At 12:41 PM 12/26/2005, you wrote:
Mas Ari,
Menurut saya, free style ini lebih tepat kalau untuk 'hikmah' atau nasihat/perbuatan baik.  Misalnya, tentang masalah akhlak ...

Bisa ya bisa juga tidak...


Kalau tentang aqidah dan syari'ah, mesti mengikuti kaidah menuntut ilmu dengan benar.  Free style ini kalau untuk aqidah atau syari'ah cukup rawan, karena kita sepenuhnya mengandalkan kemampuan otak kita (meski dengan tujuan hanya ALlah dan Rasulnya).

Tidak sepenuhnya mengandalkan otak kita. Free style disini menitik beratkan pada pengosongan dan pembebsan otak dan hati kita dari warna warni Islam dan bebagai macam "bau" mazhab, tatap saja untuk mengerem akal kita yang memang terbatas, apa yang kita pelajari dari manapaun dari apapun dari siapapun, harus di cocokkan dengan koridor Alloh dan Rosul Nya, bisa dengan diskusi, bisa dengan bertannya pada "guru"/ ulama, dengan membaca kitab kitab Islam dlsb. Free ini bukan membebaskan akal yang terbatas ini untuk sebebas bebasnya menggali ilmu Alloh tapi free ini adalah membebaskan otak dan hati kita dari distorsi pemikiran para pemikir Islam. Free disini berarti meng-Nol kan akal dan hati untuk menerima kebenaran yang hakiki.


Bagaimana memastikan bahwa apa yang kita pelajari bebas dari nafsu atau mengandalkan hanya ra'yu (rasio) saja?

Tentu saja dengan selalu berpedoman pada Alloh dan Rosul Nya. Karena tujuan kita adalah ini...

Salam
Ari



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke