke topik kita kemarin,
saya minta maaf sebelumnya , ada kesalahan penulisan kemarin di point 2 yg
bener secara langsung meminta membunuh makhluk hidup untuk dikonsumsi, tp
terlepas dari kesalahan penulisan saya diatas memang saya akui seperti yang
saya tulis sebelumnya bahwa untuk melakukan hal ini sangatlah sulit sekali,
tapi bukan berarti nggak bisa lho.
dan benar apa yang anda katakan, sdr leon, bahwa penerapannya sangat sulit
krn adanya hukum permintaan.

tapi point disini adalah bagaimana kita tidak terikat dengan daging dan
ikan, dimana ada tidaknya daging kita tidak terikat artinya kita masih tetep
hidup. kita tidak bisa menasehati nelayan untuk berhenti dari pekerjaannya
menangkap ikan atau juga penjagal daging untuk  menjagal daging, karena
memang  sudah menjadi mata pencahariannya. yang penting disini adalah
bagaimana kita tidak terikat dengan bentuk2 daging.

vegetarian memang merupakan salah satu jalan untuk mengurangi itu tapi bukan
berarti dengan vegetarian pembunuhan makhluk hidup tidak ada, tetep ada,
seperti pemusnahan hama, dan juga penggunaan pestisida pun bisa
menghancurkan dan memusnahkan hewan selain hama juga khan, maka dari itu
yang terpenting sekrg adalah bagaimana kita tidak terikat akan daging,
bukankah ajaran Tao juga ada mengenai ini khan, sehingga ada tidaknya daging
tidak berpengaruh bagi kita. seprti yang diungkap oleh sdr Khong liauw
kemarin bahwa sekarg ada makanan berbentuk daging2 an untuk kaum vegetarian,
ini jelas2 sangat bertentangan dengan prinsip vegetarian itu sendiri, karena
masih adanya ikatan dengan daging dan ikan.

jadi kesimpulannya yang terpenting kita tidak terikat sama daging dan ikan,
meskipun vegetarian merupakan jalannya tapi bukan berarti dgn vegetarian
bisa mencapai kesempurnaan, krn yang terpenting adalah perilaku dan tindak
tanduk kita dalam kehidupan kita, ok !!!

mungkin itu tanggapan saya,


salam sersan


ronny


-------Original Message-------

From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, March 28, 2003 06:41:24
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] Karma ?

Sdr Khong Liauw, anda terlalu cepat emosi sih, jadi orang lagi fokus
diskusi, eh dikirain lagi bersitegang. Padahal level diskusi pada topik ini
jauh ... jauh .... sekali dari level bersitegang.... alias masih santai, iya
Ron ya ....

----- Original Message -----
From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 27, 2003 3:50 PM
Subject: Re: [Kelenteng] Karma ?


woiiii anda salah sangka, saya dengan leon berdiskusi dengan santai koq, ya
begitulah diskusi, kita saling tukar pendapat koq bukan bersitegang. betul
nggak leon????





ronny





---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
Pecinan.com - http://www.pecinan.com
Tionghoa dalam Budaya dan Tradisi

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke