+ Serangan-Serangan Timur Lenk (Masa Kemunduran)        
Timur Lenk merupakan keturunan Mongol yang sudah masuk Islam, dimana
sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman masih melekat kuat. Dia berhasil
menaklukkan Tughluk Temur dan Ilyas Khoja, dan kemudian dia juga
melawan Amir Hussain (iparnya sendiri). Dan dia memproklamirkan
dirinya sebagai penguasa tunggal di Transoxiana, pelanjut Jagati dan
Turunan Jengis Khan.    

Setelah lebih dari satu abad umat Islam menderita dan berusaha bangkit
dari kehancuran akibat serangan bangsa Mongol di bawah Hulagu Khan,
malapetaka yang tidak kurang dahsyatnya datang kembali, yaitu serangan
yang juga dari keturunan bangsa Mongol. Berbeda dari Hulagu Khan dan
keturunannya pada dinasti Ilkhan, penyerang kali ini sudah masuk
Islam, tetapi sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman masih melekat kuat.
Serangan itu dipimpin oleh Timur Lenk, yang berarti Timur si Pincang.

Sang penakluk ini lahir dekat Kesh (sekarang Khakhrisyabz, "kota
hijau", Uzbekistan), sebelah selatan Samarkand di Transoxiana, pada
tanggal 8 April 1336 M/25 Sya'ban 736 H, dan meninggal di Otrar pada
tahun 1404 M. Ayahnya bernama Taragai, kepala suku Barlas, keturunan
Karachar Noyan yang menjadi menteri dan kerabat Jagatai, putera Jengis
Khan. Suku Barlas mengikuti Jagatai mengembara ke arah barat dan
menetap di Samarkand. Taragai menjadi gebernur Kesh. Keluarganya
mengaku keturunan Jengis Khan sendiri.

Sejak usia masih sangat muda, keberanian dan keperkasaannya yang luar
biasa sudah terlihat. Ia sering diberi tugas untuk menjinakkan
kuda-kuda binal yang sulit ditunggangi dan memburu binatang-binatang
liar. Sewaktu berumur 12 tahun, ia sudah terlibat dalam banyak
peperangan dan menunjukkan kehebatan dan keberanian yang mengangkat
dan mengharumkan namanya di kalangan bangsanya. Akan tetapi, baru
setelah ayahnya meninggal, sejarah keperkasaannya bermula setelah
Jagatai wafat, masing-masing Amir melepaskan diri dari pemerintahan
pusat. Timur Lenk mengabdikan diri pada Gubernur Transoxiana, Amir
Qazaghan Ketika Qazaghan meninggal dunia, datang serbuan dari Tughluq
Temur Khan, pemimpin Moghulistan, yang menjarah dan menduduki
Transoxiana. Timur Lenk bangkit memimpin perlawanan untuk membela
nasib kaumnya yang tertindas. Tughluq Temur setelah melihat keberanian
dan kehebatan Timur, menawarkan kepadanya jabatan gubernur di negeri
kelahirannya. Tawaran itu diterima. Akan tetapi, setahun setelah Timur
Lenk diangkat menjadi gubernur, tahun 1361 M, Tughluq Temur mengangkat
puteranya,Ilyas Khoja menjadi gubernur Samarkand dan Timur Lenk
menjadi wazirya. Tentu saja Timur Lenk menjadi berang. Ia segera
bergabung dengan cucu Qazaghan, Amir Husain, mengangkat senjata
memberontak terhadap Tughluq Temur.

Timur Lenk berhasil mengalahkan Tughluq Temur dan Ilyas Khoja.
Keduanya dibinasakan dalam pertempuran. Ambisi Timur Lenk untuk
menjadi raja besar segera muncul. Karena ambisi itulah ia kemudian
berbalik memaklumkan perang melawan Amir Husain, walaupun iparnya
sendiri. Dalam pertempuran antara keduanya, ia berhasil mengalahkan
dan membunuh Amir Husain di Balkh. Setelah itu, ia memproklamirkan
dirinya sebagai penguasa tunggal di Transoxiana, pelanjut Jagatai dan
turunan Jengis Khan, pada 10 April 1370 M. Sepuluh tahun pertama
pemerintahannya, ia berhasil menaklukkan Jata dan Khawarizm dengan
sembilan ekspedisi.

Setelah Jata dan Khawarizm dapat ditaklukkan, kekuasaannya mulai
kokoh. Ketika itulah Timur Lenk mulai menyusun rencana untuk
mewujudkan ambisinya menjadi penguasa besar, dan berusaha menaklukkan
daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Jengis Khan. Ia berkata,
"Sebagaimana hanya ada satu Tuhan di alam ini, maka di bumi seharusnya
hanya ada seorang raja".

Pada tahun 1381 M ia menyerang dan berhasil menaklukkan Khurasan.
Setelah itu serbuan ditujukan ke arah Herat. Di sini ia juga keluar
sebagai pemenang. Ia tidak berhenti sampai di situ, tetapi terus
melakukan serangan ke negeri-negeri lain dan berhasil menduduki
negeri-negeri di Afghanistan, Persia, Fars dan Kurdistan. Di setiap
negeri yang ditaklukkannya, ia membantai penduduk yang melakukan
perlawanan. Di Sabzawar, Afghanistan, bahkan ia membangun menara,
disusun dari 2000 mayat manusia yang dibalut dengan batu dan tanah
liat. Di Isfa, ia membantai lebih kurang 70.000 penduduk.
Kepala-kepala dari mayat-mayat itu dipisahkan dari tubuhnya dan
disusun menjadi menara. Dari sana ia melanjutkan ekspansinya ke Irak,
Syria dan Anatolia (Turki). Tahun 1393 Mia menghancurkan dinasti
Muzhaffari di Fars dan membantai amir-amirnya yang masih hidup. Pada
tahun itu pula Baghdad dijarahnya, dan setahun kemudian ia berhasil
menduduki Mesopotamia. Penguasa Baghdad itu, Sultan Ahmad Jalair,
melarikan diri ke Syria. Ia kemudian menjadi Vassal dari Sultan Mesir,
Al-Malik al-Zahir Barquq. Penguasa dinasti Mamalik yang berpusat di
Mesir ini adalah satu-satunya raja yang tidak mau dan tidak berhasil
ditundukkannya. Utusan-utusan Timur Lenk yang dikirim ke Mesir untuk
perjanjian damai, sebagian dibunuh dan sebagian lagi diperhinakan,
kemudian disuruh pulang ke Timur Lenk. Mesir, sebagaimana pada masa
serangan-serangan Hulagu Khan, kembali selamat dari serang bangsa
Mongol. Karena Sultan Barquq tidak mau mengekstradisi Ahmad Jalair
yang berada dalam perlindungannya, Timur Lenk kemudian melancarkan
invasi ke Asia Kecil menjarah kota-kota, Takrit, Mardin dan Amid. Di
Takrit, kota kelahiran Salahuddin al-Ayyubi, ia membangun sebuah
piramida dari tengkorak kepala korban-korbannya.

Pada tahun 1395 M ia menyerbu daerah Qipchak, kemudian menaklukkan
Moskow yang didudukinya selama lebih dari setahun. Tiga tahun kemudian
ia menyerang India. Konon alasan penyerbuannya adalah karena ia
menganggap penguasa muslim di daerah ini terlalu toleran terhadap
penganut Hindu. Ia sendiri berpendapat, semestinya penguasa muslim itu
memaksakan Islam kepada penduduknya. Di India ia membantai lebih dari
80.000 tawanan. Dalam rangka pembangunan masjid di Samarkand, ia
membutuhkan batu-batu besar. Untuk itu, 90 ekor gajah dipekerjakan
mengangkat batu-batu besar itu dari Delhi ke Samarkand.

Setelah fondasi masjid dibangun, tahun 1399 M Timur Lenk berangkat
memerangi Sultan Mamalik di Mesir yang membantu Ahmad Jalair, penguasa
Mongol di Baghdad yang lari ketika ia menduduki kota itu sebelumnya,
dan memerangi Kerajaan Usmani di bawah Sultan Bayazid I. Dalam
perjalanannya itu, ia menaklukkan Georgia. Di Sivas, Anatolia sekitar
4000 tentara Armenia dikubur hidup-hidup untuk memenuhi sumpahnya
bahwa darah tidak akan tertumpah bila mereka menyerah.

Pada tahun 1401 M ia memasuki daerah Syria bagian utara. Tiga hari
lamanya Aleppo dihancurleburkan. Kepala dari 20.000 penduduk dibuat
piramida setinggi 10 hasta dan kelilingnya 20 hasta dengan wajah mayat
menghadap keluar. Banyak bangunan seperti sekolah dan masjid yang
berasal dari zaman Nuruddin Zanki dan Ayyubi dihancurkan. Hamah, Horns
dan Ba'labak berturut-turut jatuh ketangannya. Pasukan Sultan Faraj
dari Kerajaan Mamalik dapat dikalahkannya dalam suatu pertempuran
dahsyat sehingga Damaskus jatuh ke tangan pasukan Timur lenk pada
tahun 1401 M. Akibat peperangan itu masjid Umayyah yang bersejarah
rusak berat tinggal dinding-dindingnya saja yang masih tegak. Dari
Damaskus para seniman ulung dan pekerja atau tukang yang ahli
dibawanya ke Samarkand. Ia memerintahkan ulama yang menyertainya untuk
mengeluarkan fatwa membenarkan tindakan-tindakannya itu. Setelah itu
serangan dilanjutkan ke Baghdad. Ketika Baghdad berhasil ditaklukkan,
ia melakukan pembantaian besar-besaran terhadap 20.000 penduduk
sebagai pembalasan atas pembunuhan terhadap banyak tentaranya sewaktu
mengepung kota itu. Di sini, seperti kebiasaannya, ia kemudian
mendirikan 120 buah piramida dari kepala mayat-mayat sebagai tanda
kemenangan.

Kerajaan Usmani, oleh Timur Lenk dipandang sebagai tantangan terbesar,
karena kerajaan ini menguasai banyak daerah bekas imperium Jengis Khan
dan Hulagu Khan. Bahkan, Sultan Bayazid, penguasa tertinggi kerajaan
ini sebelumnya berhasil meluaskan daerah kekuasaannya ke daerah-daerah
yang sudah ditaklukkan oleh Timur Lenk. Karena itu Timur Lenk sangat
berambisi mengalahkan kerajaan ini. Ia mengerahkan bala tentaranya
untuk memerangi tentara Bayazid I. Di Sivas terjadi peperangan hebat
antara kedua pasukan itu. Timur Lenk keluar sebagai pemenang dan
putera Bayazid I, Erthugrul, terbunuh dalam pertempuran tersebut. Pada
tahun 1402 M terjadi peperangan yang menentukan di Ankara. Tentara
Usmani kembali menderita kekalahan, sementara Sultan Bayazid sendiri
tertawan ketika hendak melarikan diri. Bayazid akhirnya meninggal
dalam tawanan. Timur Lenk melanjutkan serangannya ke Broessa, ibu kota
lama Turki, dan Syria. Setelah itu ia kembali ke Samarkand untuk
merencanakan invasi ke Cina. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di
Otrar, ia menderita sakit yang membawa kepada kematiannya. Ia
meninggal tahun 1404 M, dalam usia 71 tahun. Jenazahnya dibawa ke
Samarkand untuk dimakamkan dengan upacara kebesaran.

Sekalipun ia terkenal sebagai penguasa yang sangat ganas dan kejam
terhadap para penentangnya, sebagai seorang muslim Timur Lenk tetap
memperhatikan pengembangan Islam. Bahkan dikatakan, ia seorang yang
saleh. Konon, ia adalah penganut Syi'ah yang taat dan menyukai tasawuf
tarekat Naqsyabandiyyah. Dalam perjalanan-perjalanannya ia selalu
membawa serta ulama-ulama, sastrawan dan seniman. Ulama dan ilmuwan
dihormatinya. Ketika berusaha menaklukkan Syria bagian utara, ia
menerima dengan hormat sejarawan terkenal, Ibnu Khaldun yang diutus
Sultan Faraj untuk membicarakan perdamaian. Kota Samarkand
diperkayanya dengan bangunan-bangunan dan masjid yang megah dan indah.
Di masa hidupnya kota Samarkand menjadi pasar internasional, mengambil
alih kedudukan Baghdad dan Tabriz. Ia datangkan tukang-tukang yang
ahli, seniman-seniman ulung, pekerja-pekerja yang pandai dan
perancang-perancang bangunan dari negeri-negeri taklukannya; Delhi,
Damaskus dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan dan industri di
negerinya dengan membuka rute-rute perdagangan yang baru antara India
dan Persia Timur. Ia berusaha mengatur administrasi pemerintahan dan
angkatan bersenjata dengan cara-cara rasional dan berjuang menyebarkan
Islam.

Setelah Timur Lenk meninggal, dua orang anaknya, Muhammad Jehanekir
dan Khalil, berperang memperebutkan kekuasaan. Khalil (1404-1405 M)
keluar sebagai pemenang. Akan tetapi, ia hidup berfoya-foya
menghabiskan kekayaan yang ditinggalkan ayahnya. Karena itu saudaranya
yang lain, Syah Rukh (1405-144 7 M), merebut kekuasaan dari tangannya.
Syah Rukh berusaha mengembalikan wibawa kerajaan. Ia seorang raja yang
adil dan lemah lembut. Setelah wafat, ia diganti oleh anaknya Ulugh
Bey (1447-1449 M), seorang raja yang alim dan sarjana ilmu pasti.
Namun, masa kekuasaannya tidak lama. Dua tahun setelah berkuasa ia
dibunuh oleh anaknya yang haus kekuasaan, Abdal-Latif (1449- 1450 M).
Raja besar dinasti Timuriyah yang terakhir adalah Abu Sa'id (1452-1469
M). Pada masa inilah kerajaan mulai terpecah belah. Wilayah kerajaan
yang luas itu diperebutkan oleh dua suku Turki yang baru muncul ke
permukaan, Kara Koyunlu (domba hitam) dan Ak Koyunlu (domba putih).
Abu Sa'id sendiri terbunuh ketika bertempur melawan Uzun Hasan,
penguasa Ak Kdyunlu. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
We'll help your hive really thrive (healthy tips for the whole family).
http://us.click.yahoo.com/sjgFUD/0lQLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke