Assalamu 'alaikum wr. wb.

Yang saya maklumi bukan profesinya, tapi tekhniknya.
Seorang buruh bangunan sekalipun kalau Alloh menginginkan dia menjadi 
Ulama Besar, ga masalah... kun faya kun....
Akan tetapi Teknik Tukang service dengan Buruh Bangunan berbeda teh 
hana.
Coba aja kalau kita service teriskaan, pasti tukang service teriska 
setelah memperbaiki teriska yang rusak itu, dia akan bilang pada 
kita: Silahkan anda coba dulu... kalau ga panas lagi, bawa aja kemari 
lagi... besok dibetulkan lagi...

Tapi Kalau buruh bangunan, sebelum membuat rumah, mereka pasti 
memegang gambar disign bangunan yang sudah terencana matang, baik itu 
struktur gambar, sanitasi, maupun komposisi beton dan adukannya, 
supaya ga bongkar pasang di sana sini...

Nah dalam hal ini, begitu juga seperti artikel yang ditulis syekh as-
saqof, yang menggambarkan, seakan-akan, syekh Al-Bani itu suka 
mensahihkan satu hadits, kemudian diwaktu yang berbeda beliau 
mendoifkan, gimana orang ga bingung dibuatnya?
Mestinya kan sebelum mensahihkan suatu hadits dia harus teliti 
sungguh-sungguh tentang penelitiannya itu.
Ente faham...?

Sekali lagi saya katakan Saya MEMAKLUMI akan latar belakangnya yang 
dari orang tekhnik seperti teh hana... he..he..he...

wassalam,



--- In [email protected], "suhana032003" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "Arland" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu 'alaikum wr. wb.
> > 
> > Soalnya maklum aja, beliau kan mantan tukang service jam, seorang 
> > tukang service sudah biasanya suka bongkar pasang sana-sini, yang 
> > kurang pas pasti disetel ulang. 
> > Tapi yang lagi dikerjakan sekarang kan masalah Hadit Nabi, bukan 
> jam 
> > tangan atau weker.
> > Ga bisa semau gue gitu dongk.....:))
> > 
> ===============================
> wa'alaikum salam wr.wb
> 
> sory bang..:)yg ini kayanya kurang sreg terdengar ditelinga dan 
> ditangkap di otakku:)apakah salah bila ternyata tukang service jam 
> bisa menjadi ulama or apalah yg dianggap "baik" dimata orang? itu 
> salah?? sesungguhnya banyak sekali para ulama besar yg awal 
> sebelumnya adalah seseorang yg tidak dipandang sebelah mata? bahkan 
> banyak ulama besar itu berasal dari orang2 yg sebelumnya tidak 
> dianggap sama sekali?spt ahmad dedat yg pernah aku baca adalah 
> seorang buruh pabrik garam, spt bilal pun sebelumnya hanya budak 
> seorang kafir, iman syafei pun bukan dari kalangan orang yg 
dianggap 
> sebelah mata(tapi aku lupa, kalau nda salah beliaupun seorang 
buruh). 
> tapi kalau Allah berkendak akan diberikan ilmuNya pada orang yg 
> dikendakiNya dan tidak ada satupun yg bisa menolak ilmu yg akan 
Allah 
> berikan, walaupun pada seorang gembel sekalipun:) gimana bang..:) 
nda 
> usah bawa2 tukang service jamnya ya..?kacian..kalau boleh milih, 
> mungkin beliau maunya jadi pengusaha mobil mewah:)hehehe
> 
> salam sayang:)
> hana
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "duy_201" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > >
> > > --- In [email protected], "kang nceps" 
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > > wrote:
> > > >
> > > > ehh,,,kang yudi alias duy201 (wiro 201),,
> > > > 
> > > > > pembicaraannya ada yang tidak sesuai dengan cara kita maka 
> > tidak 
> > > perlu
> > > > dipaksa untuk menerima, apalagi memaksa orang lain untuk 
> > > menerima,,,
> > > > 
> > > > begitu juga dengan golongan lain yang bersebrangan apabila 
ada 
> > yang
> > > > perlu dibenarkan maka dukung dan ikuti dan apabila ada yang 
> tidak
> > > > cocok dengan kita maka tinggalkan ,tidak perlu dipaksakan 
> > > > 
> > > 
> > > # LHA, YANG MEMAKSA SUPAYA ORANG LAIN UNTUK MENERIMA ITU SIAPA 
> > > YAH...? :)
> > > 
> > > > jadi pada intinya dalam beragama juga ada toleransi bukan 
hanya 
> > > antara
> > > > ummat berbeda agama,tapi dalam hal berbeda aplikasi nilai-
nilai 
> > > beragama, 
> > > > karena kita tidak menuhankan mazhab,tidak menuhankan 
faham,tidak
> > > > menuhankan golongan, jadi selama tuhannya  gusti Alloh kalo 
> > menurut
> > > > saya apabila ada perbedaan didalam aplikasinya maka 
bersikaplah 
> > > lentur
> > > > agar bisa fleksibel kesana-kesini, tapi tetap berbentuk karet 
> > > 
> > > # TOLONG TUNJUKKAN DI POSTINGAN YANG MANA SAYA BERSIKAP KASAR 
> KANG? 
> > > MOHON MAAF KALAU MEMANG DEMIKIAN, SAYA SAMASEKALI TIDAK 
BERMAKSUD 
> > > BEGITU...
> > > 
> > > > 
> > > > FYI saudi arabia=Wahabi silahkan lihat arsip KI mengenai 
sejarah
> > > > islam,jadi kalo ada penghargaan buat beliau ya wajar,ibarat 
> gusdur
> > > > dikasih penghargaan sama NU he,,he
> > > > 
> > > 
> > > # NAH-NAH.. SURABI LAGI, EH WAHABI... ADUH KANG ADA APA SIH 
> DENGAN 
> > > WAHABI.. TRUS KALAU SAUDI ARABIA ITU WAHABI, KENAPA JUGA? APA 
ADA 
> > > YANG SALAH DENGAN NEGARA YANG SATU INI DALAM MENEGAKKAN DAN 
> > > MENERAPKAN NILAI2 AGAMA? TOLONG DONG JELASIN MENURUT PEMAHAMAN 
> > > AKANG, JANGAN BIKIN SAYA TAMBAH LIEUR AH...
> > > 
> > > > wassalam
> > > > KnC
> > > > 
> > > > 
> > > >
> > >
> >
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/9s3l1A/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke