|
(dari buku "Jangan ditunggu !!! Isa bin Maryam tidak akan turun di akhir zaman !")
............ Mungkin anda bertanya, mengapakah saya cuman mengutip ayat-ayat al Quran di atas, tanpa saya memberikan satu penjelasan apapun? Itu memang saya sengaja, supaya saya tidak mengatur persepsi pembaca, supaya pembaca bisa mempertimbangkan dari sumber aslinya dan supaya pembaca tidak merasa sudah saya arahkan kemana nanti berpikirnya. Saya hanya sekedar memberi judul di atasnya sebagai penegasan atas apa yang disampaikan di ayat tersebut. Saya sengaja menghindari penafsiran yang detail dan pentakwilan atas sebuah ayat untuk masalah ini. Dengan cara seperti itu, saya berharap pembaca bisa lebih obyektif untuk memahami tentang masalah Isa bin Maryam ini menurut firman Allah dalam al-Quran. Setelah kita mendapatkan informasi-informasi tentang Nabi Isa bin Maryam, tentang kenabiannya dan seputar Nabi Isa bin Maryam tersebut langsung dari firman-firman Allah di dalam al Quran, maka manakah yang lebih dahulu di uji? Saya teringat bahwa satu dasar yang menyebabkan dahulu saya meyakini bahwa Nabi Isa bin Maryam tidak akan turun lagi di akhir zaman adalah tentang bertentangannya faham Nabi Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman dengan ayat al-Quran, firman Allah yang menyebutkan tentang Khataman Nabiyyin, Penutup Para Nabi apakah saya uji dari sini saja? Ataukah? Ataukah saya lihat, benarkah Nabi Isa bin Maryam menurut al Quran sudah wafat? Ataukah masih hidup? Ataukah saya melihat dulu pemetaan akan perbedaan pendapat yang ada di kalangan ulama-ulama, melihat dulu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam? Ataukah saya lihat juga keyakinan dari umat Nasrani maupun Yahudi juga yang tidak terlepas dari sejarah Nabi Isa ini? Saya jadi teringat, ketika kita tiba disuatu daerah atau wilayah yang belum kita kenal, maka yang pertama kali dibutuhkan oleh seseorang itu adalah apa ? PETA !. Ya Peta dari wilayah itu, sebab salah satunya alasan itu, maka rasanya, yang paling penting sebelum masuk pembahasan yang lebih jauh adalah masalah mapping, melihat pemetaannya secara keseluruhan, melihat secara obyektif, tentang faham-faham apa saja yang beredar di kalangan umat Islam, maupun umat Nasrani, maupun umat yahudi tentang Nabi Isa bin Maryam ini tanpa ada kecondongan pada diri kita terhadap suatu pendapat. Dimanakah titik timbulnya perbedaan dari masing-masing agama itu? Dimanakah letak titik perbedaan perbedaan-perbedaan faham di kalangan umat Islam sendiri? Baik seputar kehidupan Nabi Isa bin Maryam sendiri, seputar masalah akhir dari tugasnya, maupun seputar apakah nanti akan turun lagi ataukah tidak. Di sini, marilah kemudian bersama-sama kita lihat lebih teliti dan lebih mendalam masalah Titik-titik timbulnya perbedaan pendapat yang ada tentang Nabi Isa bin Maryam secara obyektif dengan tidak ada kecondongan terhadap satu pendapat terlebih dahulu. Begitulah semestinya sikap kita sebelum kita meyakini sesuatu, maka mestilah kita mulai dari keragu-raguan, kemudian kita lihat gambaran keseluruhan atau petanya, kita lihat semua pendapat secara obyektif dan netral, untuk kemudian masing-masing pendapat itu kita uji dimana ada kelemahan dan kekuatannya. Dan barulah setelah semua itu kita lakukan, kita bisa mengambil kesimpulan-kesimpulan mana yang akan kita pahami dan akan kita yakini. Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
