Bismillahirrahmaanirraahiim. Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu. Tulisan ini untuk menjawab pertanyaan netter yang cukup cerdas.
Abasa Watawallaa An jaaahuulamaa .dst ( lihat Q.S Abasa ayat1-10. Ia bermuka kurang suka(masam) dan memalingkan wajah (sedikit),karena ketika datang kepadanya seorang yang buta .. Sebelum melihat pada tafsirnya, mari kita lihat dulu daaari sisi tatabahasa(irabnya), serta kebalagahan dari ayat diatas. Abasa dan Tawallaa dua buah fiil maadhi (past tense) sekaligus dibina atas baris atas dan failnya( subjeknya) mustatirun(tersembunyi), takdirnya Huwa (Dia). Siapa Huwa tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi Muhammad Shallallahualaihi wasallam. Lha, kita bertanya, apakah ada Nabi Muhammad pernah bermuka masam, bukankah beliau seorang Rasulullah yang mashum dan jauh dari kesalahan tidak sebagaimana manusia biasa? Dan bukankah seorang Nabi harus lemah lembut berwajah manis, sebagaimana firman Allah Taala Maka dengan Rahmat Allah hendaklah kamu lemah lembut kepada mereka, jika kamu keras hati pasti mereka akan lari dari kamu, maka maafkanlah mereka dan minta ampunlah untuk mereka, dan bermusyawarahlam dalam beberapa hal .. Benar, seorang nabi dan Rasul, mashum(terpelihara) dari dosa atas berbuat kesalahan pada apa yang mereka sampaikan atas ajaran dari Allah Taala, itulah yang dikatakan mashum, namun para nabi juga pernah berbuat kesalahan, karena beliau-beliau adalah manusia biasa, yang makan, minum tidur punya keturunan dsbgnya. Lantas apa dalilnya kalau memang ayat itu benar-benar untuk Rasulullah, adakah hadist penguatnya? Benar ada hadist shahih untuk itu, tapi nantik kita bicarakan. Ayat diatas memiliki keindahan tata bahasa (balaghah). Sangat jarang sekali ada ayat dua sekaligus langsung dua kata kerja. Biasanya, satu kata kerja ada subjek dan objeknya. Dan yang menariknya adalah. Bukankah ayat ini diturunkan kepada nabi Muhammad Shallallahualaihi wasallam, dengan arti kata Allah berbicara secara langsung kepada beliau, kenapa dipakai kata kerja untuk orang ketiga tunggal (dia berpaling, dia bermuka kurang senang). Kenapa tidak langsung Allah berfirman Engkau wahai Muhammad telah bermuka masam dan berpaling karena datang kepada kamu seorang yang buta Tetapi redaksi ayat tidak semacam itu, bukankah yang menerima langsung Rasulullah ketika itu? Subhanallah. Suatu ajaran yang perlu kita catat dalam meneladani sifat Allah adalah dengan menegur Rasulullah tidak secara langsung tetapi seakan-akan membicarakan orang ketiga,(yang ghaib, tidak ada orang ya) dia tidak ada, atau kiasan. Dengan arti kata, bila kita hendak menegur manusia atas kesalahannya pakailah kata sindiran yang halus, seolah-olah itu bukan untuknya, seolah-olah buat semua orang atau orang tersebut seakan tidak ada saat itu ditempat, padahal yang dituju bisa jadi satu orang, tetapi bisa masuk kepada seluruh manusia yang membacanya. Subhanallah, keindahan redaksi ayat AlQuran. Kemudian pada ayat ketika langsung ada pujian Allah kepada beliau setelah teguran halus Wamaayudriika laallahu yazakkaa ( kamu tidak mengetahui, barangkali orang buta tersebut justru membersihkan (dirimu). Allah tatkala memuji beliau memakai dengan kata ganti orang kedua langsung(orang yang diajak bicara, yaitu anta, atau ka(Engkau) pada kata Yudriika. MasyaAllah, setelah Allah menegur dipuji, dihibur, dinasehati dengan nasehat yang baik. Pelajaran kedua yang dapat kita ambil. Kemudian bagaimana selanjutnya? InsyaAllah kita sambung dilain kesempatan. Wassalam. Cairo 12 maret 2006 Rahima __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
