|
REVOLUSI PENDIDIKAN [3] - MANUSIA SUBYEK&OBYEK
PENDIDIKAN
Setelah kita berbicara tentang Mapping keilmuan,
kemudian berbicara tentang tujuan pendidikan, setelah itu sudah waktunya kita
berbicara tentang Manusia itu sendiri, baik sebagai subyek pendidikan
(andragogy) maupun sebagai obyek dari pendidikan (pedagogy).
Untuk keperluan apakah jagad alam raya semesta ini
diadakan?
apakah untuk kepentingan hewan-hewan?
ataukah untuk kepentingan
tumbuh-tumbuhan?
Adanya udara, adanya tanah, adanya air, adanya
api...
Adanya tumbuh-tumbuhan, adanya hewan,
adanya bulan, adanya bintang, adanya
matahari,
adanya semua yang ada di dunia ini, adalah sebab
adanya manusia.
Sebab adanya manusialah yang menjadi titik dari
segala macam yang ada di dunia ini,
sebab adanya manusialah yang menjadi titik segala
macam lakon persoalan di dunia ini..
Oleh sebab itu, kita memahami bahwa Pendidikan yang
dilakukan mestilah sesuai dengan wujud manusianya..
Adanya segala macam keilmuan yang diperlukan
manusia perlulah diketahui bahwa mestilah keilmuan itu sesuai dengan wujud
manusianya..
Marilah kita melihat pendidikan yang ada sekarang
ini, yang diringkes dengan tujuan Afektif, Kognitif, dan
psikomotorik..
Afektif yang bersifat mendidik tentang masalah
moral, akhlak, emosi,sikap,dll, tetapi apakah sudah dilakukan pembelajarannya?
apakah sudah dilakukan pendidikannya di masalah
afektif ini? jangankah pendidikannya dilakukan, perhatian untuk masalah
penilaian saja sekarang sudah mulai berkurang perhatiannya. Pun seandainya dulu
dilakukan, maka berangkatnya adalah dari masalah filsafat etika, baik dan buruk
yang ditempuh oleh etika, pemikiran tentang etika. Dan apakah ini sudah mewakili
tentang Afektif yang kita kehendaki?
Itu pun apabila memang sudah dilakukan pembelajaran
dan atau pendidikan dari sisi afektif, sedangkan kenyataannya sekarang ini tidak
pernah dilakukan pembelajaran/pendidikan afektif, ditambah lagi sudah mulai
berkurang perhatian pengajar terhadap apa yang ada pada diri siswa pada sisi
afektifnya.
Bagaimanakah dengan pendidikan dari sisi
psikomotoriknya?
Ini hampir dikatakan sedikit sekali porsi yang
diberikan untuk psikomotoriknya...secara umum sedikit sekali,
dan barulah kalau kita bicara soal kognitif, soal
pengetahuan yang bersifat hafalan dan bukan penalaran (umumnya) barulah itu yang
lebih banyak mendapatkan porsi di dalam pendidikan.
Sebab itulah memang layak dipertanyakan, apakah
yang sekarang ini dilakukan adalah pendidikan? ataukah cuman sebatas pengajaran?
transfer of knowledge saja?
Kembali ke inti permasalahan dalam pendidikan,
yakni MANUSIA.
MANUSIA sudah dipahami oleh semua orang, bahwa
manusia itu terdiri dari lahir dan bathin, terdiri dari jasmani dan
ruhani,
yang kalau sedikit lebih di detailkan, maka kita
bisa mengatakan bahwa manusia itu memiliki ROh (hati), Akal Pikir (Otak) dan
Jasmani
Bedakanlah antara Roh dengan hati, Akal Pikir
dengan Otak, sebab yang satu adalah esensinya yang dua adalah alat yang
dipakai.
Roh menggunakan sarana hati (jantung) sebagai
alatnya dan Akal Pikir menggunakan Otak sebagai alatnya dan barulah kemudian
kita bicara soal jasmani.
Sebab itulah pendidikan sebenarnya merupakan
pendidikan yang ditujukan kepada masalah hati (Roh), masalah pendidikan Otak
(Akal pikir) dan masalah Jasmani
Bagaimana seandainya saya memakai istilah Afektif
untuk masalah hati, dan kognitif untuk masalah Otak dan psikomotorik untuk
masalah gerak jasmani ?
Seolah-olah sama, tetapi akan saya jelaskan nanti
bahwa ini sebenarnya jauh berbeda.
hati (Roh) membutuhkan pendidikan tersendiri, yakni
pendidikan masalah ruhani..
Akal pikir yang menggunakan alatnya Otak, perlu
kita detailkan lagi, dengan adanya otak kanan dan otak kiri. Otak kanan adalah
otak yang dipakai untuk hal-hal yang bersiafat kreatif, intuitif, firasat, non
ilmiah, dll, sedangkan otak kiri adalah otak yang dipakai berpikir logis,
runtut, ilmiah, masuk akal,dll. Afektif kadang cuman sebatas pada perilaku bawah
sadar atau otak kanan saja sedangkan kognitif ada pada pembelajaran otak kiri,
dan baru pada jasmani yang seolah masuk pada psikomotorik.
Tetapi ini bukanlah terpisah-pisah atau
terbelah-belah.
Psikomotorik digerakkan oleh pengetahuan yang ada
di otak sebelah kiri, yang digerakkan oleh otak kanan, yakni bahwa sadar, dimana
bawah sadar itu digerakkan oleh roh atau jiwa yang menggerakkannya.
Pendidikan manusia mestilah menyeluruh meliputi ke
tiga hal itu.
Masalah pendidikan ruhani, masalah pendidikan akal
pikir baik otak kanan maupun otak kiri dan masalah psikomotorik, atau praktek
secara jasmaninya...
Sementara sekarang ini, dengan tidak lengkapnya
materi2 yang diajarkan, tidak lengkapnya konsepsi pendidikan, tidak lengkapnya
paradigma tentang sudut pandang manusia dan keilmuannya, maka bagian-bagian yang
tidak seharusnya sudah dianggap sudah dilakukan.
Contoh saja, diberi nama "pendidikan agama" di
sekolah2 katakanlah 2 sks atau 2 jam pertemuan setiap minggu, katanya itu
pendidikan ruhani, padahal yang diajarkan tidak beda dengan hafalan dan ingatan
dari sebuah ilmu pengetahuan saja. Itu baru konsumsi otak kiri saja, belum otak
kanan, apalagi ruhani.
Karena ketidak pahaman di dalam masalah manakah
materi yang diperuntukkan ruhani, manakah materi yang diperuntukkan otak kanan
dan manakah materi yang diperlukan oleh otak kiri serta untuk psikomotorik, maka
seringkali yang terjadi adalah salah letak kliru pasang.
Dasar yang dimiliki manusia tentang hati atau
masalah ruhani adalah sama,
Dasar yang dimiliki manusia tentang otak kanan, nah
ini yang sebenarnya subur dari usia 0- usia akil baligh.
Sebab bayi sampai usia akil baligh dianggap proses
pembentukan otak masih dalam proses penyempurnaan, dan barulah kalau sudah akil
baligh, otak si anak dianggap sudah sempurna, meskipun cara berpikir mungkin
belum sempurna.
Sehingga di sini, REVOLUSI PENDIDIKAN dari sudut
MANUSIA nya, REVOLUSI yang ke 3, adalah pemberian pendidikan yang BERTAHAP
dengan istilah :
1. PENJAGAAN bagi hati atau ruhani setiap manusia
yang memang dijadikan oleh Tuhannya suci bersih, fitroh. Pembelajaran hal
bathin, hal metaphisic juga.
2. PENJAGAAN otak kanan dan PEMBELAJARAN otak
kanan dengan memberikan materi-materi pelatihan otak kanan seperti metaphisic,
seni lukis, matematika, musik, mengarang, dll. Mengapa matematika di sini saya
masukkan ke dalam penjagaan dan pembelajaran otak kanan, sebab matematika yang
asali adalah pembelajaran tentang imagi, tentang idea,dll
3. PEMBELAJARAN tentang penggunaan otak kiri, yakni
otak yang logis, ilmiah, runtut, masuk akal,dll
4. PENDIDIKAN Perilaku, praktek dari perilaku
jasmani
Yang ini semua secara real tidak didasarkan kepada
usia atau umur manusia, melainkan lebih kepada melihat secara spesifik
perkembangan hati, perkembangan otak, baik otak kanan maupun otak kiri dan
perkembangan fisik si anak.
Adanya pendidikan yang sekarang ini di dasarkan
pada umur atau usia peserta didik, sebenarnya itu adalah pendekatan
terhadap perkembangan peserta didik dari sisi perkembangan kesadaran, hati,
perkembangan otaknya, cara berpikirnya dan perkembangan fisiknya.
Tetapi sudah sama-sama kita ketahui bahwa
perkembangan hati, mental, otak, fisik tidak selalu bergantung kepada faktor
usia atau umur saja, sehingga di dalam REVOLUSI yang ke 3 di dalam PENDIDIKAN
ini, perlu diperhatikan secara detail, adanya PENDIDIKAN bagi RUHANI (sekarang
ada yang nyebut juga Spiritual Quotient-Kecerdasan Spiritual) adanya PENDIDIKAN
bagi OTAK KANAN dan OTAK KIRI, dan juga bagi JASMANI, yang kesemuanya itu
didasarkan benar-benar kepada KELAS PERKEMBANGAN JIWA, MENTAL dan FISIK dan
bukan didasarkan kepada faktor USIA atau UMUR.
Dengan Pendidikan yang memandang Manusia secara
utuh ini, bisa kita harapkan bahwa potensi manusia secara keseluruhan bisa di
eksplore, menurut kadar kemampuan masing-masingnya dan disesuaikan dengan kadar
kemampuan masing-masingnya pula.
REVOLUSI PENDIDIKAN yang ke 3, adalah PENDIDIKAN
yang BERBASIS MANUSIA secara utuh
salam renungan
huttaqi
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
