By: niniek_lan
Posted: Tue Mar 25, 2003 4:37 pm    
Post subject: Tentang Jodoh
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Halo para senior-senior semuanya, 

Saya ingin menanyakan bisakah kita menentang jodoh? Sebagaimana diketahui 
dalam agama kristen, jodoh di tangan Tuhan, jadi kita tidak akan bisa untuk 
mengubahnya. Tetapi ada yang mengatakan bahwa kita bisa mengubah jodoh kita 
sendiri. Jadi mana yang benar menurut Tao? 

Terimakasih sebelumnya.

--------------------------------------------------------------------------------------------
By: ching^_^
Posted: Tue Mar 25, 2003 9:51 pm    
Post subject: jodoh...
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

hi... 

Menurut Tao mana yang benar??? Saya mengutip dari perkataan seseorang sewaktu 
Chiang Tao... hahahaha... mohon maaf ya... Saya mau membagikan yang saya 
ingat kepada mereka hihihi... Begini loh saya akan mengambil satu contoh 
nyata lagi... Di Indonesia atau orang timur dikatakan benar apabila anak 
(yang sudah bekerja) mentraktir orang tuanya sewaktu makan di restoran secara 
bersama2... Di Amerika atau orang barat dikatakan benar apabila anak membayar 
sendiri makanan yang di pesan dan orang tua juga membayar sendiri 
makanannya.... Nah kalo begini yang mana yang benar... 

Hmm dua2nya benar hanya cara atau budayanya yang berbeda... Tetapi ada satu 
yang benar dari semua itu yaitu intinya... hmm mereka sama2 makan... kata 
"makan" ini yang benar... 

Jadi jika Anda bertanya yang mana yang benar dalam Tao??? Ini tergantung dari 
segi mana Anda memandang... Di posting yang sebelumnya saya ada bertanya Anda 
dari aliran mana??? 

Hm misalnya Anda bisa ketemu dengan aliran Tao sudah bisa di Tao Ying Suk itu 
juga sudah jodoh dengan Tao, Anda bisa membaca di buku STPC... 

Jodoh memang ditentukan oleh Tuhan akan tetapi jika kita tidak mencarinya juga 
Anda tentunya akan sulit mendapatkannya, juga bukan tidak mungkin Anda tidak 
mendapatkan jodoh tersebut, mungkin bisa lama kurun waktunya untuk bertemu 
dengan jodoh Anda maka lebih baik dicari bukan??? Ya seperti Anda berjodoh 
dengan Tao... Apabila Anda tidak mencarinya mungkin tahun depan baru ketemu 
atau 5 tahun lagi... Jadi lebih lama harusnya bisa belajar Tao bisa lebih 
sehat dan panjang umur di umur Anda yg 20 tahun misalnya... Tapi Anda 
berjodohnya di umur 60 tahun yang sudah memiliki penyakit... hihihihi lama2 
aku jadi ngomongnya nanti ttg Tao bukann jodoh lagi... 

Ya udah kalo blom mengerti Anda tanya lagi aja ya... Cuma ini yg saya tahu 
soalnya hahahahha... 

---------------------------------------------------------------------------------------------------
By: ching^_^
Posted: Tue Mar 25, 2003 9:56 pm    
Post subject: jodoh...
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

hi... 

Menurut Tao mana yang benar??? Saya mengutip dari perkataan seseorang sewaktu 
Chiang Tao... hahahaha... mohon maaf ya... Saya mau membagikan yang saya 
ingat kepada mereka hihihi... Begini loh saya akan mengambil satu contoh 
nyata lagi... Di Indonesia atau orang timur dikatakan benar apabila anak 
(yang sudah bekerja) mentraktir orang tuanya sewaktu makan di restoran secara 
bersama2... Di Amerika atau orang barat dikatakan benar apabila anak membayar 
sendiri makanan yang di pesan dan orang tua juga membayar sendiri 
makanannya.... Nah kalo begini yang mana yang benar... 

Hmm dua2nya benar hanya cara atau budayanya yang berbeda... Tetapi ada satu 
yang benar dari semua itu yaitu intinya... hmm mereka sama2 makan... kata 
"makan" ini yang benar... 

Jadi jika Anda bertanya yang mana yang benar dalam Tao??? Ini tergantung dari 
segi mana Anda memandang... Di posting yang sebelumnya saya ada bertanya Anda 
dari aliran mana??? 

Hm misalnya Anda bisa ketemu dengan aliran Tao sudah bisa di Tao Ying Suk itu 
juga sudah jodoh dengan Tao, Anda bisa membaca di buku STPC... 

Jodoh memang ditentukan oleh Tuhan akan tetapi jika kita tidak mencarinya juga 
Anda tentunya akan sulit mendapatkannya, juga bukan tidak mungkin Anda tidak 
mendapatkan jodoh tersebut, mungkin bisa lama kurun waktunya untuk bertemu 
dengan jodoh Anda maka lebih baik dicari bukan??? Ya seperti Anda berjodoh 
dengan Tao... Apabila Anda tidak mencarinya mungkin tahun depan baru ketemu 
atau 5 tahun lagi... Jadi lebih lama harusnya bisa belajar Tao bisa lebih 
sehat dan panjang umur di umur Anda yg 20 tahun misalnya... Tapi Anda 
berjodohnya di umur 60 tahun yang sudah memiliki penyakit... hihihihi lama2 
aku jadi ngomongnya nanti ttg Tao bukann jodoh lagi... 

Ya udah kalo blom mengerti Anda tanya lagi aja ya... Cuma ini yg saya tahu 
soalnya hahahahha... 

----------------------------------------------------------------------------------------
By: SHAN MAO
Posted: Tue Mar 25, 2003 11:01 pm    
Post subject: Jodoh?
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo Nenek Lan, 
Maksud anda jodoh dalam hal apa sih?

-------------------------------------------------------------------------------
By: Leon11
Posted: Wed Mar 26, 2003 10:52 am    
Post subject: Jodoh di tangan hansip
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hai Lan, 

Jodoh itu sebenarnya ditangan Hansip bukan ditangan Tuhan. Jadi jodoh bisa 
kita ubah juga bisa kita tentukan asal ... kita punya duit sam rokok buat itu 
hansip yang lagi jaga. 

Kembali ke masalah jodoh, manusia dikatakan berjodoh dengan seseorang, suatu 
kejadian, suatu pemilikan, atau lainnya, karena hal tersebut sudah terjadi. 
Jika belum terjadi maka orang2 selalu mengatakan 'mungkin' atau 'sepertinya' 
berjodoh dengan sesuatu, yang mana hal ini menunjukkan sesuatu yang belum 
pasti. 

Istilah atau kata 'jodoh' jelas adalah kosakata buatan manusia yang telah 
menyaksikan sesuatu rentetan kejadian yang menuju atau berakhir ke suatu 
kejadian. Jika akhir dari kejadian tersebut adalah terjadinya suatu hubungan, 
baik sebagai suatu kejadian, pemilikan suatu barang, atau terjadinya suatu 
hubungan antar manusia (nikah, cerai, jadi/tidak nikah, kematian, kelahiran, 
dll), maka dikatakan si anu berjodoh atau tidak berjodoh dengan anu. Bahkan 
yang sekarang dikatakan tidak berjodoh pun dapat saja suatu saat menjadi 
berjodoh. 

Jadi jodoh atau tidak jodoh, itu hanyalah merupakan istilah untuk suatu 
rentetan kejadian, yang mana melibatkan banyak sekali kejadian yang saling 
erat berhubungan. Dengan kata lain, kita tidak dapat langsung mengatakan 
jodoh atau tidak jodoh itu ditentukan oleh siapa, karena ini adalah suatu hal 
yang alamiah. Hal yang alamiah tentunya memerlukan perlakuan yang alamiah 
juga. 

Jadi siapa yang berani mengatakan sebelum suatu hal terjadi bahwa hal tersebut 
PASTI 101% akan terjadi karena sudah JODOH ? Jika ada dan terbukti (bukan 
hanya kebetulan saja), barulah yang disebut 'jodoh' sebagai bentuk ri'il 
adalah ada dan betul di tangan Tuhan. Jadi, bagi yang percaya bahwa jodoh di 
tangan Tuhan, tolong berikan argumentasinya. 

Salam,

-----------------------------------------------------------------------------------------
By: niniek_lan
Posted: Wed Mar 26, 2003 3:57 pm    
Post subject: Re: Jodoh?
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Sepertinya anda ini harus buka mata lebar2 yah, sebut nama orang saja salah. 
Coba dilihat n dibaca lagi yang benar .

-------------------------------------------------------------------------------------------------
By: butongpay
Posted: Wed Mar 26, 2003 5:09 pm    
Post subject: Menurut saya
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Menurut saya, 

Jodoh ditentukan oleh diri kita sendiri.Sejak lahir kita dikarunia TAO 
kebebasan untuk memilih.Kejodohan tentunya tidak 
terlepas dari kaidah TAO.Hukum sebab akibat mungkin dapat menjawab untuk 
sementara waktu. 

regards, 

butongpay

-------------------------------------------------------------------------------------------------
By: niniek_lan
Posted: Wed Mar 26, 2003 8:57 pm    
Post subject: Re: Jodoh di tangan hansip
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Bagaimana dengan cerita di bawah ini? 

Andri telah beranjak dewasa. Sudah saatnya ia mencari gadis yang baik untuk 
dijadikan istri. Tapi sampai saat ini, ia belum juga berhasil. Bukan suatu 
hal yang aneh. Ia memang terlalu mempertimbangkan bibit-bebet-bobot calon 
istrinya. Maka, saat Musim panas mulai bertiup, Andri melakukan perjalanan ke 
Yogya. Di tengah perjalanan, Andri memutuskan untuk beristirahat di sebuah 
Rumah penginapan yang berada di Sekitar Malioboro. Kebetulan ia bertemu 
dengan teman sekolahnya dulu. Maka Andri tak segan untuk menceritakan maksud 
perjalanannya itu. Seperti gayung bersambut, temannya menyarankan Andri untuk 
mencoba melamar anak gadis keluarga Surya. Menurut temannya itu, keluarga 
Surya adalah keluarga yang status sosial ekonominya sederajat dengan Andri. 
Lagipula, gadis itu sangat cantik dan terpelajar. Andri girang bukan 
main.Sebelum berpisah, teman Andri berjanji untuk mempertemukannya dengan 
'Pak Comblang' dari keluarga Surya , esok pagi. Pak Comblang inilah yang akan 
meneruskan data pribadi Andri kepada gadis tersebut. Bila keluarga itu 
berkenan menerimanya, maka Andri akan segera berkenalan, sebelum lamaran 
resmi atau khitbah diajukan. 
Kegembiraan yang meluap-luap memenuhi rongga dada Andri. Dibentangkannya 
sajadah, lalu ia mulai sholat istikhoroh. Baru kali ini Andri merasa 
melakukannya dengan sepenuh hati, dengan kepasrahan yang murni ... Ah. Tak 
terasa air mata Andri berjatuhan. Diam-diam menyelinap suatu penyesalan. 
Mengapa ia baru bisa khusyu' dan dapat merasakan ikatan yang erat dengan 
Allah, ketika ada masalah berat dan serius yang harus ia hadapi? Waktu subuh 
belum lama berlalu, namun Andri telah bersiap untuk pergi menemui Pak 
Comblang. Makin cepat makin baik, pikirnya. Di bawah sinar bulan sabit yang 
kepucatan, Andri bergegas menuju tempat itu. Fajar belum juga merekah ketika 
Andri sampai di tempat yang dijanjikan. Sepi sekali. Nyanyian jangkrik 
perlahan menghilang. Andri benar-benar sendirian. Di tengah kegamangan 
hatinya, Andri mencoba mengitari bangunan itu. Seperti sebuah musholla kecil. 
Cahaya lilin yang memantul di sela-sela kaca jendela, membangkitkan rasa 
ingin tahunya. Andri berjingkat ke arah jendela. Ditempelkan matanya ke 
celah-celah ... 
"Hei, masuklah!" "Jangan mengintip seperti itu!" Andri tersentak. Rasa malu, 
kaget dan takut berbaur menjadi satu. "Ayo, masuklah. Jangan takut!" Suaranya 
lebih lembut namun tetap berwibawa. Andri ragu-ragu. Tetapi rasa ingin tahu 
sedemikian menyerbunya. Akhirnya ia memberanikan diri melangkah ke dalam. 
"Kemarilah!" ajaknya tanpa melihat muka Andri. Andri memperhatikan dengan 
penuh seksama. Laki-laki itu belum terlalu tua, tapi wajahnya memancarkan 
kebaikan yang seolah-olah bersumber dari seluruh aliran darahnya. Bijak, 
arif, lembut namun tegas. Tentulah ia pengemban amanah yang luar biasa, pikir 
Andri. Laki-laki itu duduk di atas permadani sambil membaca sebuah buku. Lalu 
ia berkata perlahan: "Belum saatnya Andri .... Belum saatnya."Andri menatap 
wajahnya dengan penuh kebingungan. 
Lalu laki-laki itu kembali melanjutkan. Kali ini ditatapnya Andri dengan 
ketajaman jiwa. "Kau tahu? Semenjak seseorang ada dalam kandungan ibunya, 
Allah Ta'ala telah menetapkan 3 hal untuknya. Kau sudah tahu bukan! Salah 
satu di antaranya adalah jodohnya.. pasangan hidupnya." "Hmmmm..... seperti 
benang sutera." "Ya, seperti benang sutera yang diikatkan di antara mereka 
berdua. Kepada kaki laki-laki atau bayi perempuan yang lahir dan ditakdirkan 
berjodohan satu dengan yang lainnya. Begitu simpul diikatkan, maka tak ada 
suatu hal pun yang dapat memisahkan mereka." "Salah seorang diantara mereka 
mungkin saja berasal dari keluarga yang miskin, sedang yang lainnya dari 
keluarga yang kaya. Atau mereka terpisah bermil-mil jaraknya, bahkan mungkin 
ada yang berasal dari dua keluarga yang saling bermusuhan. Tapi pada 
akhirnya, bila saatnya telah tiba, mereka akan menjadi suami istri. Tak ada 
suatu hal pun yang dapat mengubah takdir itu." Laki-laki itu terdiam sesaat. 
Andri kini sudah sepenuhnya duduk terpekur di hadapannya. Kalimat demi 
kalimat disimaknya dengan seksama. "Jodoh adalah masalah yang paling ajaib 
dan paling gaib. Suatu rahasia kehidupan yang tak akan pernah tuntas untuk 
dimengerti. Bayangkan. Dua anak yang berbeda, tumbuh di lingkungannya 
masing-masing. Sebagian besar mungkin tidak menyadari kehadiran satu dengan 
lainnya. Tapi bila saatnya tiba, mereka akan bertemu dan mengekalkan 
ikatannya dalam tali pernikahan. "Kalau ada wanita atau laki-laki lain yang 
muncul diantara keduanya, ia akan terjatuh. la tak akan mampu melewati 
bentangan tali sutera yang telah diikatkan pada mereka. Ah, kau pasti pernah 
melihat orang yang patah hati bukan? Hhh, sebagian orang yang bodoh dan tak 
kuat menahan cobaan, memilih mati daripada patah hati. Bukan takdir yang 
memilihnya untuk bunuh diri. Itu pilihannya sendiri, ia cuma tak sabar 
menanti saat pertemuan itu datang. 
"Ketahuilah, Andri. Masalah jodoh adalah rahasia Allah. Kau harus dapat 
berdamai dengan takdirmu. "Bagaimana dengan aku!" sela Andri. "Apakah aku 
akan berhasil menikah dengan anak gadis dari keluarga Surya? Apakah ia 
takdirku?" tanyanya tak sabaran. Laki-laki itu tersenyum. "Belum saatnya 
Andri. Belum saatnya. Suatu saat nanti, kau akan menikah dengan seorang gadis 
shalihat, cantik dan pintar. Pun dari keluarga yang terhormat. Kelak, setelah 
menikah, kalian akan mempunyai anak laki-laki. Dan anakmu akan menjadi 
pedagang yang terpelajar. Ia dermakan kekayaannya untuk agama Allah. la juga 
akan menjadi anak yang senantiasa memelihara kedua orang tuanya. Meskipun 
kalian sudah tua renta nanti. Hal ini tak lepas dari peranan ibunya dalam 
mendidik anak itu." "Tapi itu nanti. Bila calon istrimu telah mencapai usia 
17 tahun. Sayangnya, saat ini dia masih berumur 7 tahun." "Hah!" Andri 
kebingungan. "Jadi saya harus membujang selama 10 tahun ?!" Andri menatap tak 
percaya. Ia berharap semua hanya kemungkinan karena ia salah dengar saja. 
Andri mencari kesungguhan di sana. Tapi semua sia- sia. Air muka laki-laki 
itu tak berubah sedikit pun. Dan Andri menyadari semua adalah kebenaran. 
"Kalau begitu, di mana dia sekarang? Dimana saya dapat menemui calon istri 
saya? Tolonglah?!" Andri memohon padanya. "Oh, gadis itu tinggal dengan 
wanita penjual sayur. Tak jauh dari sini. Setiap pagi, wanita itu datang ke 
pasar dan menjajakan sayurannya di sebelah kios ikan." 
Kukuruyukkkkk... !! Suara nyaring ayam jantan memecah keheningan. Andri 
tersentak. Kukuruyukkkkk...! ! Kokok nyaring ayam jantan membangunkan Andri 
dari tidurnya. Ah, rupa-rupanya ia tertidur di atas sajadah. Alhamdulillah, 
waktu subuh belum habis. Andri bersegera mengambil wudhu. Sehabis sholat 
subuh,Andri kembali teringat mimpinya. Seolah semua menjadi teka-teki. Andri 
belum tahu apakah harus menganggapnya sebagai jawaban atas sholat 
istikhorohnya atau tidak. Untuk menyingkap tabir mimpi itu, cuma ada satu 
cara yang bisa dilakukannya: mencari gadis kecil yang katanya calon istrinya 
itu! 
Lalu Andri pun bergegas ke pasar terdekat. Sepanjang jalan ia berdoa dan 
berjanji. Berdoa agar calon istrinya memang benar-benar baik bibit, bebet dan 
bobotnya. Sebagaimana telah diisyaratkan dalam mimpi. Dan berjanji untuk 
menerima takdirnya dan berusaha menjadi muslim yang baik. Lebih baik dari 
kualitasnya sekarang. Fajar telah lama merekah saat Andri tiba di sana. 
Orang-orang mulai melakukan kegiatannya. Pembeli mulai berdatangan. Ramai. 
Namun belum seramai satu jam yang akan datang. Maka Andri lebih leluasa untuk 
mengamati sekitarnya. Matanya berkeliling mengitari pasar, lalu tertumbuk 
pada sosok kecil di samping kios ikan. Wanita itu tua, kotor, lusuh. Kumal. 
Rambutnya telah keabu-abuan. Dengan sebelah mata tertutup lapisan katarak, ia 
duduk di selembar alas sambil menggendong bocah kecil di dadanya. "Oh, 
tidak!! Bagaimana mungkin?! Ini pasti kekeliruan!"Andri menatap kembali bocah 
terlantar yang kurus kering itu. Hatinya hancur. Ah, mimpi semalam 
benar-benar hanya bunga tidur. Andri kembali ke penginapannya dengan hati 
lesu. Kali ini bukan saja ia kecewa karena calon istrinya ternyata hanya 
seorang bocah gelandangan, tapi juga karena 'Pak Comblang' dari keluarga 
Surya tidak datang pada pertemuan yang ia janjikan. Tanpa suatu penjelasan 
apapun. Ah, sudah jatuh dari tangga, tertimpa genteng pula! Saya adalah 
seorang yang terpelajar. Sudah selayaknya saya mendapatkan seorang gadis dari 
keluarga terhormat. Semakin lama Andri memikirkan hal tersebut, semakin jijik 
ia membayangkan kemungkinan menikahi bocah kumal itu. Benar-benar 
menggelikan. Andri khawatir hal tersebut benar-benar akan terjadi. Dan ia 
tidak dapat tidur semalaman. 
Keesokan harinya. Andri pergi ke pasar bersama dengan pelayan setianya. Andri 
menjanjikan imbalan yang sangat besar apabila ia berhasil membunuh bocah 
kumal itu. Andri dan pelayannya berdiri di belakang pembeli. Begitu 
kesempatan datang, pelayan Andri menikamkan pisaunya ke arah si anak, lalu 
mereka kabur. Bocah kecil itu menangis dan wanita buta yang menggendongnya 
berteriak-teriak: "Pembunuh! Pembunuh!" Kegemparan segera menyebar ke seluruh 
penjuru pasar. Sementara itu, Andri dan pelayannya telah lenyap dari tempat 
kejadian. "Kau berhasil membunuh dia?" tanya Andri terengah-engah. "Tidak," 
jawab pelayannya. "Begitu saya menghunjamkan pisau ke arahnya, anak itu 
berbalik secara tiba-tiba. Saya rasa saya hanya melukai mukanya. Dekat 
alisnya." Andri segera meninggalkan penginapan. Kejadian itu dengan segera 
terlupakan oleh masyarakat sekitar. Ia kemudian pergi ke arah Barat menuju 
ibukota. Karena kecewa dengan kegagalan pernikahannya, Andri memutuskan untuk 
berhenti memikirkan perkawinan. 
Tiga tahun kemudian Andri dijodohkan dengan gadis yang mempunyai reputasi baik 
yang berasal dari keluarga Hartono. Sebuah keluarga yang cukup terkenal di 
masyarakat sekitar. Anak gadisnya terpelajar dan sangat cantik. Semua orang 
memberi selamat pada Andri. Persiapan pernikahan tengah dilangsungkan, ketika 
suatu pagi Andri menerima berita yang menyakitkan. Calon istrinya melarikan 
diri dengan laki-laki yang dicintainya. Mereka berdua telah menikah di kota 
lain. Selama dua tahun Andri berhenti memikirkan pernikahan. Saat itu ia 
berusia dua puluh delapan tahun. Ia berubah pikiran tentang mencari pasangan 
dari masyarakat yang sekelas dengannya; seorang gadis kota terpelajar. Maka 
Andri pergi ke pedesaan, mencari suasana baru. Di desa, Andri menghabiskan 
waktu dengan mempelajari buku-buku. Suatu hari ia membawa bukunya ke sungai 
di dekat ladang, agar lebih nyaman membacanya. Tanpa sengaja ia melihat gadis 
desa yang sedang memanen kentang. Andri jatuh hati padanya dan bersegera 
menemui orang tua gadis itu. Gayung bersambut, gadis itu menerima lamarannya. 
Maka Andri bergegas ke kota untuk membeli perhiasan dan baju sutera serta 
segala persiapan pernikahan. Selama beberapa hari, Andri berkeliling 
mengunjungi saudara-saudaranya untuk mengabarkan berita gembira itu. Seminggu 
kemudian ia kembali ke desa. Tapi yang ditemuinya hanya kabar buruk tentang 
sakitnya sang calon. Andri bersedia menunggu sampai ia sembuh. Sampai setahun 
hampir berlalu, penyakit calon istrinya malah semakin parah. Gadis itu 
kehilangan seluruh rambutnya dan menjadi buta.Ia menolak menikahi Andri dan 
berpesan pada orang tuanya untuk meminta Andri melupakan dia. Ia mohon agar 
Andri mencari gadis lain yang layak untuk dijadikan istri. 
Tahun demi tahun berlalu, sampai akhirnya Andri mendapatkan calon yang 
sempurna. Bukan saja ia cantik dan masih muda, tapi juga pencinta buku dan 
seni. Tak ada rintangan, khitbah pun segera dilangsungkan. Tiga hari sebelum 
pernikahan, gadis itu terjatuh dari tangga dan mati. Sepertinya nasib 
mengolok-olokkan Andri. Andri Ku menjadi fatalis. Ia tidak lagi peduli pada 
wanita, ia hanya bekerja dan bekerja. Sekarang ia bekerja di kantor 
pemerintahan di Yogya. Mengabdikan diri pada tugas dan sama sekali berhenti 
memikirkan pernikahan. Tapi ia bekerja dengan sangat baik, sehingga 
atasannya, Hakim Sulaiman, terkesan pada dedikasi dan kesungguhannya. Lalu 
mengusulkan Andri untuk menikahi keponakannya. Pembicaraan itu sangat 
menyakitkan Andri. "Mengapa Tuan mau menikahkan keponakan Tuan pada saya! 
Saya terlalu tua untuk menikah." Pejabat itu menasehati Andri tentang 
keburukan membujang. Lagipula menikah adalah sunnah Rasulullah. Maka Andri 
menyetujuinya, meskipun ia sama sekali tidak antusias. Andri benar-benar 
tidak melihat istrinya sampai pernikahan benar-benar selesai dilangsungkan. 
Istrinya ternyata masih muda, Andri lega melihatnya. Tingkah lakunya sangat 
baik dan Andri harus mengakui bahwa ia adalah istri yang sangat baik. Taat, 
sholihat dan selalu menyenangkan. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak 
menyukainya. Bila di rumah, istrinya selalu menata rambut dengan cara yang 
khas, sehingga menutupi pelipis kanannya. Menurut Andri, dengan tata rambut 
seperti itu istrinya kelihatan sangat cantik, tetapi ia agak heran. Tak 
kurang dari satu bulan, Andri telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Suatu 
saat ia bertanya, "Mengapa dinda tidak mengganti gaya rambut sekali-kali? 
Maksudku, mengapa dinda selalu menyisirnya ke satu arah?" Istri Andri 
menyibakkan rambutnya dan berkata, "Lihatlah!" Ia menunjuk ke luka di pelipis 
kanannya. "Bagaimana bisa begitu?" "Aku mendapatkannya saat berumur tujuh 
tahun. Ayahku meninggal di kantornya, sedangkan ibu dan abangku meninggal 
dunia pada tahun yang sama. Kemudian aku dirawat oleh ibu susuku. Kami 
mempunyai rumah di dekat Gerbang Selatan Yogya, dekat kantor ayahku. Suatu 
hari, seorang pencuri tanpa alasan apa pun, mencoba membunuhku. Kami sama 
sekali tidak mengerti, kami tidak pernah punya musuh. Ia tidak berhasil, tapi 
ia meninggalkan luka di kepala sebelah kananku. Karena itulah aku selalu 
menutupinya darimu." "Apakah ibu susumu hampir buta?" "Ya. Kok tahu?" "Akulah 
pencuri itu. Ah, tapi bagaimana mungkin! Semua begitu aneh. Semua terjadi, 
seperti ada yang telah mentakdirkan."Andri kemudian menceritakan semuanya. 
Bermula dari mimpinya setelah ia sholat istikhoroh, sekitar sepuluh tahun 
yang lalu. Istrinya juga bercerita, ketika ia berusia sembilan atau sepuluh 
tahun, pamannya menemukan ia di Sung-Cheng dan mengambilnya untuk tinggal 
bersama keluarganya di Shiang-Chow. 
Akhirnya mereka menyadari bahwa pernikahan mereka adalah sebuah takdir yang 
telah digariskan Allah Ta'ala. Andri menangis. Ia malu pada Penciptanya. Malu 
pada kesombongannya untuk menentang takdir. Ah ... pada saat itulah, Andri 
menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Tapi kenapa ketika ia mendapatkan 
petunjuk, ia malah mengingkarinya ? Saat itu juga, Andri melakukan sholat 
taubat. Untuk menjadi mukmin yang baik. Begitulah, kasih sayang di antara 
mereka kian tumbuh subur. Setahun kemudian lahirlah anak laki-laki. Istri 
Andri mendidiknya dengan sangat baik. Setelah dewasa, ia menjadi seorang yang 
terpelajar. Usahanya di bidang perdagangan maju pesat. Ia sangat penyantun 
dan terkenal kedermawanannya. Ketika sang anak menjadi gubernur, Andri telah 
lanjut usia. Anak dan istrinya tetap setia memelihara dan mencintainya. Di 
tempat mereka pertama kali bertemu, empat belas tahun sebelum pernikahan, 
anak Andri membangun tempat peristirahatan untuknya. "Dan segala sesuatu kami 
jadikan berjodoh-jodohan, agar sekalian kamu berpikir." (QS 51 : 49). "Dan di 
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri 
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, 
dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang 
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

------------------------------------------------------------------------------------------------
Life
Posted: Wed Mar 26, 2003 9:38 pm    
Post subject: Re: Tentang Jodoh
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo Niniek, 

Sekiranya kita membicarakan jodoh ditangan Tuhan betul juga, tapi apakah bisa 
kita bisa tahu dan melihat dengan kepada dan mata kita sendiri dialam sana ?. 
Jadi ini semuanya adalah merupakan cerita dan teori2 yang kita baca dibuku. 
Untuk saat ini kita sebagai manusia yach saya kemukakan bahwa jodoh ada 
ditangan kita dan bisa dirobah oleh kita. 

Salam, 
Life
----------------------------------------------------------------------------------------------
SHAN MAO
Posted: Wed Mar 26, 2003 10:54 pm    
Post subject: Nah.
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo Niniek Lan, 
Akhirnya bisa ketawa juga ya ! ............. Kata orang murah senyum murah 
jodoh lho ........... Kayak Life tuh sekali lompat langsung dapat ......... 
he... he... he. 
Ini cuma bergurau aja lho, soalnya saya lihat pembicaraan Niniek Lan Koq 
banyak tentang jodoh2an sih, kenapa emangnya ada masalah? ............. Kalau 
iya minta tolong tuh sama Leon11 supaya Hong Sui kamar tidurnya dirubah nanti 
kan cepat dapat jodoh ........ he.... he... he ........ Betulkan Leon11 ! 
sekali2 dipakai untuk nolong orang lain donk ilmunya itu ! 
Akhirnya biar tambah bingung, ada pertanyaan begini: Ada jodoh dulu baru ada 
cinta, ataukah ada cinta dulu baru ada jodoh ? 
Yang bisa jawab pasti dalam waktu dekat dapat jodoh ......... 
Salam hangat TAO.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadi
Posted: Thu Mar 27, 2003 2:04 am    
Post subject: Jodoh / tidak tampa dijalanin ..?
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/
 
Hallo niniek_lan 

dapatkah kita mengatakannya berjodoh tampa menjalaninnya? 

menurut saya CE RAN ajalah, bila anda suka dan senang ya lajutkan 
bila tidak ya lupakan. Apapun pilihan terbaik anda adalah jodoh anda, tapi 
bila anda tidak memilihnya (tidak memilih dengan ceroboh) anda tak akan tau 
apakah anda berjodoh/tidak. 

Salam, hadi

------------------------------------------------------------------------------------------
Leon11
Posted: Thu Mar 27, 2003 9:51 am    
Post subject: 
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hai Lan, 

Cerita itu sering saya dengar sewaktu saya masih kecil, hanya saja versinya 
sedikit berbeda. Yang ngasih tau mengenai jodohnya yg masih bayi adalah 
seorang pertapa Tao yang sakti. Dan karena kesel, dilemparnya si anak 
tersebut dengan sandal (semacam bakiak) sehingga menimbulkan bekas pada 
mukanya. Nah hal itu terungkap pada saat mereka menikah 17 tahun yg akan 
datang. 

Cerita-cerita semacam inilah yang membuat kita yakin bahwa sesuatu sudah ( & 
pasti) ditentukan oleh yang di atas. Terutama soal jodoh dan juga nasib. Nah 
kalau memang benar2 demikian, untuk apa kita berusaha, toh nasib / jodoh 
sudah ada yg menentukan. Biarkan saja waktu berlalu, lebih baik kita 
ber-malas2an, hidup santai sambil menunggu jodoh / nasib tersebut datang. 

Padalah sesuatu itu terjadi karena serentetan kejadian yang berlangsung sesuai 
hukum sebab akibat (sesuai hukum alam). Sebagai contoh adalah ramalan cuaca. 
Hal yang akan datang serta dapat kita prediksi jika tidak ada kejadian yang 
menyimpang dari serentetan kejadian yg telah dan sedang terjadi. Demikian 
juga nasib dan jodoh, jika kita tidak berusaha cari duit dengan benar, duit 
yang adapun kita tidak mau dan kita buang2, pastilah nasib calon konglomerat 
pun akan jadi kere. Juga jodoh, kalau kita selalu menolak atau tidak minat, 
ya .... ga ketemu deh jodohnya. Yang penting usaha serta minta 
dukungan/bantuan serta restu baik dari sesama manusia ataupun para dewa, 
bodhisatwa, Budha, Bunda Maria, Yesus, dll yang dianggap memberikan efek yang 
baik. 

Eh Shan Mao, aku ini ga ngerti ilmu apapun dalam Tao, juga feng shui, di sini 
juga cuma ikut2an nimbrung supaya rame gitu.... 

Salam,

----------------------------------------------------------------------------------
spotty
Posted: Sat Mar 29, 2003 12:00 pm    
Post subject: nasib,takdir,jodoh
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo lan, salam kenal!!! 
Sya setuju dengan sesiung lainnya yang mengatakan jodoh ditangn kita,yang 
menyediakan jodoh itu adalah yang diatas,tapi mengenai dapat atau tidaknya 
ada ditangn kita. 
Coba anda teliti lagi tulisan anda,disana sebenarnya anda telah mengakui bahwa 
jodoh ada ditangan masing masing individu yang berhubungan dengan jodoh yang 
telah diberikan. 

Salam hangat TAO. 

----------------------------------------------------------------------------------------
SHAN MAO
Posted: Sat Mar 29, 2003 10:58 pm    
Post subject: Gini aja deh.
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo semuanya, 
Dalam hal jodoh berlaku teori YIN YANG tentang ditangan siapa! (YI PAN YU WO, 
PAN YU DIEN = separoh ditangan kita dan separo ditangan Dien ....... he... 
he... he ). 
Dengan demikian kita dituntut tetap harus pro aktif untuk mendapatkannya, dan 
Shen akan membantu / mengarahkan kita untuk menemukan jalan yang terbaik 
dalam mendapatkan jodohnya. 
Syaratnya ya kita harus SIU SIN YANG SING (SIU TAO) untuk memupuk ketajaman 
indra penghayatan kita terhadap isyarat2 yang datang dari FFS, sehingga dalam 
perjalanan mencari jodoh, kita bisa terbebas dari hal2 yang mengganggu usaha 
kita itu. Jadi ya nggak sampai terjadi hal2 seperti dalam cerita2 diatas itu. 
Salam hangat TAO.

------------------------------------------------------------------------------------------
Pink02
Posted: Sat Mar 29, 2003 11:20 pm    
Post subject: Mohon petunjuk..
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hi, Shan Mao 

Saya melihat tulisan anda, rasanya pasti anda begitu perfect ilmu dan 
pengetahuan Tao nya, jadi saya mohon petunjuk lanjutan.... 
Apa hubungannya Siu Shing Yang Sing dengan Kejodohan ? 
Apakah FFS juga ikut campur dalam proses kita mencari jodoh ? apakah ada 
contohnya tentang hal ini ? misalnya si Anu sukses mendapatkan jodoh karena 
mendapat bantuan dari FFS. apa ada yg demikian ? 
Apa sih batasannya bahwa seseorang itu boleh dikatakan bahwa Siu Tao nya sudah 
cukup berhasil ? 

Sekian dulu, mohon petunjuk. 
Salam. 
Pink02

--------------------------------------------------------------------------------
avera
Posted: Sun Mar 30, 2003 1:33 am    
Post subject: Re: Tentang Jodoh
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hi , cik niniek 

langsung aja ke pertanyaannya yach ... 
1. Bisakah kita menentang jodoh ? jawabnya : bisa dan tidak . Maksudnya 
demikian , pada dasarnya masalah jodoh ini merupakan implikasi dari hubungan 
sebab akibat juga , karena sangat kompleks dan tiap individu berbeda maka 
ikatan tali perjodohan ( konon jodoh ini karena ikatan benang merah dari 
sononya ) bisa bersifat majemuk ( satu orang berjodoh banyak ) ..tentu saja 
kita tetap punya andil menentukan perjodohan kita sendiri....dapat saya 
ilustrasikan : Atas hanya mengatus kesempatan-kesempatan suatu pertemuan 
antara yang berjodoh saja ( contohnya : kita bisa bertemu orang ( lawan jenis 
) yang kita sukai dan cocok serta bisa menjadi teman )...untuk selanjutnya 
yang menentukan dan memutuskan serta menjalani perjodohan itu yach kita 
sendiri . 

2. Kalo ada yang berpendapat bahwa sepenuhnya di tentukan Tuhan , itu juga ada 
benarnya ....jika semua itu peristiwa itu telah berlalu ..dan sepasang 
manusia sudah resmi masuk dalam ikatan perkawinan ...maka pada saat upacara 
keagamaan.....adalah wajar jika ada statement bawa :"Tuhan telah 
mempertemukan sepasang manusia yang berjodoh ini menjadi sepasang suami istri 
yang resmi atas kehendak Nya ". ( ini memang benar..karena khan memang sesuai 
kenyataan yang ada ..yaitu pasangan itu sudah menyatu ). Akan tetapi apakah 
ada yang bisa memastikan sebelumnya bahwa , contohnya : si A berjodoh dengan 
si B ? ( kecuali juru ramal yang keblinger dan kelewat pede ) 

3. Masalah ada yang mengatakan bahwa kita bisa mengubah jodoh kita ? Secara 
pribadi statement ini saya tangkap secara positif sebagai suatu treatment 
psikologis untuk mempertebal kepercayaan diri kita , bahwa dalam hal hubungan 
"perjodohan" antara dua insan , kita harus lebih punya keberanian , inisiatif 
serta usaha untuk aktif mengejar "jodoh" kita secara proporsional sehingga 
seakan - akan pasangan kita adalah "jodoh" yang kita "pilih" dan kita yang 
menentukan siapa jodoh kita . Hal ini supaya secara psikologis kita tidak 
terjebak dalam perasaan 'menyesal' atas ke tidak puasan kita pada pasangan 
kita , karena merasa bahwa pasangan kita tersebut bukanlah jodoh "pilihan" 
kita . Saya rasa hanya itu saja...mungkin teman yang lain ada argument yang 
lebih on the point. 

4. Menurut Tao , jodoh itu lebih ke urusan "hutang piutang" ( impilikasi dari 
hubungan sebab akibat ) . Hal ini lebih simpel dan logis . 

Oke , itu aja yang aku tahu...moga yang lain ada yang mau bantu tambahin atau 
koreksi... 
Makasih....

---------------------------------------------------------------------------------------------
Victor_Tjham
Posted: Sun Mar 30, 2003 7:57 pm    
Post subject: jodoh...
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Salam Tao... 
Bicara tentang jodoh...aneh kalo dikatakan kita bisa menentang,apakah kita tau 
tentang masa depan dengan jelas dan dikatakan bisa menentang?Menurut saya 
pribadi jodoh tidak bisa ditentang. 

Misalnya:Kita sekarang dijodohkan dengan segala ikatan,dengan segala cara kita 
membatalkan ikatan itu.Kita berpikir kita telah menentang jodoh,dan 
mendapatkan lainnya. 
Kita pikirkan kembali apakah benar2 telah menentang atau memang jodoh kita 
bukan dengan yg pertama dan memang seharusnya dengan yg kedua,apabila anda 
mencoba menentang lagi dengan yg kedua dan mencoba dengan yg ketiga,anda 
berpikir lagi bahwa jodoh di tangan andakrena berhasil menentang jodoh 
lagi,bukankah jodoh anda dengan yg ketiga bukan yg kedua karena anda sudah 
berjodoh!.Apabila kita ngotot dan ingin menentang lagi,bukankah jodoh anda 
harus dengan yg selanjutnya lagi?! Masih juga anda tidak percaya jodoh tidak 
bisa ditentang dan anda mencoba menentangnya terus sampai anda kehabisan 
"waktu".Anda akan berkata "memang aku tidak ada jodoh"! ,tapi jangan 
takut..anda masih berjodoh koq ,bukankan jodoh anda memang tidak berjodoh 
koq,jadi jangan pernah berpikir anda bisa menentang.Itu hanya pemikiran saya 
pribadi. 
Salam.......


Back to top

---------------------------------------------------------------------------------------------------
SHAN MAO
Posted: Sun Mar 30, 2003 9:26 pm    
Post subject: Bu Kan Tang.

Hallo PinkO2, 
Wah anda sangat santun dalam memuji seseorang, tapi maaf ya sebetulnya saya 
masih selalu merasa kurang berhasil, dan justru sering WU setelah melihat 
tulisan anda lho! 
OK kita lihat pertanyaan anda yang pertama, Jelas donk SIU SIN YANG SHING 
sangat berpengaruh dalam perjodohan kita, misalnya pada orang yang tadinya 
bertabiat kasar dan angkuh serta punya kebiasaan jelek (Berjudi, mabuk dan 
merokok), setelah SIU SIN YANG SHING maka semua kebiasaan jeleknya berhasil 
dijauhi, sifatnya berubah menjadi lebih rendah hati dan lembut penuh 
kesungguhan hati, tentunya sifat yang demikian ini lebih menarik lawan jenis, 
akhirnya ya lebih muda dapat jodah daripada semula. ( Tapi bukan berarti yang 
kasar2 itu pasti nggak ada jodohnya lho! ....... soalnya hukum sebab akibat 
juga ada pengaruhnya dalam hal perjodohan ini, hanya saja bagi yang asalnya 
berat jodoh salah satu jalan ya harus dirubah melalui usaha SIU SIN YANG 
SHING itu........ ). 
Nah sekarang tentang pertanyaan anda yang kedua, Ya jelas donk FFS akan 
membantu kita seandainya kita menemukan kesulitan dalam segala hal termasuk 
soal perjodohan. Yang jadi masalah kan bagaimana supaya kita bisa betul2 
berkomunikasi dengan FFS kita (Artinya kita harus melatih kepekaan kita 
supaya bisa secepatnya berkomunikasi dengan FFS ....... he... he... he ) 
Contohnya banyak termasuk saya sendiri sudah mengalaminya, tapi mohon maaf 
nanti saja kalau kita copy darat, baru saya ceritakan langsung OK! Disini 
saya kuatir malah dianggap ngecap sama yang belum belajar TAO ........ 
Kalau tentang pertanyaan ketiga anda, itu sulit dijawab, ada yang berpatokan 
tingkatan Huang Yi nya dsb, tapi buat saya koq rasanya sulit memberikan tolok 
ukurnya, jadi ya harus jangan cepat puas diri dalam hal SIU TAO ini. 
Selanjutnya saya mengharapkan bantuan anda dalam topik baru SIU SIN YANG SHING 
nantinya. 
Salam hangat TAO.

--------------------------------------------------------------------------------
Life
Posted: Sun Mar 30, 2003 10:37 pm    
Post subject: Re: Bu Kan Tang.
Sumber: Tempat Diskusi Tao
URL: http://siutao.com/forums/

Hallo Shan Mao, 

Saya ikutan yach. Orang yang katakanlah Siu Sing Yang Sing nya sudah baik dan 
sudah bisa kontak FFS ternyata jodoh belum ketemu , bagaimana lagi jalan 
keluarnya !. Hutangkah dia piutangkah dia ?. 

Salam, 
Life

---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
Pecinan.com - http://www.pecinan.com
Tionghoa dalam Budaya dan Tradisi

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke