|
PORNO ???
Seandainya saya menulis "Burung" apakah ini
Porno?
Seandainya saya menulis "Susu" apakah ini
Prono?
Seandainya saya menulis "Ciuman" apakah ini Porno
?
Seandainya saya menulis "Telanjang" apakah ini
Porno ?
Seandainya saya menulis " Hasrat yang
menggebu-nggebu" apakah ini Porno?
Seandainya saya menulis "ML" apakah ini
Porno?
Seandainya saya menulis "Perkosaan" apakah ini
Porno?
The Word doesn't Mean, But People
Mean....
Kata-kata, kalimat, simbol, lambang, pada dasarnya
tidak ada artinya...sampai manusia itu memaknainya...
Dan makna yang dipahami oleh tiap2 manusia adalah
tergantung kepada "The Picture in Our head" kata Water Lippman, "tergantung
gambaran yang ada di kepala kita" itu apa...
"The Picture in Our head" tergantung kepada "Frame
of Reference" kita dan juga tergantung kepada "Field of Experience"....Inilah
yang membentuk Persepsi di dalam diri tiap-tiap manusia...
Kata-kata, kalimat, simbol maupun lambang, tidaklah
berdiri sendiri di dalam pemaknaan, kalau mengacu kepada Saussure, makna
sangat dipengaruhi oleh struktur kata or kalimatnya, kalau mengacu kepada
Pierce, makna itu dipengaruhi oleh icon, symbol dan indeks yang
menyertainya..
Sederhanakan, makna yang dipahami oleh
masing-masing orang tergantung kepada banyak faktor, termasuk konteks dimana
kata, atau kalimat atau simbol itu digunakan.
"Telanjang" sebagai kata, akan bermakna tertentu
ketika dipakai dalam kalimat "Petani itu bertelanjang dada sambil mengayunkan
cangkulnya"....
"Burung" sebagai kata, akan bermakna tertentu
ketika dipakai dalam kalimat "flu burung sudah menyebar ke seluruh
dunia"...
Tidak berbeda ketika penetapan sesuatu itu termasuk
Porno ataukah tidak, benar2 itu akan sangat tergantung kepada persepsi
manusianya masing2..tergantung kepada "Picture in Our Head" tergantung kepada
"gambaran apa yang ada dikepala masing2 diri kita"
"Wanita yang memakai baju dengan bahu terbuka",
bisa dipahami Porno ketika "Gambaran yang ada dikepala kita" disertai
dengan konteks "sesuatu yang menimbulkan birahi, merangsang nafsu"....Tetapi
"wanita yang memakai baju dengan bahu terbuka", menjadi tidak berdampak apa-apa,
alias biasa ketika "Gambaran yang ada dikepala kita" tidak dalam konteks "
sesuatu itu menimbulkan rangsangan nafsu seksual" pada diri kita...
Kalau memang sebuah kata, sebuah kalimat, sebuah
icon, sebuah simbol, lambang dan apapun istilahnya itu tidak bermakna dan
barulah manusia itu yang memberikan makna, tergantung konteksnya, tergantung
"Frame of Reference"nya tergantung kepada "Field of Experience"nya atau
tergantung kepada "Picture in Our head" atau tergantung kepada "Gambaran yang
ada dibenak kita" atau tergantung konteksnya, lalu masalah sebenarnya adalah
dari mana "Picture in Our head" itu timbulnya ??
Ketika yang muncul konteksnya adalah urusan yang
mambangkitkan syahwat, darimanakah timbul dan bangkitnya syahwat
ini?
Apakah yang membangkitkan adalah berasal dari luar
diri?
ataukah yang menimbulkan hasrat bangkitnya syahwat
ini adalah dari dalam diri?
Mayoritas orang menganggap, menduga, berkeyakinan
bahwa munculnya "gambaran" itu adalah berasal dari reaksi akibat sesuatu yang
ada diluar diri.
Jadi misalnya, lihat foto telanjang di majalah,
maka muncullah nafsu syahwatnya, lihat tulisan yang mengarah ke arah seksual,
maka munculllah nafsu syahwatnya...
Seolah-olah menjadi benar ketika hal itu
terjadi...
Tetapi benarkah demikian ?
Kalau memang sebab pengaruh luar itu yang
menimbulkan dampak munculnya nafsu syahwat, lalu mengapakah itu tidak terjadi
ketika seseorang sedang sibuk bekerja, sedang sibuk beribadah, sedang sibuk
urusan lain yang menyebabkan meskipun mereka melihat sosok lawan jenis yang
telanjangpun, tidak akan berpengaruh terhadap dirinya?
Dari sinilah jika kita terus masuk ke dalam diri,
maka kita akan tahu,"Gambaran dalam kepala kita" ini sebenarnya yang memicu yang
mana...apakah sumber yang berasal dari luar, ataukah sumber yang berasal dari
dalam.....
"Ada segumpal daging dalam diri seseorang, jika
daging itu baik, maka baik pula seluruh dirinya, dan jika daging itu jelek,
jelek pula seluruh dirinya. Itulah Hati"
Hati seseorang yang dipenuhi dengan gambaran2
negatif, dengan dorongan2 hawa nafsu, ini yang akan mewadahi gambaran2 konteks
yang negatif tersebut. dan ini yang memunculkan "gambaran yang ada dikepala
kita"
Seandainya Hati dipenuhi lintasan negatif, dipenuhi
dorongan hawa nafsu, syahwat, maka kira2 meski bertemu tidak dengan penampilan
lawan jenis yang memakai baju terbukapun, dia akan bisa berpikiran dan
membayangkan orang yang memakai baju tertutup sebagai sebuah obyek yang juga
bisa menimbulkan hawa nafsu....so...
Masalahnya, bukan pada aturan yang ada diluarnya,
melainkan masalahnya adalah pada hati diri kita masing2 ini...
Apakah seperti dinegara Arab, Mekkah, medinah,
Riyadh, yang mayoritas wanita sudah diberlakukan aturan untuk memakai baju
kerudung tertutup total itu terbebas dari masalah Pornografi dan
Pornoaksi?
Perkosaan disana sering terjadi, Kaum Homo ada
dimana2, Pelecehan seksual pun terjadi mulai dari level rumah tangga
dst...
That's real
So...mengapa tidak mulai menjaga hati
kita,
membersihkan hati kita dari pikiran2 yang porno
?
Apapun yang ada disekitar kita,
apapun yang ada diluar diri kita,
godaan apapun seberat apapun, jika hati kita
terjaga,
adakah yang akan berpengaruh ?
Tidak menjadi masalah banyaknya bom dipasang oleh
teroris dimana2, yang menjadi masalah adalah ketika bomnya
meledak..he..he..
Tidak menjadi masalah adanya banyak
godaan,
yang penting kan tidak
tergoda...he..he..
Saya jadi ingat satu kisah sufi,
"Seseorang rencana mau bertemu dengan tuan rumah,
tetapi didepan pintu masuknya, ada 4 anjing besar yang menggonggong dan mengarah
kekita. Manakah yang kita pilih? sibuk mengusir anjing2 itu sehingga menyebabkan
kita tidak jadi bertamu dan bertemu dengan pemilik rumah?
ataukah kita memilih untuk memanggil Tuan
rumahnya?
Jika tuan Rumahnya keluar dan melihat kita
digonggongi ajing2nya, pastilah tuan rumah akan memberikan kode dan
memerintahkan agar anjing2 tersebut pergi meninggalkan kita"
Manakah yang akan anda pilih, seumur hidup habis
hanya untuk ngurusi anjing2 nafsu anda......
ataukah anda memilih untuk memanggil Majikan
Pemilik Anjing itu ?
Semua pilihan terserah kepada kita
Jumat, 12 Mei 2006
renungan siang
huttaqi
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [keluarga-islam] PORNO ??? Huttaqi
- Re: [keluarga-islam] PORNO ??? eroh
- Re: [keluarga-islam] PORNO ??? Huttaqi
- [keluarga-islam] PORNO ??? Huttaqi
- RE: [keluarga-islam] PORNO ??? Radiansyah
- Re: [keluarga-islam] PORNO ??? Hese Pinter NA
- RE: [keluarga-islam] PORNO ??? Radiansyah
