Syahadat berarti pernyataan kesaksian. Dalam Islam, ikrar syahadat merupakan tanda masuknya seseorang memeluk agama Islam.

Syahadat meliputi dua kalimat berikut :

Asyhadu An-Laa Ilaaha Illallâh.
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allâh.
Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh.
Dan saya bersaksi bahwa Muhammad (saw) adalah utusan Allâh.

Ikrar pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, kita hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Ilah. Ilah adalah 'Tuhan' dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan. Jadi dengan mengikrarkan ikrar pertama, kita memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allâh sebagai tujuan, sebagai motivasi, dan sebagai jalan hidup. Hanya Allâh, dan tidak ada satu pun lainnya.
Seseorang dikatakan Islam apabila mereka telah mengucapkan dua kalimat syahadat ini. Taqrir bil lisân (pengucapan / pengikraran dengan lisan) ada rukunnya pula (menurut imam syafe'i dalam kitab al-Umm bab ikrar) rukun ikrar :
1. Muqir
2. Muqir bih
3. Muqir lah
4. Qorror
wal hasil syahadat wajib diikrarkan
Namun apakah hal tersebut sudah cukup mewakili ke-Islaman seseorang, karena siapa pun dapat dengan mudah mengucapkan syahadatain dengan kepentingan masing-masing.
Keimanam seseorang dalam pandangan Islam tidak hanya diperlihatkan secara simbolik dengan takrir (pengucapan) syahadatain, tetapi keimanan seseorang seharusnya dicapai melului 3 tahap, yaitu tahap tashdîqun bil qolbi (pembenaran oleh qolbu/akal), taqirun bil lisân (pengucapan dengan lisan), dan ‘amalun bil arkân (mengamalkannya/mengaktivitaskannya dengan rukun-rukun/cara tersendiri).
Mayoritas iman umat Islam (yang merasa muslim) hari ini hanya sampai pada tahap takrir bil lisân (pengucapan dengan lisan), baik melalui proses tashdîqun bil qolbi (pembenaran dengan akal) atau hanya sekedar ikut-ikutan. Hal yang terpenting dari syahadat itu sendiri adalah bagaimana cara mengamalkan/mengaktivitaskan dua kalimat syahadat dalam hidup dan kehidupan manusia.
Secara Aktivitas: Untuk mampu mengamalkan dua kalimat syahadat dalam hidup dan kehidupan, maka pemahaman akan makna dari kalimat suci ini adalah sebuah keniscayaan.
Syahadat kepada Allah; Asyhadu an Laa Ilâha illa Allâh (Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah. Dari ungkapan ini, terkandung pemahaman bahwa pada saat Muhammad berdakwah, masyarakat Mekah telah memiliki Ilah-ilah selain Allah dan mereka sebenarnya paham akan makna dari ungkapan tauhid ini. Bagaimana cara mengaktivitaskan syahadat kepada Allah ? Yang perlu diperjelas terlebih dahulu adalah apa yang dimaksud dengan ILAH. Dalam penjelasan al- Quran, yang dimaksud dengan ILAH adalah:
  • Sesuatu yang dicintai.
  • Sesuatu yang ditaati;
  • Sesuatu yang diibaadati;
  • Sesuatu yang ditakuti;
  • Sesuatu yang dikagumi
Sehingga apa pun di dunia ini yang dicintai, ditaati, diibadati, ditakuti, dan dikagumi selain ALLAH, maka sesuatu itu telah menjadi ILAH bagi dirinya dan pada saat bersamaan telah menjadi hamba yang musyrik. Baik itu berupa materi, kekuasaan berikut atributnya, simbol peribadatan, hawa nafsu, atau diri kita sendiri (perhatikan QS. Al- Jâtsiyah/45: 23; at- Taubah/9: 24; dan Ali Imran/3: 14). Namun hal ini tidak berarti bahwa manusia dilarang untuk cinta atau taat kepada selain-Nya. Tetapi bagi akidah seorang mu’min, mencintai atau mentaati sesuatu bukan lantaran materi sesuatu itu sendiri melainkan karena izin Allah. Misalnya saja, saya ………. kepada orang tua saya karena Allah telah menentukan saya untuk …….. kepadanya.
Lalu bagaimana mengaktivitaskan kalimat ini dalam hidup dan kehidupan seorang mu’min ? Kalau kita kembali menyimak perjalanan jihad Rasulullah Muhammad di atas dan memperhatikan makna dari QS. Ali ‘Imran/3: 31,
‘Katakanlah: ‘jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’,
maka jelas yang dimaksud mengaktivitaskan syahadat kepada Muhammad adalah dengan mengikuti SUNNAH RASUL
Wallahu a'lam

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke