1. Semua warisan nenek moyang yang bertentangan dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya mutlak harus ditinggalkan
2. Semua warisan nenek moyang yang bersesuaian dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya .............................................. ? --> wajib diikuti
==
Ritual haji merupakan warisan dari nenek moyang dan masih dijalankan oleh Rosul dan diwajibkan bagi kita untuk melaksanakannya (bagi yang mampu).

3. Semua warisan nenek moyang yang syubhat dengan keimanan dan hukum Allah dan Rasul-Nya .............................................. ?
==
Intinya adalah Islam datang untuk membawa manusia kepada fitrah nya yang lurus. Baik semasa Rosul maupun pada masa masa sesudahnya. Selain keimanan, dalam ibadah ritual, harus selalu berpatokan pada apa yang dilakukan Rosul. Bagaimana Rosul melakukan ritual ritual penyembahan kepada Alloh, itulah semestinya yang kita contoh, dan bukannya mengada adakannya.

Bagaimana dengan yang disampaikan mas Ramdan http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/message/12240
==
Adab dalam menghadapi sebuah musibah kematian, insya Alloh yang disampaikan kang Arland (bukan kang Ramdan) adalah sudah benar dan memang semestinya seperti itulah pelaksanaannya. Yang benar adalah:
1. Tetanggalah yang seharusnya membantu keluarga yang tertimpa musibah. Seperti hadits berikut : “Buatkanlah makanan oleh kamu untuk ahli keluarga Ja‘afar yang telah meninggal, (karena) telah datang kepada mereka perkara yang membuat mereka sibuk (disebabkan ditimpa kematian itu)”. (Hadis riwayat Ibnu Majah)
2. Tidak diwajibkan untuk berkumpul di rumah keluarga si mati dan tidak pula diwajibkan melakukan ritual sperti halnya yang biasa dilakukan dalam ritual tahlil.
3. Menangislah (tangis sedih biasa saja tanpa ratapan atau raungan dan yang berlebihan), seperti hadits berikut “Kami masuk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Abu Saif Al-Qain, suami wanita yang menyusui Ibrahim. Rasulullah mengambil Ibrahim dan menciumnya, sesudah itu kami masuk kepada Baginda dan (ketika itu) Ibrahim menghembuskan nafas (terakhir) dengan tenang, lalu mata Rasulullah mulai mencucurkan air mata”. Kemudian Abd Rahman bin ‘Auf berkata kepada Baginda: “Engkau wahai Rasulullah!”, Baginda bersabda: “Wahai putera ‘Auf, sesungguhnya air mata itu rahmat (kasih sayang), kemudian air mata (Baginda) terus bercucuran lagi, seraya Baginda bersabda: “Sesungguhnya mata mencucurkan air mata dan hatipun sedih dan kami hanya mengatakan apa yang diridhai oleh Tuhan kami. Dan sesungguhnya kami sedih kerana berpisah denganmu wahai Ibrahim”.(Hadis riwayat Al-Bukhari)

Anehnya, ritual tahlil ini hanya ramai dinegara/ kawasan yang dulunya merupakan kawasan hindu/budha?. Analisa saya adalah bahwa memang para wali songo ataupun para penyebar Islam di nusantara ini belum bisa menanamkan Islam secara kaffah namun mencampur adukkan dengan ajaran nenek moyang. Masyarakat saat itu dengan keterbatasan pengetahuan dan akses informasi, menerima begitu saja tanpa penelaahan lebih jauh bagaimana Islam kaffah itu sesungguhnya dianut.

Jadilah Islam nusantara ini menjadi Islam abangan dan dari 200 jiwa pemeluk nya, mayoritas adalah Islam KTP/ abangan.

Salam
Ari


__._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke