COMES: Khatib Masjid al Aqsha dalam khutbahnya,
Jum'at (30/12/05) kemarin, Dr. Ismail Nawahedha mengingatkan kota al Quds bisa
hilang total bila kondisi ketidakpedulian dan sikap diam dunia Arab dan Islam
terus berlanjut. Dia menegaskan urgensinya kota al Quds, kendudukannya dan
kedudukan masjid al Aqsha al Mubarak.
Nawahedha mengecam sikap dia dunia Arab dan Islam atas apa yang terjadi di al Quds. Dia mengatakan, "Penjajah Israel melakukan perang terbuka dan terang-terangan di kota al Quds bertujuan menghancurkan rambu-rambu sejarah dan peradaban Israel dan Arab di al Quds."
Seperti dikutip al markaz al filistini lil i'lam, Nawahedha mengatakan bahwa aksi-aksi yang dilancarkan Israel pada hari-hari ini terfokus pada kota al Quds dan masjid al Aqsha al Mubarak. Mereka juga kembali menjadikan makam Ma'manallah di al Quds barat sebagai target, menggali makan para shahabat, tabi'in, ulama dan auliya' yang dimakamkan di sana sejak pembebasan kota al Quds oleh Umar bin Khathab.
Dia mengatakan, penjajah Israel bertekad mendirikan museum dengan nama Toleransi di atas tanah pemakaman tersebut. "Toleransi macam apa yang di tengah-tengah penggalian makam dan pembongkaran tulang-belulang orang-orang yang sudah meninggal?" ungkanya bertanya-tanya.
Dawahema mengatakan, "Kontinyuitas serangkaian pembunuhan dan penghancuran rumah-rumah, penggusuran tanah dan pendirian perlintasan-perlintasan militer, penghancuran infrastruktur dan fasilitas pertanian juga perindustrian yang tujuannya untuk membuat lapar bangsa dan rakyat Palestina, pendirian zona isolasi aman di wilayah utara Jalur Gaza, serangan terhadap tempat-tempat suci terutama terhadap masjid al Aqsha al Mubarak, tidak lain adalah untuk merealisasikan satu tujuan yaitu mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya dan melakukan yahudisasi di dalamnya.
Untuk itu, khatib Masjid al Aqsha ini meminta kepada segenap bangsa dan rakyat Palestina untuk merapatkan barisan dan menyatukan uapaya serta bekerja dengan sungguh-sungguh melawan cara-cara penjajah yang menjadikan target serangan segala hal; tanah dan manusia tanpa kecuali. (pi/seto)
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
