wah seru juga ternyata pembahasan tahlilan ini ya? semoga saya gak salah menyimpulkan, sebenarnya yang menjadi permasalahan adalah masalah berkumpul dan menghidangkan makanan di rumah "duka" sedangkan membaca tahlilnya itu diajurkan. sedangkan masalah pahala yang diperuntukkan untuk si mayit masih terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama.
 
jika begitu bagaimana kalo sekarang kita bersama sama mendoakan para saudara2 kita yang telah meninggal akibat tsunami? bagi yang suka tahlilan kita baca bareng2 dari rumah masing2 sedangkan bagi yang tidak kita doakan sesuai keinginan kita masing2....
 
semoga arwah para saudara kita yang menjadi korban diterima disisiNya dan mendapatkan tempat yang baik di sisiNya...amien
 
salam
 
 
----- Original Message -----
From: banganut
Sent: Tuesday, Jul 18, 2006 8:48 PM
Subject: [keluarga-islam] Re: Tahlilan adalah warisan nenek moyang maka tinggalkanlah

>
> Yup, semua warisan nenek moyang yang bertentangan dengan keimanan dan
> hukum Alloh dan Rosul Nya mutlak harus ditinggalkan.
===
1. Semua warisan nenek moyang yang bertentangan dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya mutlak harus ditinggalkan
2. Semua warisan nenek moyang yang bersesuaian dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya .............................................. ?
3. Semua warisan nenek moyang yang syubhat dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya .............................................. ?

>
> Sungguh merupakan sesuatu yang mencengangkan jika sesuatu yang kita
> yakini selama ini bahkan sudah membudaya dan mengakar dalam kehidupan
> kita ternyata adalah sesuatu yang sudah keluar dari koridor Alloh dan
> Rosul Nya. Mayoritas umat saat ini memang meyakini sebaliknya lalu
> apakah kita tetap menetapinya walaupun sudah mengetahui kebenaran.
===
Idem dengan diatas

>
> Believe it or not, Ritual ini sudah di lakukan nenek moyang kita
> penganut Budhist maupun Hindu (lihat sejarah nusantara). Dan 200 juta
> muslim diIndonesia sekarang ini masih melestarikannya!, sesudah
> datang perintah untuk meninggalkan yang bathil dan menuju yang Haq.
===
> Believe it or not, Islam sudah masuk pada masa kerajaan Sriwijaya, bahkan disinyalir pada masa sahabat / tabi'in Islam sudah masuk pada masa itu

>
> Tak ada dalam sejarah, Rosul mengumpulkan umatnya di rumah salha
> seorang muslim saat itu yang meninggal, kemudian membaca doa ini dan
> itu bahkan disuguhi ini dan itu. Apa yang diperintahkan Rosul adalah
> untuk meringankan beban yang terkena musibah dan bukannya
> memberatkannya, dalam Ritual ini yang terjadi adalah sebaliknya.
> Penderitaan semakin bertambah dengan keharusan (hampir semua meyakini
> hukum wajibnya tahlilan ini, padahal bukan) memberikan makanan dan
> hidangan lainya bahkan uang!.
>
> Lalu dari mana dasar wajibnya tahlilan ini (7 hari berturut turut, 40
> hari, 100 hari bahkan 1000 hari!)?, tidak ada dalam Islam, semuanya
> hanya mengada adakan saja.
>
> Jika kita lihat dari azas manfaat dan mudhorotnya, lebih banyak
> mudhorotnya dari pada manfaatnya
>
> 1. Membebani keluarga yang ditinggalkan mati secara ekonomi
> 2. Membebani keluarga yang ditinggalkan mati secara emosi, belum lagi
> kesedihan hilang, mereka sudah dipusingkan dengan harus menyiapkan
> sekian rupiah untuk membeli ini dan itu untuk jamuan, banyak yang
> akhirnya hutang kesana kemari
> 3. Berkumpul hanya untuk pembacaan koor ayat ayat Alloh dan jauh dari
> pengkajian dan penelaahan dari apa yang terkandung didalamnya.
> 4. Mengirimkan bacaan buat si mati dengan asumsi bacaan ini akan
> sampai dan meringankan beban si mati di alam kubur.
> 5. Orang dikumpulkan dari awal sampai akhir ritual ini hanya baca dan
> baca kemudian makan dan minum tanpa ada tolabul ilmi maupun saling mansehati.
> dllsb
===
Bagaimana dengan yang disampaikan mas Ramdan http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/message/12240

>
> Jadi adat istiadat yang memang keluar dari koridor Alloh dan
> RosulNya, wajib kita jauhi. Karena kita adalah umat nya Muhammad dan
> bukan umat pengikut nenek moyang.
>
> Salam
> Ari


--- In [email protected], Ari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yup, semua warisan nenek moyang yang bertentangan dengan keimanan dan
> hukum Alloh dan Rosul Nya mutlak harus ditinggalkan.
>
> Sungguh merupakan sesuatu yang mencengangkan jika sesuatu yang kita
> yakini selama ini bahkan sudah membudaya dan mengakar dalam kehidupan
> kita ternyata adalah sesuatu yang sudah keluar dari koridor Alloh dan
> Rosul Nya. Mayoritas umat saat ini memang meyakini sebaliknya lalu
> apakah kita tetap menetapinya walaupun sudah mengetahui kebenaran.
>
> Believe it or not, Ritual ini sudah di lakukan nenek moyang kita
> penganut Budhist maupun Hindu (lihat sejarah nusantara). Dan 200 juta
> muslim diIndonesia sekarang ini masih melestarikannya!, sesudah
> datang perintah untuk meninggalkan yang bathil dan menuju yang Haq.
>
> Tak ada dalam sejarah, Rosul mengumpulkan umatnya di rumah salha
> seorang muslim saat itu yang meninggal, kemudian membaca doa ini dan
> itu bahkan disuguhi ini dan itu. Apa yang diperintahkan Rosul adalah
> untuk meringankan beban yang terkena musibah dan bukannya
> memberatkannya, dalam Ritual ini yang terjadi adalah sebaliknya.
> Penderitaan semakin bertambah dengan keharusan (hampir semua meyakini
> hukum wajibnya tahlilan ini, padahal bukan) memberikan makanan dan
> hidangan lainya bahkan uang!.
>
> Lalu dari mana dasar wajibnya tahlilan ini (7 hari berturut turut, 40
> hari, 100 hari bahkan 1000 hari!)?, tidak ada dalam Islam, semuanya
> hanya mengada adakan saja.
>
> Jika kita lihat dari azas manfaat dan mudhorotnya, lebih banyak
> mudhorotnya dari pada manfaatnya
>
> 1. Membebani keluarga yang ditinggalkan mati secara ekonomi
> 2. Membebani keluarga yang ditinggalkan mati secara emosi, belum lagi
> kesedihan hilang, mereka sudah dipusingkan dengan harus menyiapkan
> sekian rupiah untuk membeli ini dan itu untuk jamuan, banyak yang
> akhirnya hutang kesana kemari
> 3. Berkumpul hanya untuk pembacaan koor ayat ayat Alloh dan jauh dari
> pengkajian dan penelaahan dari apa yang terkandung didalamnya.
> 4. Mengirimkan bacaan buat si mati dengan asumsi bacaan ini akan
> sampai dan meringankan beban si mati di alam kubur.
> 5. Orang dikumpulkan dari awal sampai akhir ritual ini hanya baca dan
> baca kemudian makan dan minum tanpa ada tolabul ilmi maupun saling mansehati.
> dllsb
>
> Jadi adat istiadat yang memang keluar dari koridor Alloh dan
> RosulNya, wajib kita jauhi. Karena kita adalah umat nya Muhammad dan
> bukan umat pengikut nenek moyang.
>
> Salam
> Ari
>
> At 08:18 AM 7/18/2006, you wrote:
> >Apakah semua warisan nenek moyang mesti ditinggalkan ?
> >
> >Adat istiadat masyarakat terhadap orang yang terkena musibah (kematian)
> >sampai sejauh mana bisa diterima oleh Islam, dan sampai sejauh mana
> >tidak diterima (tertolak) oleh Islam ?
> >
> >wassalam
> >
> >anut
>

__._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke