|
NERAKA SPESIALISASI - Pendidikan [5] Kalau kita mengawali dari Masa Yunani, karena referensi yang
ada seolah berawal dari masa ini, maka kita akan ketemukan bahwa pada waktu itu,
semua ilmu dipelajari oleh masing-masing orang.
Sulit kita berkata, sebenarnya apakah Socrates itu seorang
yang ahli filsafat?, ataukah seorang yang ahli ilmu komunikasi? ataukah ahli
matematik?.
Aristoteles, Plato, apakah ia seorang ahli filsafat?, ataukah
ahli komunikasi?ataukah ahli politik? ataukah ahli kenegaraan?ataukah ahli
matematik?
Archimedes, apakah ia seorang ahli fisika? ataukah ahli
matematik? ataukah ahli kima? ataukah ahli filsafat juga?
dan kalau kemudian kita melompat ke masa kejayaan umat Islam
di Baghdad, atau pun di Andalusia, maka sulitlah kita berkata, apakah seperti
Ibnu sina itu ahli filsafat ?, ataukah ahli ilmu agama?ataukah ahli ilmu
kedokteran?ataukah ahli psikologi?
Ibnu Rusyd, demikian juga dengan Imam Ghozali, apakah beliau
ahli filsafat? ataukah ahli ilmu agama? ataukah ahli ilmu ekonomi? ataukah ahli
ilmu pendidikan? ataukah ahli ilmu kedokteran?
Mengingat bahwa di masing-masing bidang itu oleh mereka semua
dipelajari, diperdalam, dan menjadikan mereka menguasai dibidang-bidang ke
ilmuan itu.
Ke universal an ilmu dan pembelajaran terhadap orang-orang
dulu, terombak dengan cepat, terbongkar dan tergantikan seperti akar yang
dicerabut dari dalam tanah, ketika masa-masa industri mulai
bergerak.
Adam Smith "Bapak Ekonomi" yang memulainya.
di awali dari sebuah pabrik yang memproduksi sesuatu, maka
ketika produktivitasnya sangat terbatas, dilakukanlah ide dari spesialisasi,
kekhususan pekerjaan, pembagian tugas, pemilahan bidang yang dilakukan, dan
kemudian terbukti produktivitas meningkat sampai 400%...
Inilah titik dimulainya spesialisasi dan dilanjutkan dengan
pendidikan spesialisasi yang sampai sekarang ini hampir seluruhnya, hampir
diseluruh dunia semuanya melakukan dan mempraktekkan spesialisasi ini.
Ada yang khusus mendalami ilmu teknik kimia...teknik
fisika..teknik informatika..fisika murni..matematika..dll,dll,dll
Dan akal pikir memberikan alasan yang masuk akan.
Yakni untuk supaya kita lebih ahli dibidang kita
masing-masing.
Tetapi, apakah kehidupan hanya membutuhkan satu bidang spesial
ilmu itu?
Berangkat dari kebutuhan pabrik untuk meningkatkan produksi
inilah kemudian dilakukan spesialisasi dibidang masing-masing.
Ironis sekali ketika seorang mahasiswa yang bergelut dengan
teknik mesin selama hampir 6 tahun, kemudian tidak mendapatkan pekerjaan sesuai
bidang yang sudah ditekuninya akhirnya berjualan es di pinggir
jalan.
Ironis sekali ketika seorang sarjana mendalami bidang
matematika, dan mendapatkan cumlaude tetapi beberapa waktu kemudian dia bercerai
dari isterinya...
Untuk apakah sebenarnya pendidikan itu?
adakah ia hanya sebatas yang sekarang ini dilakukan yakni link
& match saja?
antara demand dari perusahaan, fabrikan yang membutuhkan
dengan supply dari institusi akademik yang ada ?
Sesempit itukah yang dituju sebenarnya dalam
pendidikan?
Adakah terpikir pada diri kita, bahwa pemilik pabrik itu
kadang cuman lulusan SD? sementara mereka yang lulus sarjana dan kadang bergelar
magister menjadi karyawan di perusahaannya?
Adakah terpikir pada diri kita bahwa selama ini kita sekolah
sedang dipersiapkan menjadi mesin produksi yang disusun secara mekanistis untuk
memenuhi kebutuhan peningkatan produksi?
Dana ketika sekolah sudah selesai dilakukan dengan biaya yang
tinggi, hanya satu bidang ilmu saja yang engkau dapatkan? yang itupun tidak
menjamin kamu untuk bisa bekerja?
Di salah satu perguruan tinggi negri terbaik di negara ini
satu waktu saya berkumpul dengan 20 an mahasiswa, dan kemudian mereka saya
tanya,"apa yang kamu cita-citakan setelah lulus?"
"Oh..saya pengen kerja di perusahaan ini cak...
"Oh saya pengen kerja dipabrik ini cak..
"Oh saya pengen kerja di perusahaan itu cak..
dan begitulah..paradigma yang sudah berurat akar tertanam
menjadi pondasi yang kuat dalam diri mereka yang bersekolah umumnya, bahwa
mereka memang dipersiapkan menjadi salah satu dari mesin
produksi...
entah istilahnya bagian produksi sendiri, entah istilahnya
marketing, entah istilahnya manager, entah istilahnya direktur, tetapi semuanya
ada didalam paradigma besar untuk peningkatan produktivitas sebuah
perusahaan.
Sementara kita semua menunggu datangnya
kematian...
Seberapa banyakpun harta yang kita kumpulkan..
yang kita pergunakan hidup hanyalah beberapa piring makanan
dan minuman saja...
serta pakaian secukupnya dengan ada tempat untuk berteduh
seadanya..
dan..
kemudian semua akan ditinggalkan...
tanpa ada yang bisa dibawa sebagai bekal..
dalam perjalanan setelah kematian...yang abadi
Mau dibawa kemana pendidikan ini?
salam renungan, senin huttaqi Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
