|
Alhamdulillah..
Begitulah mas kenyataannya...
Silakan di baca di kitab"Milal wa nihal" tulisannya
Syech Syahrastani mas..ditulis sekitar abad ke 6 Hijriyah..
Pada waktu itu Islam malah sudah terbagi menjadi 6
faham besar..
1. Jabariyyah : yang terbagi menjadi berpuluh
faham
2. Qodariyyah: yang terbagi menjadi berpuluh
faham
3. Syiah: yang waktu itu saja sudah terbagi sekitar
36 faham
4. Shifatiyyah: yang terbagi menjadi berpuluh
faham, dan salah satunya adalah faham "Ahlusunnah wal jamaah"
5. Mu'tazilah: yang terbagi berpuluh
faham
6. Khowarij: yang juga terbagi menjadi beberapa
faham
Bagaimana sekarang ketika masing2 menganggap bahwa
apa yang sudah dipelajari di golongannya adalah sebuah kebenaran
mutlak?
Mengapakah adanya perbedaan seringkali dipahami
sebagai sebuah pertentangan antar madzab ?
Kaum Sunni punya hadits-hadits banyak yang diyakini
sanadnya kuat dan juga matannya kuat, demikian juga kaum Syiah memiliki
hadits-hadits banyak yang diyakini sanadnya juga kuat dan matannya juga
kuat,
Lalu, sebuah dosakah kalau seseorang melakukan
kritik terhadap hadits?! meski itu menurut keyakinan sebagian orang sudah
shoheh..heh..heh..bangggeett ?!
Marilah kita menghormati pemahaman dan keyakinan
masing-masing..
"Sesungguhnya apa yang kita amalkan adalah untuk
kita sendiri dan apa yang kamu amalkan adalah untuk kamu sendiri"
salam persaudaraan
huttaqi
----- Original Message -----
Sent: Monday, March 20, 2006 11:20
AM
Subject: [D~SPAM] [keluarga-islam]
Sejarah yang membingungkan
Sejarah itu sebenarnya milik siapa
? Yang bikin sejarah itu siapa ? Memang susah kalau kebenaran itu sudah
melihat siapa ?
Pasca pertikaian Mu'awiyah dan Ali, sulit buat kita
untuk melihat kebenaran sejarah. Lebih-lebih keabsahan hadits apakah benar
dari mulut Rasulullah atau mulut siapa. Ada tiga kelompok penyampai hadits
dan setiap kelompok mempunyai kebanggaan untuk mengatakan kelompoknya jujur
dan kelompok lainnya berdusta, apakah benar ? Apakah karena kepentingan
kelompok itu sendiri.
Ketiga kelompok ini bisa dikatakan jalur sanad
dari kelompok pro mu'awiyah, kelompok pro ali dan kelompok tidak ada
keberpihakan diantara keduanya.
seiring waktu berjalan yang kita kenal
secara garis besar ada dua sunni dan syi'ah.
Bicara sanad kalau dia
dari kalangan sunni tentu secara logika sejarah akan menyatakan bila dari
kalangan syiah yang menyampaikan tentu tertolak, begitu juga jika dia dari
kalangan syi'ah tentu menyatakan jika dari sanad orang sunni tertolak juga.
Alasan tentu sama yaitu cacad. Entahlah karena cacad tidak segolongan atau
dusta karena tidak mendukung golongannya.....entahlah
Dari kalangan
sunni, para penyampai sanad mungkin perlu kita kritisi kembali, pola berpikir
yang digunakan bagaimana ? sebab kalau di lihat dari para imam madzhab ada
beberapa perbedaan dalam metodologi menetapkan hukum (dalam hal ini mengangkat
hadits kepermukaan apakah sama?)
Sejarah kalau mau dibikin bingung jadi
bingung jadinya ....
Berapa banyak hadits yang disampaikan oleh ali dan
para sahabat pendukungnya dari jalur sunni ? Berapa banyak hadits yang
disampaikan oleh mu'awiyah dan para sahabat pendukungnya dari jalur
syi'ah? Berapa banyak ulama-ulama yang terlahirkan dari kalangan sunni yang
belajar dari kalangan ulama syi'ah? Berapa banyak ulama-ulama yang terlahirkan dari kalangan
syi'ah yang belajar dari kalangan ulama sunni? Terkadang pernahkah terpikir dari kalangan ahli hadits
saat ini untuk mengumpulkan semua hadits dari kalangan sunni maupun syi'ah
dalam rangka mencari persamaan ?
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
|