ya nambahin juga deh,,
di jaman kanjeng rasululloh juga ada orang yang datang ke masjid terus
sholat, terus sama kanjeng rasul disuruh sholat lagi, setelah selesai
 dia sholat, terus sama kanjeng rasul disuruh sholat lagi,terus dia
sholat sampai selesai,terus dia sholat lagi total jenderal sampai 3
kali sampai dia kebingungan ,

setelah itu diberitahu oleh kanjeng rasul bahwa sholatnya harus dengan
hati tenang dan yang tidak terburu-buru,

wassalam
KnC


--- In [email protected], "Ahmadi Agung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nambahin dikit...
>  
> Dalam sebuah riwayat di Zaman Rosululloh saw ...
>  
> Ada seorang ibu yg mengadu pada Rosululloh saw,.." Yha Rasul, aku
mengadukan tentang keluhan seorang istri yg datang padaku,  suami dia
setiap hari,  dari pagi sampai malam selalu berada di Masjid berzikir
, tidak peduli dng kewajiban dia sebagai seorang suami yg harus
menghidupi anak & istrinya sehingga anak istrinya sering kelaparan...
>  
> Rasululloh saw bertanya " Siapakah yg memberi makan anak & istrinya
selama ini..??"...
>  
> "..Bibinya .." Jawab seorang ibu yg mengadu itu.
>  
> "..Kalau begitu nanti yg akan masuk Surga adalah Bibinya, bukan
suami orang itu yg setiap saat berada di Masjid berzikir Tapi
menelantarkan Istri & anaknya.." Jawab Rosululloh saw.
>  
> Mungkin Sang  Suami yg di adukan pada Rosululloh saw tsb, adalah
termasuk kelakuan-nya Orang Sufi yg Ghuluw dalam Beribadah...
>  
> Kejarlah Akhiratmu tapi JANGAN LUPAKAN duniamu..( Hadist )..
>  
> Salam JIHAD
> AL-Pacitan
>  
>  
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ari Dino
> 
> Ini ada sedikit informasi mungkin berguna, membacanya mestinya pelan
dan hati hati...(soalnya postingannya panjang),
> 
> Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran
pertama bagi Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi'in) sebagian
dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan
wara' terhadap dunia (dengan cara
> yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian
yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak
mewajibkan tarekatnya dengan pakaian
> semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan "Sufi",
sebagai nisbat kepada Shuuf .
> 
> Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush
Shuffah yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam,
karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada
shaf terdepan di hadapan Allah
> Ta'ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat
kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi
dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab),
walaupun secara lafazh
> bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara
suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.
>







Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke