Ada satu riwayat yang menceritakan diskusi seseorang dengan Imam Malik mengenai bagaimana Allah bersemayam.
Abu Nu'aim menuturkan dari Ja'far bin Abdillah, katanya: "Kami berada di rumah Malik bin Anas. Kemudian ada orang yang datang dan bertanya,'Wahai Abu Andillah -panggilan akrab Imam Malik- Allah ArRahman bersemayam (istiwa') diatas 'Arsy. Bagaimana Allah bersemayam?' Mendengar pertanyaan itu, imam Malik marah. Beliau tidak pernah marah seperti itu. Kemudian beliau melihat ke tanah sambil memegang- megang kayu di tangannya, lalu beliau mengangkat kepala beliau dan melempar kayu tersebut, lalu berkata,'Cara Allah beristiwa' tidaklah dapat dicerna dengan akal, sedangkan istiwa' itu sendiri dapat dimaklumi maknanya. Sedangkan kita wajib mengimaninya, dan menanyakan hal itu adalah bid'ah. Dan saya kira kamulah pelaku bid'ah itu.' Kemudian Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau". (Al-Hilyah, VI/325-326. Ash-Sabuni, 'Aqidah as-Salaf Ash-hab al- Hadits, hal 17-18. Ibn 'Abd al-Bar, at-Tamhid, VII/151. Al-Baihaqi, al-'Asma' wa ash-Shifat, hal. 408. Ibn Hajar, Fath al-Bari,xiii/406- 407) --- In [email protected], Ari Dino <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Nah inilah kelemahan kita, walaupun dalam Al-Qur'an di sebutkan > bersemayam. Indera dan kemampuan berpikir kita sebagai manusia hanya > sampai pada tingkatan bersemayam yang dinisbatkan kepada makhluk. > Padahal Subhanalloh dari perkiraan makhluk Nya. Dia "menempati" (kata > ini juga tidak bisa mngejawantahkan hal ini) sesuatu yang memang untuk Nya. > > Kalau makhluk bersemayam dimanapun adalah dalam kadar sebuah ciptaan, > sedangkan untuk sang Pencipta, "bersemayam" (sebuah padanan kata yang > mencoba mengejawantahkan hal in) kadarnya pun berbeda pula. > > Alloh itu Pencipta dan kita ciptaan Nya. Bagaimana kita sebagai > ciptaan menyatu dengan Pencipta?. Sepertinya pemahaman tentang Alloh > pun kita berbeda yaa, apakah kita membicarakan Alloh yang sama?. > > Salam > Ari > > > At 04:41 PM 3/3/2006, you wrote: > >yak..mundur..terus...mundur...terus..oph...yak pas... > > > >(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas 'Arsy. (QS.20:5) > > > >ngikutin pertanyaan pak ari, "Apakah Alloh ini makhluk "sesuatu" > >sehingga butuh tempat untuk-Nya bersemayam ?." > > > >yak...maju dikit...maju dikit...jangan mundur > >lagi...oph...pas...silakan turun...wedang jahe dan roti bakar-nya > >udah siap pak... > > > > > >----- Original Message ----- > >From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Ari Dino > >To: <mailto:[email protected]>keluarga- [EMAIL PROTECTED] > >Sent: Friday, March 03, 2006 3:54 PM > >Subject: Re: [keluarga-islam] Tasawuf - Tidak Berburuk Sangka > > > >Baiklah jika demikian, > > > >Sebagai awal untuk saya bisa berbaik sangka, bagaimana sebuah fana > >fillah (hilang dalam Alloh) anda ejawantahkan?, makhluk melebur / > >menyatu dengan Kholik?, atau apapun istilahnya tentang hubungan > >makhluk dengan Kholik. Apa bedanya dengan konsep Tuhan Bapa nya umat > >Kristiani dengan ruhul kudusnya?. > > > >Padahal dalam Islam Alloh adalah seperti dalam surat Al-Ikhlas: > > > >1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. > >2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. > >3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, > >4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." > > > >Tidak ada seorangpun / sesuatupun yang setara dengan Nya, lalu jika > >bisa menyatu dengan Alloh, berarti Alloh setara dengan sesuatu yang > >bisa menyatu dengan makhluk, Subhanalloh dengan segala perkiraan makhluk Nya. > > > >Bagaiman kang tio?. Apakah Alloh ini "sesuatu" sehingga manusia bisa > >menyatu di dalam Nya?. Ini dulu deh untuk bahasan kita. Mudah > >mudahan bisa membukakan pintu hidayah bagi kita berdua khsususnya > >dan bagi semuanya. > > > >Salam > >Ari > Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
