hmm.."akidah yg sama" bolehlah..:)maksudnya syahadat kan.?yaitu iman dan amal, yaitu iman kepada Allah dan amal spt Rasulullah:)
kalau sudah ber-iman tapi melakukan amal "ibadah" di luar contoh Rasul, berarti nyeleweng ya..?nah..karena merasa "seakidah" timbullah rasa sayang dan untuk selalu mengingatkan. misalnya begini: "say..koq lakuin maulid dan tahlil sich..?padahal Rasul nda pernah contohin tuch..?" "tapi inikan "baik"..?" kata "baik" yg harus digaris bawahi. yaitu "baik" menurut siapa..? dari riwayat Abu Nuaim, jafar abu thalib pernah berkata: "orang yg mula2 mengkiaskan urusan agama dengan pikirannya adalah Iblis yg berkata "saya lebih baik dari padanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." Maka barang siapa mengkiaskan urusan agama dengan pikirannya maka Allah sertakan dia di hari kiamat bersama dengan Iblis." (Tafsir An-Nur Tengku Muhammad Hasby Ash-Shiddiqy) dan sudah terbukti saat ini, banyak sekali orang2 yg melakukan ibadah dan menurut akal pikirannya "baik" walaupun tidak dicontohkan. jadi kata "baik" itu relatif:) "baik" menurut kita, belum tentu baik dan sesuai yg dikehendaki Allah. hmm..akidah dengan kalimat Tauhid yaitu Iman pada Allah dan amal spt Rasulullah:) tapi..is ok lah..silahkan aja melakukan apapun sesuai keinginan dan menurut kita baik, toch..kita tidak pernah akan menanggung amal perbuatan orang lain:)tapi untuk mengingatkan emang diwajibkan tuch- :) urusan orang mau terima or nda, bukan urusan orang yg sudah menyampaikan pemahamannya masing2. dan nda usah merasa dipaksa or diminta untuk meyakini. karena mengingatkan bukan memaksa tapi hanya sekedar menyampaikan aja. tapi bila diterima dengan hati yg jernih, harusnya itu adalah salah satu bentuk rasa sayang kepada sesama saudara "seakidah" but..yakinlah musuh yg nyata bagi kita adalah Iblis dan syaitan yg menyerupai manusia dan jin:) "kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". (Al-Araf : 17) menurut tafsir An-Nur yg baru tadi pagi aku baca:) iblis akan mendatangi dari arah depan yaitu keraguan pada akhirat, dari belakang yaitu menarik pada dunia, dari kanan yaitu keragu2an dalam agama, dari kiri yaitu membuka lebar pintu maksiat. hmm..hebat ya Iblis..:)wueleh..ngelantur lagi ya..:) dah ah..mending asik liatin orang2 yg lagi pada ngelantur:) "Ya Allah aku berlindung padaMu dari godaan iblis yg datang dari arah depan dan belakangku, dari arah kanan dan kiriku dan aku berlindung padaMu dari serangan musuh yg mendadak dari arah yg tidak disangka2" salam:) hana --- In [email protected], "MR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ah aku jadi bingung nih, mungkin ini karena dasar saya yang bodoh dalam > agama, > dengan singkat sudah saya tulis bahwa....Maka dari itu selama dalam > lingkaran akidah yang sama, mengapa perbuatan amal kebaikan yang berbeda > amalannya harus diperdebatkan ? > > apakah amalan yang berbeda (misal tahlil, maulid dll) termasuk munkar > sehingga perlu diperangi ? yah...jika benar seperti itu maka sampai kiamat > pun akan terus "berperang". Coba deh yang amalannya berbeda jangan diganggu, > insya Allah tidak ada "perang". eh..eh..maaf jadi maksa'in > pendapat...he..he..lanjut deh "perang"nya > > emang dasar saya bodoh dalam agama, nulisnya aja gak pakai dalil. > > > ----- Original Message ----- > From: "duy_201" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, December 15, 2005 10:09 AM > Subject: [keluarga-islam] Re: Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADIS IMAM > BUKHORI DAN MUSLIM (1) > > > > Assalamu'alaikum wr. wb. > > > > Akang2, abang2, dan mas2 sekalian yg dirahmati Allah.... > > > > Salah satu kewajiban penting yang diamanahkan oleh Rasulullah saw > > kepada kita kaum Muslim adalah "al amru bil ma'ruf dan al- > > nahyu 'anil munkar". Memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah > > kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin, > > sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Terlebih lagi para ulama, > > di mana pun mereka berada, tugas mereka adalah menyebarkan > > kebenaran, menyebarkan As-Sunnah dan mengajari manusia serta tidak > > enggan atau sungkan untuk melakukannya. Walaupun dia harus rela > > dicerca dan dihina seperti halnya yang dulu dialami Rasulullah saw. > > Wajib atas para ahli ilmu tesebut untuk menyebarkan kebenaran yang > > telah diketahui. Jadi hal ini mereka lakukan bukan untuk menyerang > > atau menyudutkan golongan atau paham tertentu. Selayaknyalah kita > > berhusnudzon kepada mereka yang diberi amanah untuk itu. > > > > > > Rasulullah saw sudah mengingatkan, agar siapa pun jika > > melihat kemunkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan > > lisan, atau dengan hati, sesuai kapasitasnya. > > > > Dalam kitabnya, Ihya' Ulumuddin, Imam al-Ghazali menekankan, bahwa > > ativitas "amar ma'ruf dan nahi munkar" adalah kutub terbesar dalam > > urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi > > itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas 'amar ma'ruf > > nahi munkar' hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi > > rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri > > akan binasa. Begitu juga umat secara keseluruhan. Kemunkaran ilmu > > merupakan kemunkaran yang terbesar dalam perspektif Islam. > > Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang > > salah mengacaukan batas antara al-haq dan al-bathil. Orang yang > > bathil tidak menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa > > yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Allah SWT berfirman, > > yang artinya: "Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang > > orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?" Yaitu orang- > > orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi > > mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya." (QS al- > > Kahfi:103-104). > > > > Marilah kita terus belajar dan belajar agar kita tidak mendapati > > ilmu yang salah. Menegur, mengingatkan, sebatas ilmu yang kita > > miliki adalah kewajiban bagi kita sesama muslim. > > > > Wassalamu'alaikum > > > > --- In [email protected], "MR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > bukan untuk mendukung kang nceps, tetapi pendapat kang nceps > > sepemahaman > > > dengan saya. > > > > > > Jika ada orang Islam/segolongan orang Islam yang menilai perbuatan > > orang > > > Islam lainnya dalam rangka menambah kebaikan amal, seperti tahlil, > > maulid, > > > dan lainnya yang tidak sepaham, sebagai perbuatan bid'ah atau > > sesat, maka > > > mereka menilai dari sudut pandangnya sendiri, dan yang melakukan > > itu juga > > > punya keyakinan serta penilaian dari sudut pandangnya, sehingga > > biarkan saja > > > orang berbuat sesuai keyakinannya. > > > > > > Yang sering jadi masalah adalah ketika si-A melakukan hal yang > > tidak sepaham > > > dengann si-B, lalu si-B mengatakan bahwa itu bid'ah/sesat, maka > > sudah pasti > > > si-A akan melawan perkataan si-B. Seandainya si-B tidak menilai > > perbuatan > > > si-A bisa dipastikan si-A tidak akan melawan / menilai si-B. Maka > > dari itu > > > selama dalam lingkaran akidah yang sama, mengapa perbuatan amal > > kebaikan > > > yang berbeda amalannya harus diperdebatkan ? > > > > > > Mohon maaf, saya yang bodoh dalam agama ini ikut menyampaikan > > pendapat, jika > > > tidak ada kesepahaman mohon dimaafkan. > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
