hehehe..itulah yg buat miris aku selama ini. lha..koq ternyata banyak orang bodoh yg mengikuti akalnya, hingga mengartikan "jihad" konotasinya selalu "perang". dan kasus imam samudra ini adalah bukti dari sekian banyak manusia yg menggunakan akalnya dan mengartikan sendiri dengan logikanya, bahwa "jihad" yg mereka maksud adalah melemparkan bom dimana2 adalah bentuk "jihad" yg dianggap "baik" gila!!
hmm..makanya aku selalu mikir, kenapa kita nda boleh sembarangan gunakan dan masukan ke dalam memory otak kita sesuatu yg tidak jelas? karena hanya menjadikan sampah dalam otak dan mengurangi kapasitas otak dalam menampung yg semestinya ditampung dan mengabaikan yg semestinya kita abaikan:)hingga otak jadi bersih dalam menerima dan belajar sesuatu yg seharusnya kita pelajari. dan terhindar dari virus dan sampah yg memenuhi memory dalam otak. otak yg sudah diisi dgn berbagai macam data yg tidak perlu akan cenderung terkena virus or melemahkan memory otak dalam menerima suatu data yg semestinya diolah secara maksimal. hmm..otaknya imam samudra, cs itu rasanya sudah terkena infeksi virus yg menyerang otak dan membuat memory otaknya rusak, akhirnya menghasilkan output data yg amburadul, akhirnya mengartikan jihad adalah dengan melakukan peledakan ditempat yg dianggap tepat untuk diledakkan. btw : jangan baca buku sembarangan, jangan ikutin "imam" sembarang, jangan masukin data ke otak sembarangan, pokoe jangan sembarangan upsst..lagi ngomong imam samudra jadi lari ke otak?:) ya..aku terbiasa mencari akar permasalahan, kenapa sampe orang melakukan itu dan kenapa sampe semua terjadi:) dah ah..mau merenung lagi:)lagi jadi gembala di tetangga sebelah:) ada domba yg berusaha mengacak dan merusak tanaman di pagar orang. salam:) hana --- In [email protected], "kang nceps" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > wah ini menarik,,,, > mengenai imam samudra ini karena kang ahmad juga berbicara masalah ini > dulu tapi belum sempet saya tanggapi, sebagian orang [dan semakin > banyak lagi bagaian orang ini] setuju dengan cara-cara imam samudra > berjuang tapi itu lebih banyak terjadi di arus bawah atau islam aliran > keras umumnya setuju dan menganggap bahwa cara-cara jihad seperti ini > adalah cara satu-satunya saat ini, > > korban yg berjatuhan dianggap sebagai korban syahid juga dan orang > yang mengajarkan diangap juga orang yang mengajak kepada jalan > syahid,sementara korban dari NONI dianggap korban kufur walaupun > mereka berstatus rakyat sipil,tapi sepertinya mas imam tidak pernah > dan tidak akan menyesalinya perjuangan dia,karena sudah berazazkan > "karena Alloh dan berada di jalan Alloh" > > bahkan dalam suatu waweancara terakhir beliau mengenai kematian Dr > Azhari ,bahwa si doi sudah bertemu bidadari ,sementara saya belum > katanya,,, > > nah jalan syahid ini bisa menjadi mis interpretasi didalam pandangan > berbagai manusia, dan menghasilan berbagai tindakan yang berbeda > dengan di jaman rasululloh,padahal seharusnya sama karena surganya > cuma satu dan dikelilingi berbagai syarat yang harus dimengerti oleh ummat > > ada yang menanggapi,,,? > > wassalam > KnC > > --- In [email protected], "suhana032003" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > OK!! bang yudi:) aku patuh aku taat bila Allah yg merintahkan dan > > Rasul yg mencontohkan-:) > > > > makanya kata "silaturahmi" sengaja aku kasih tanda petik, dan > > kukatkan bisa penting bisa juga tidak:) soale aku nda mau silaturahmi > > sama musuh2nya Allah dan yg melacurkan diri dengan ayat2 Allah. > > walaupun mereka berlabel islam, tapi mereka sudah menodai ajaran > > islam yg sebenarnya. misalnya silaturahmi sama imam samudra or nurdin > > m top:)hehe aku nda mau silaturahmi sama mereka-:) tapi kalau > > silaturahmi sama bang yudi, bang dayat, bang Arland, mas agung, kang > > nceps, kang ramdan, is ok lah..:)hehe > > > > gimana..?penjelasanku masuk akal kan..?:) > > > > salam:) > > hana > > > > --- In [email protected], "duy_201" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Sorry Teh Hana, koreksi dikit... > > > Ukhuwah dan tali silaturahmi adalah hal yang sangat penting... > > > > > > "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama- Nya > > > kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan > > > silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" > > > (Q.S. An-Nisaa: 1). > > > > > > Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata: > > > Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk > > > sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim > > > (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang > > > berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. > > > Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang > > > yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia > > > berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian > > > Rasulullah saw. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian > > > mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat > > > kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka > > > itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya > > dan > > > dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran > > > ataukah hati mereka terkunci > > > Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 4634 > > > > > > Salam :) > > > Yudhi > > > > > > -- > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference. http://us.click.yahoo.com/3CxSRB/SdGMAA/a8ILAA/wDNolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
