Saya setuju sekali,...di tempatsaya pun ada dana yang di sebut PANCALAWATAN dana tersebut digunakan untuk perawatan jenazah hingga sampai ke pemakaman, bahkan disamping uangpun para tetangga ada yang membawa kebutuhan dapur ,beras,gula,kopi,me,bahkan nyamikan, dari sinilah saya pun merasakan indahnya kebersamaan.
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of banganut
Sent: Saturday, July 22, 2006 2:46 PM
To: [email protected]
Subject: [keluarga-islam] Kronologis Pra dan Pasca Penguburan

Pendahuluan

Urusan penguburan yang hendak dipaparkan ini, mungkin tidak bisa mewakili semua daerah, sebab terkadang ada perbedaan budaya (lingkungan hidup masyarakat). Dan ini bukan untuk membenarkan suatu persoalan dan bukan hendak menyalahi suatu persoalan mari kita tengok situasi dan kondisi dari lingkungan sekitar kita.

Untuk itu yang menjadi studi kasus adalah persoalan kebiasaan proses penguburan secara umum di Palembang.

Pra Penguburan

Waktu penguburan


Pada saat ajal telah tiba, maka beragam sikap ahli musibah bila ada yang wafat. Ada yang bersegera ada yang tidak bersegera dengan alasan masing-masing.
1. Wafat dekat dari tempat tinggal ahli musibah
a. Apabila meninggal pagi dikubur siang ada yang sore
b. Apabila meninggal siang ada yang dikubur sore atau besok siang atau besok sore
c. apabila meninggal sore dikubur besok siang atau sore.

Pertanyaan:
Mengapa dikubur siang atau sore pada hari itu atau besoknya ? Mengapa tidak pada waktu pagi atau malam ?

2. Wafat jauh dari tempat tinggal ahli musibah
Biasanya orang yang wafat jauh dari tempat tinggal disebabkan beberapa sebab
a. Karena jauh tempat berobat misalnya dari kampung lalu berobat ke kota (Rumah Sakit Umum/Swasta). (Jarak tempuh ke ibukota Palembang tidak berdekatan (memang ada yang dekat 1-3 jam) tetapi ada yang sampai 7 - 12 jam).
b. Ada karena merantau (sekolah atau kerja tapi belum menetap)
c. Ada yang sudah menetap diperantauan.

Proses penguburannya ada yang bersegera ada yang tidak bersegera pada hari itu.
Dan ada yang mau dikubur di daerah dimana mayit wafat dan ada yang  mau di kubur di kampung halamannya.

Biasanya untuk mayit yang dalam proses yang lama dalam perjalanan biasanya bihak rumah sakit sudah mengurusinya sehingga mayit belum menebar baunya.

3. Wafat di tempat tinggal halamannya, tetapi ahli musibah tinggal di perantauan.
Biasanya agak terhambat bila ahli musibah ditunggu kedatangannya dan ada juga yang langsung dikubur tanpa menunggu kehadiran salah satu anggota keluarga ahli musibah.

Dari paparan diatas tentu akan timbul berbagai polemik
1. mengapa mayat ada yang tertunda penguburannya ?
2. mengapa menunggu kelenggkapan anggota keluarga ahli musibah ?

Pada saat itu bagaimana kita bersikap ? kalau saya perhatikan masyarakat di Palembang tergantung keinginan keluarga ahli musibah itu sendiri.

Tempat Penguburan

Di Palembang, penguburan ditempat penguburan umum bagi masyarakat. Agak berbeda kalau di pulau jawa selain di tempat penguburan yang umum ada juga dihalaman rumahnya sendiri. (Saya tidak tahu apa sebabnya dan saya juga tidak tahu mengapa di Palembang bisa dikatakan tidak ada yang mengubur mayit di tanah halaman rumahnya.

Tempat Pemakaman Umum
Tempat pemakaman mungkin di zaman dulu gratis tidak perlu bayar, tetapi saya perhatikan di palembang tempat pemakaman umum tidak ada yang gratis. untuk tanah kuburan saja ada yang harganya Rp. 150.000 sd. lebih Rp. 1.ooo.ooo. Belum lagi termasuk penggalian kuburnya kena biaya upah juga kurang lebih Rp. 500.000,- belum lagi untuk beli papan dan kayu nisannya, bisa sampai Rp.500.000,-.

Jadi dalam urusan ini, kalau kita mau berpikir individualis akan seperti ini, tetapi biasanya jika hubungan antra tetangga baik, dan cara kita terhadap tetangga yang terkena musibah baik tentu tidak seberat tersebut.

Biasanya tetangga ada yang banyak membantu, baik tenaga, uang, maupun beras atau makanan bahkan hewan seperti ayam atau sayur-sayuran, tergantung situasi kdan kondisi tetangga itu sendiri. Sehingga beban yang berat cukup terkurangi.

Adalah wajar jika di masyarakat ada istilah PAK (Persatuan Amal Kematian) di zaman Nabi mungkin tidak ada, tetapi di zaman sekarang keberadaan PAK  meringankan beban. dengan iuran Rp. 1000 / kk setiap bulan. Bagi yang terkena musibah tidak perlu repot-repot pinjam sana-sini jika ia tidak mampu, sebab biaya tanah kuburan, kain Kapan dan lain-lain PAK yang menanggungnya jika ia anggota PAK. Bahkan dengan uang PAK bisa beli tenda dan kursi, jadi ahli musibah tidak perlu repot bagaimana mengurusi tamu-tamu yang mau ngelayat.

insya Allah,  nyambung .....


wassalam

anut


 

This message (including any attachments) is only for the use of the person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel confidential, proprietary and/or trade secret information. If you are not the intended recipient, you should not copy, distribute or use this information for any purpose, and you should delete this message and inform the sender immediately.
__._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke