Assalamu'alaikum wr.wb.,

Mas Ari,
Sepertinya perlu diklarifikasi lagi ..  apakah "belajar sampai ke negeri Cina" ini sebuah hadits?  Kalau iya, bagaimana derajatnya?  Mungkin yang ahli hadits bisa mengupasnya ...

Beanr, bahwa apapun bisa dipakai sebagai media untuk belajar.  Bahkan hikmah pun, meski keluar dari mulut binatang, mesti kita terima kalau memang benar ...

Hanya masalahnya, menuntut ilmu agama itu (khususnya) memang ada adab2nya
Imam Malik pernah berkata, "Setiap ilmu harus ditanyakan kepada ahlinya." ( Barnamij 'amali lilmutafaqqihin,  Dr. Abdul Aziz al-Qari' hal 46, 48). Di dalam kitab Hilyatu Tholibul'Ilm karangan Dr. Syaikh Bakar Abu Zaid disebutkan, "Barang siapa yang memasuki (mempelajari) ilmu tanpa syaikh (guru), maka dia akan keluar dengan tanpa membawa ilmu." Dikatakan pula, "Barang siapa memasuki suatu ilmu sendirian, maka akan keluar sendirian pula."

Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi menyatakan; barang siapa yang mempelajari ilmu agama tanpa guru, maka gurunya adalah syetan.

Belajar melalui seorang guru otomatis akan membantu kita dalam memfilter; apakah sesuatu itu menyimpang atau tidak dari Al-Quran atau Hadits.

Mohon maaf bila kurang berkenan.

Salam sayang,
Hidayat

On 12/26/05, Ari Dino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     Nah masalah belajar ini,...
>
>  Mengejawantahkan perintah Rosul untuk belajar walau sampai kenegeri China, kita harus bisa melpasakan diri kita dari dogma dogma yang sudah ada. Belajar tidak harus selalu di belakang bangku belajar dan mengikuti pelajaran dari guru. Harus sekolah/pesantren/kuliah belajar seperti ini adalah metode yang mengungkung kita sehingga semakin tertinggalah kita umat Islam di banding orang orang Yahudi.
>
>  Belajarlah, dengan metode free style, explore kemampuan otak sampai batasan yang bisa di tampungnya. Jangan terkungkung dengan metode lama, belajarlah sampai ke negeri maya, begitu mungkin phrase yang tepat untuk mengibarkan semangat belajar para netter di sini. Mau belajar apapun ada, silahkan pergunakan teknologi buatan kafirun ini dan jadikan sebagai tempat unutk memperlajari ilmu Alloh, setidaknya yang sudah ada dan bisa dipelajari.
>
>  Namun tetap saja, sebagai orang Islam, batasan kita adalah Alloh dan Rosul, jika berbenturan dengan dua koridor ini, kewaspadaan kita harus tetap ada dan tidak menelan mentah mentah apapun yang kita pelajari.
>
>  Yuk belajar free style.....
>
>  Salam
>  Ari
>
>



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke