Shalat adalah salah satu rukun Islam. Bahkan Muhammad SAW menjelaskan bahwa shalat adalah tiang agama.

Bila seseorang mengerjakannya berarti ia telah menegakkan agama. Sebaliknya bila ia meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agamanya. (al-Hadis)

Paling tidak ada lima alasan mengapa kita harus shalat:

  • Sebagai konsekuensi dari keimanan kita kepada Allah SWT, maka kita harus mengabdi kepada-Nya. Shalat adalah cara paling sempurna dan paling lengkap dalam mengabdi kepada Allah.
  • Dalam kehidupan, kita selalu membutuhkan pertolongan dari Tuhan, apalagi kalau kita sedang menghadapi kesulitan. Komunikasi yang paling efektif dengan-Nya untuk meminta pertolongan adalah shalat.
  • Shalat adalah identitas pembeda antara orang yang beriman dengan yang tidak.
  • Shalat dapat menjadi perisai bagi seseorang dari keterjerumusannya pada hal-hal dan prilaku negatif. Jika seseorang terlanjur terjerumus, dengan shalat selalu ada "jendela" baginya untuk taubat dan keluar dari keterjerumusannya.
  • Dengan shalat hati seseorang akan menjadi lapang serta kerumitan pikiran pun akan menjadi longgar.

wassalam

anut


--- In [email protected], "wandysulastra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Punten, bade ngiringan ah..
>
> Memang, kebanyakan dari kita sewaktu kecil dipaksa untuk
> melaksanakan kewajiban shalat tanpa diberi pemahaman mengapa kita
> harus melaksanakan kewajiban tersebut, yang pada akhirnya terbawa
> hingga dewasa. Karena tidak memahami maksud dan tujuannya itulah
> sehingga yang kita lakukan hanyalah sekedar melakukan ibadah
> seremonial tanpa kesadaran, dan tanpa mengetahui dan merasakan nilai
> spiritual yang ada di dalamnya. Tidak heran jika kemudian
> melaksanakan shalat ataupun tidak, ya tidak ada bedanya, tidak ada
> pengaruh apa-apa terhadap diri kita. Keadaan seperti inilah yang
> terkadang menyebabkan seringnya kita mengalami kepenatan dan
> kejenuhan dalam melaksanakan kewajiban tersebut.
>
> Benar bahwa shalat adalah suatu kewajiban yang harus kita tegakkan.
> Allah berfirman:
>
> "Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit
> dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan
> sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari." (13:15)
>
> "Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (53:62)
>
> ""Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al
> Qur'an) dan dirikanlah shalat…" (29:45)
>
> Shalat diwajibkan kepada kita sebagai wujud penghambaan yang nyata
> dari seorang mahluk kepada sang khalik. Aktivitas shalat merupakan
> bukti keseriusan kita sebagai hamba Allah. Shalat bukan hanya
> sekedar aktivitas jasmani, tetapi juga ruhani yang dalam
> pelaksanaannya seharusnya didasari oleh rasa ihsan. Jika shalat
> dilakukan dengan baik, maka pekerjaan lainnya pun akan dikerjakan
> dengan serius dan tidak main2. Seperti yang disebutkan dalam sebuah
> hadits:
>
> "Amal yang pertama-tama ditanya Allah pada hamba di hari kiamat
> nanti ialah amalan shalat. Bila shalatnya dapat diterima, maka
> seluruh amalnya, dan bila shalatnya ditolak akan tertolak pula
> seluruh amalnya." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)
>
> Jadi shalat merupakan barometer diterima atau tidaknya amalan2 kita
> yang lainnya.
>
> Disamping sebagai suatu kewajiban, jika kita perhatikan dari dalil2
> alQuran dan Hadits, sebenarnya shalat adalah suatu kebutuhan. Allah
> mewajibkan kita shalat, karena sesungguhnya Allah mengetahui bahwa
> kita membutuhkan shalat. Shalat merupakan karunia yang sangat besar
> yang Allah sediakan untuk kita selaku hamba-Nya. Dan hanya orang2
> yang khusyuk dalam shalatnya yang akan dapat merasakan kebutuhan
> akan shalat.
>
> Keterangan2 berikut mudah2an dapat menunjukan bahwa shalat adalah
> suatu kebutuhan dan bukan sekedar kewajiban:
>
> Allah berfirman:
>
> "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak)
> selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat
> Aku." (Thaahaa: 14).
>
> Tujuan utama shalat kata Allah adalah untuk mengingat-Nya
> (Dzikrullah). Shalat adalah sarana komunikasi antara seorang hamba
> dengan Tuhannya secara langsung tanpa perantara, seperti yang
> disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra bahwa
> Rasulullah saw bersabda : Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
>
> "Artinya : Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua
> bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia
> membaca : "Segala puji bagi Allah". Maka Allah menjawab : "Hamba-Ku
> telah memuji-Ku". Apabila ia membaca : "Yang Maha Pengasih lagi Maha
> Penyayang". Maka Allah menjawab: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku".
> Apabila ia membaca : "Penguasa hari pembalasan". Maka Allah
> menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku". Apabila ia membaca : "
> Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami
> memohon pertolongan". Maka Allah menjawab : "Ini separoh untuk-Ku
> dan separoh untuk hamba-Ku". Apabila ia membaca : "Tunjukilah kami
> kepada jalan yang lurus". Maka Allah menjawab : "Ini untuk hamba-Ku,
> akan Aku kabulkan apa yang ia minta" (HR Muslim)
>
> Shalat adalah sarana untuk menjalin hubungan cinta seorang hamba
> kepada Tuhannya. Karena di dalam shalat, seorang hamba dapat
> menebarkan rayuan-rayuan, pujian-pujian seperti kalimat tahmid,
> tasbih dan takbir, dan juga permohonan kepadaNya.
>
> Orang yang khusyuk shalatnya adalah orang yang benar-benar sedang
> menikmati kemesraan bersama-Nya. Kenikmatan dan kelezatannya tak
> dapat dilukiskan dengan apa pun, hal ini dapat kita lihat dari
> riwayat beberapa Sahabat yang tidak merasakan apapun yang terjadi
> pada tubuhnya ketika melakukan shalat. Karena itu, suatu
> keberuntungan dan taufik dari Allah bagi orang yang mencapai
> kemesraan dalam shalatnya (khusyuk), seperti yang disampaikan oleh
> Allah:
>
> "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-
> orang yang khusyuk dalam shalatnya." (Al Mu'minuun: 1 & 2).
>
> Allah menyebutkan bahwa medirikan shalat adalah untuk mengingatNya.
> Lalu apa manfaat mengingat Allah untuk kita?
>
> Mengingat Allah akan memberikan ketentraman pada hati kita, seperti
> yang disebutkan dalam al-Quran:
>
> (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
> dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
> hati menjadi tenteram. (13:28)
>
> Ketentraman hati merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dan di
> dambakan dalam hidup ini. Apalah artinya harta yang berlimpah ruah
> jika tidak dapat merasakan ketentraman hati. Shalat merupakan salah
> satu cara dzikrullah yang paling utama untuk mendapatkan ketentraman
> hati.
>
> Tujuan dan manfaat shalat berikutnya adalah sebagai penolong dikala
> mengalami kesulitan. Demikian seperti yang diperintahkan Allah dalam
> al-Quran:
>
> Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya
> yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
> khusyu'.( 2:45)
>
> Nabi saw pun bersabda:
>
> "Apabila salah satu diantara kalian mempunyai urusan (persoalan)
> maka shalatlah dua rakaat diluar shalat fardhu." (HR Bukhari dan
> lainnya)
>
> Seperti disebutkan sebelumnya bahwa shalat adalah alat komunikasi
> dan pertemuan hamba dengan tuhannya. Shalat yang khusyuk akan
> menimbulkan hubungan yang kuat di dalam hati pelakunya kepada Allah.
> Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang sangat erat hubungannya
> dengan Allah sehingga ruhnya mampu menangkap informasi atau jalan
> keluar dalam setiap masalah yang dihadapinya melalui wahyu maupun
> ilham. Di dalam shalat yang khusyuk seorang hamba akan merasakan
> hubungan yang erat dengan Tuhannya sehingga jiwanya pun akan
> mendapatkan respon atau jawaban terhadap masalah-masalah yang sedang
> dihadapinya.
>
> Shalat juga bertujuan untuk melebur dosa-dosa kita yang mungkin
> sudah tak terbilang jumlahnya, baik dari mata yang tak terjaga,
> lisan yang tak terjaga, tangan dan kaki yang tak terjaga, maupun
> hati dan pikiran yang tak terjaga.
>
> "Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia
> memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu
> menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak
> melanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang
> masa" (HR. Muslim)
>
> Dan pada akhirnya, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, akan
> selalu mendapat bimbingan dari Allah sehingga terhindar dari
> perbuatan keji dan mungkar. Seperti firman-Nya:
>
> "….Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji
> dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih
> besar dari ibadah-ibadah yang lain…"( 29:45)
>
> Masih banyak lagi tujuan dan manfaat dari shalat sebagaimana yang
> tertulis di dalam al-Quran dan Hadits, yang jika perhatikan
> kesemuanya adalah untuk kepentingan kita, hamba-Nya. Allah sama
> sekali tidak membutuhkan shalat kita, tapi kitalah yang membutuhkan
> shalat. Orang yang khusyuk akan merasakan bagaimana nikmatnya
> bermunajat di dalam shalat. Sehingga shalat benar2 menjadi suatu
> kebutuhan yang nyata. Saat2 shalat menjadi waktu yang sangat
> dinantikan sebagai tempat memuji, merayu, mengadu, memohon, melepas
> segala macam tekanan hidup.
>
> Segeralah berintrospeksi diri jika kita tidak lagi atau bahkan belum
> dapat merasakan bagaimana nikmatnya bermunajat dan beribadah kepada
> Allah. Di dalam buku Shaidul Khatir Ibnu Al-Jauzi menuliskan bahwa
> ada seorang pendeta Bani Israil bermunajat,
>
> "Ya Rabb, berapa banyak aku telah melakukan maksiat dan melanggar
> laranganMu, namun Engkau masih menangguhkannya dan tidak mengazabku"
> Maka Allah menurunkan wahyu kepada seorang Nabi Bani Israil
> menyuruhnya untuk menyampaikan kepada pendeta tersebut perkataan
> Allah, "Sebenarnya Aku telah mengazabnya dengan azab yang besar,
> tidak ada azab yang lebih besar dari itu, namun ia tidak tahu.
> Tidakkah dia merasakan bahwa aku telah mencabut indahnya bermunajat
> kepada-Ku dan nikmatnya beribadah kepadaKu?
>
> Mudah2an kita tidak termasuk kedalam kelompok seperti yang
> disebutkan oleh Nabi pada hadits berikut:
>
> "Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan shalat namun
> pada hakikatnya mereka tidak shalat" (HR Ahmad)
>
> Perbaiki dan berseriuslah didalam shalat sehingga hadir rasa khusyuk
> di dalam shalat. Jangan menganggap shalat hanya sebagai kewajiban
> yang harus ditunaikan, tapi jadikanlah shalat sebagai suatu
> kebutuhan untuk dapat berkomunikasi dan kembali kepada Allah.
> Ingatlah bahwa esensi shalat adalah mi'raj kepada Allah, sebagai
> alat penolong dan perjumpaan dengan sang pencipta.
>
> "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya
> yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
> khusyu. Yaitu orang2 yang meyakini bahwa mereka akan menemui
> Tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepada-Nya."( 2:45-46)
>
> Jadi, sesungguhnya kita sangat membutuhkan shalat akang2 sadayana...
>
> Wallahu a'alam
>
> --- In [email protected], "Hese Pinter NA"
> hesepinterna@ wrote:
> >
> > nya urang gaya bebas atuh...
> >
> > Kang, saya nyerah saja deh kalo untuk memahami ibadah sebagai
> kebutuhan.
> > saya masih merasa mengerjakan ibadah adalah untuk menunaikan
> kewajiban
> > sebagai mahluk saja.
> > karena memang perintahnya adalah seperti itu.
> >
> > cuma dulu ketika saya berhenti sholat karena merasakan sholat
> sebagai
> > rutinitas, jadi kebiasaan, yang kalo tidak melakukannya jadi ada
> rasa
> > kurang, dan bosan, rasanya engga dapat apa-apa.
> > dan ketika berhenti sholat secara toral, saya tidak merasakan
> sesuatu
> > kekurangan apa-pun.
> > nah pengalaman saya seperti ini, jadi bukan kata orang, ceuk
> batur, ceuk
> > maneh na...
> >
> > kemudian, saya rajin mbaca buku2 dan ikut milis2 islam dan tasawuf.
> > akhirnya kepentok dengan kalimat 'Jin dan manusia itu diciptakan
> untuk
> > beribadah'.
> > pengertian saya kemudian, jika manusia tidak beribadah, maka dia
> akan jatuh
> > martabatnya bukan sebagai manusia lagi.
> > kemudian saya mencari-cari apa sih yang dinamakan ibadah itu?
> > ternyata ibadah itu adalah hidup itu sendiri.
> > lalu kenapa orang yang tidak beribadah juga masih bisa hidup?
> > orang yang tidak beribadah ya hidupnya seperti hidup hewan dan
> tumbuhan,
> > tidak disertai kesadaran akan kewajiban melaksanakan perintah
> Alloh.
> >
> > kemudian jika orang2 merasa bahwa ibadah itu adalah suatu
> kebutuhan, itu mah
> > mungkin diliat dari sisi si pelaku. tetapi akan sangat bahaya jika
> memenuhi
> > kebutuhan ini tidak disertai kesadaran.
> > lha apa bedanya lagi dengan hewan dan tumbuhan yang bisa memenuhi
> kebutuhan?
> >
> > ah, punten janten banyak omong...
> >
> > lalu mengenai pertanyaan dari saya karena akang menulis " Aku
> sebagai mana
> > persangkaan hambaKu" atau dari Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he"
> saya tidak
> > mengertinya adalah:
> > apa sih yang mau Akang jelaskan dengan mengutip hadits ini?
> >
> > wassalam
> > HPN.
> >
> >
> > On 5/19/06, kang nceps kangncep@ wrote:
> > >
> > > beu,,beu,,,beu,,,terus-terusan maen bawah mah atuh morosot !!
> > > sekarang maen di bagian dada sajahh,ya,,
> > >
> > > 1.[KnC] betuuullll,,,,euy
> > > HPN: terus yang akang rasakan gimana?
> > > [KnC Deui] kan sudah dijelaskan,,,
> > >
> > > 2.HPN: jadi seperti makan minum ya Kang... kalo kebutuhan ini
> tidak
> > > dipenuhi bisa mati. tapi, saya pernah ga sholat dalam jangka
> waktu
> > > yang lama tidak apa-apa tuh.
> > > [KnC Deui]Lha,,,yang bilang bakalan apa-apa siapa??
> > > kan manusia mah tidak sholat juga tidak akan apa-apa,makan minum
> > > kebutuhan zahir da sholat mah bukan kebutuhan zahir, tapi cobaan
> > > geura sekarang berhenti sholat lagi / tidak sholat ,bakalan
> berbeda
> > > tidak kira-kira??
> > >
> > > 3.[KnC] kebutuhan akan perintah berbeda dengan kebutuhan akan
> > > sholatnya, dua subject yang berbeda satu dengan yang
> > > lain,,he,,he,,kade ahh tong lepat
> > > KPN: oke, salah presepsi.
> > > tapi, menurut Akang, melakukan sholat ini merupakan kebutuhan
> apa?
> > > [KnC Deui]Kebutuhan Ruhani!! dilakukan secara nyata oleh
> > > jasmani,ada yang bilang sholat ruhani saja sudah sah dan
> > > cukup,karena jasmani tidak memerlukan sholat, tapi itu pendapat
> > > orang lain bukan si ncep,dan kalau ada yang melakukannya didepan
> si
> > > ncep, saya mah tinggal bilang kepada diri saya bahwa saya masih
> > > bodoh, hanya gusti Alloh yang maha mengerti
> > >
> > > 4. [KnC] ada hadist " Aku sebagai mana persangkaan hambaKu" atau
> dari
> > > Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he,
> > > HPN: maksudnya gimana nih?
> > > [KnC Deui] ,,,????,,,yang nggak ngertinya dimana ?? :-))
> > >
> > > --- In [email protected], "Hese Pinter NA"
> > > <hesepinterna@> wrote:
> > > >
> > > > maen bawah... oke lah...
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > On 5/19/06, kang nceps <kangncep@> wrote:
> > > > >
> > > > > sok geura,,,sayah maen bagian bawah saja ya,
> > > > >
> > > > > --- In [email protected], "Hese Pinter NA"
> > > > > <hesepinterna@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > ah.. mumupung lagi on-line...
> > > > > >
> > > > > > Kang, orang2 yang mengerjakan sholat karena kebutuhan, akan
> > > lain
> > > > > rasanya jika mengerjakannya atas dasar kewajiban.
> > > > > [KnC] betuuullll,,,,euy
> > > > > HPN: terus yang akang rasakan gimana?
> > > >
> > > >
> > > > cik sok kalo akang sholat berdasarkan kebutuhan ato kewajiban?
> > > > [KnC] waktu kecil mah sholat karena Paksaan,dipaksa orang
> > > > tua,dipaksa emang, aki-nini, bibi, uwa,,,kabeh maksa sholat,
> > > > pas udah gede, mulai jadi hideng (rajin) karena kebiasaan,nggak
> > > usah
> > > > disuruh-suruh sholat sendiri
> > > >
> > > > pas udah tua seperti sekarang baru mulai merasakan kalo sholat
> itu
> > > > memberikan ketenangan,nyaman, malahan kadang ditambah dari 5
> yang
> > > > wajib kadang pake sunat, malah kalau sempet mah ditambah sholat
> > > > malem tapi sering ketiduran :-) bukan lagi terpaksa atau ikut-
> > > > ikutan,karena seperti yg saya bilang sholat memberikan effek
> timbal
> > > > balik dari sisi ruhani dan dari sisi yang disembah karena
> asalnya
> > > > sama dari dalam secara tidak sadar memerlukan penyembahan, jadi
> > > > karena memberikan ketenangan maka menjadi kebutuhan
> > > > HPN: jadi seperti makan minum ya Kang... kalo kebutuhan ini
> tidak
> > > dipenuhi
> > > > bisa mati.
> > > > tapi, saya pernah ga sholat dalam jangka waktu yang lama tidak
> apa-
> > > apa tuh.
> > > >
> > > > > kalo saya mah tetep melakukan sholat karena kewajiban, karena
> > > > kewajiban melaksanakan perintah Alloh, bukan kebutuhan akan
> > > > melaksanakan perintah Alloh.
> > > > [KnC] kebutuhan akan perintah berbeda dengan kebutuhan akan
> > > > sholatnya, dua subject yang berbeda satu dengan yang
> > > > lain,,he,,he,,kade ahh tong lepat
> > > > KPN: oke, salah presepsi.
> > > > tapi, menurut Akang, melakukan sholat ini merupakan kebutuhan
> apa?
> > > >
> > > > >
> > > > > apakah saya butuh sholat?
> > > > > ng... engga tau tuh, cuma karena ada perintah harus
> mengerjakan
> > > > sholat dari Alloh, maka saya sholat.
> > > > dan dalam waktu yang lama saya pernah engga sholat, dan tidak
> > > > meraskaan kebutuhan beribadah,
> > > > sampe akhirnya saya sadar bahwa jika menganggap diri sebagi
> > > mahluk,
> > > > maka harus nurut kepada perintah pencipta. sejak itu saya
> sholat
> > > > lagi. nah sampe sekarang saya tidak merasa butuh untuk sholat.
> > > > [KnC] ada hadist " Aku sebagai mana persangkaan hambaKu" atau
> dari
> > > > Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he,
> > > > HPN: maksudnya gimana nih?
> > > >
> > > > >
> > > > > oke, balik lagi ke kontek bahasan pertama, yaitu ibadah
> ritual
> > > > menjadi suatu keharusan dalam konteks pengadaan tahlilan dan
> > > > terakhir dalam konteks ibadah ritual wajib,
> > > > > kan saya mah engga ikut2an...
> > > > > hi hi hi...
> > > > [KnC] oke,,,lamun kitu mah case close he,,he,,
> > > > >
> > > > > wassalam
> > > > > HPN.
> > > > [KnC] wassalam juga,,,,si ncep dari kampung
> > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala
> kepada
> > > seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah
> satu
> > > pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
> > > membutuhkan.
> > > Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah
> Subhanahu
> > > wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap,
> beritahulah orang
> > > yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
> amalkanlah ilmu itu
> > > sebatas yang engkau mampu.
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke