Para Ahlus Sunnah wal Jama’ah Menginginkan Surga
Oleh : Dr. A’idh Abdullah Al Qarni*
 
*Penulis buku best seller “La Tahzan”
 
Mencari surga merupakan tujuan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, (dan ini) berbeda dengan para sufi yang mengatakan, “Kami, demi Allah, tidak menginginkan surga dan tidak pula takut neraka”.
 
Ini menyelisihi apa yang termaktub di dalam Al Qur’an, dimana Allah SWT berfirman :
 
“Wa saari’uu ilaa maghfiratim mirrabbikum wajannatin ‘ardhuhaas samaawaatu wal ardhu u’iddat lil muttaqiin” yang artinya “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa” (QS Ali Imran 133)
 
Mereka (kaum sufi) juga berkata, “Kami tidak mencari surga, tidak beramal untuk surga dan tidak menginginkan surga.  Kami hanya beramal karena ridha Allah, baik dimasukan ke dalam surga maupun ke dalam neraka”. 
 
Hal ini dinukil dari Rabi’ah Al Adawiyah bahwa ia mengatakan, “Aku tidak beramal karena mencari surga-Nya dan tidak pula takut nerakaNya, tetapi aku hanyalah beramal karena wajahNya”
 
Hal tersebut adalah suatu kekeliruan karena Allah SWT berfirman :
 
“Minkum may yuriidud dunyaa wa minkum may yuriidul aakhirah” yang artinya “Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat” (QS Ali Imran 152)
 
Ahirat itu mencakup apa yang terdapat di sisi Allah, ridha Allah, surga Allah, ampunan Allah dan memandang wajah Allah.
 
Maraji’
Disarikan dari buku Sakaratul Maut, A’idh Abdullah Al Qarni, Darul Haq, Jakarta, Cetakan Pertama, Januari 2004, hal 212 dan 246
 
Semoga Bermanfaat
 
*Tambahan :
Di dalam buku Kaifa Ihdaytu Ila At Tauhid Wa Ash Shirath Al Mustaqim yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Tibyan Solo, Syaikh Muhammad Jamil Zainu pernah mengikuti suatu tarekat sufi yang mana mereka mengucapkan sya’ir berikut sambil bernasyid beramai - ramai,
 
“Barangsiapa yang menyembah Allah karena mengharapkan surga-Nya atau takut karena neraka-Nya sesungguhnya dia telah menyembah berhala” (Sya’ir ini milik Abdul Ghani An Nabiisi dari Thariqat Sufi Syadziliyah)
 
Dulu saya juga sering mendengar nasyid yang dibawakan grup Nasyid Raihan dari Malaysia yang baitnya kurang lebih seperti ini,
 
“Wahai Tuhan ku tak layak ke surga-Mu, namun tak pula aku sanggup ke neraka-Mu…”,
 
Menurut dugaan kuat saya bait nasyid ini berasal dari kelompok sufi dan bait nasyid ini  sangat bertentangan dengan sifat raja’ (harapan) hamba Allah SWT agar dimasukan ke dalam surga-Nya dan sifat khauf (takut) hamba Allah SWT jika dimasukan ke dalam neraka-Nya.  Wallahu a’lam.
 
 
 
 
 
 
 


KuHanyaOrangBiasa
 
MURNIKAN TAUHID, TEGAKAN SUNNAH
 
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari - Muslim) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Riyadush Shalihin]


Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke