Assalamu'alaikum wr wb
 
Bib Ghozi Ahmad Musthofa Shihab berkata bahwa Fir'aun saja yang mengaku Tuhan tetap tidak bisa tahu siapa yang mengetuk pintunya di luar sana. Jangankan untuk mengerti orang lain, di dalam diri kita ada banyak perangkat yang bahkan kita sendiri pun masih awam terhadap perangkat-perangkat itu (niat, as-syahwah, al-ghodzob, al-hawa, al-hasad dsb), tidak tahu kapan datangnya perangkat-perangkat kita itu eh tahu-tahu kita merasakan akibat kehadirannya.
 
As-syahwah (hasrat yang menggebu-gebu), itu ada dalam tiap diri kita tapi sering kali kita tidak menyadari keberadaannya, kehadirannya, yang sering kita tahu adalah akibat yang ditimbulkannya, antara lain mendzolimi diri sendiri, apalagi kalau dibarengi dengan al-ghodzob (ambisi, emosi) bisa mendzolimi orang lain.
 
"Hati-hati, jaga agar jangan sampai Syaithon masuk ke diri kita, kalau sampai masuk hancur kita!", tutur bib Ghozi mengingatkan.
 
Ini curhat dari si fulan, sohib terdekat...
 
Sore itu sejak gagal men-setting weblog-nya, si fulan berencana akan ke warnet lagi nanti malam. Ternyata sudah menjelang Isya' pun keadaan belum memungkinkan dia untuk pergi, dalam hatinya timbul hasrat yang benar-benar menggebu untuk ke warnet hingga seakan-akan kesusahan yang semestinya jadi tanggung-jawabnya tidak hiraukannya.
 
Anaknya rewel...
Istrinya sibuk menenangkan...
 
Tapi si fulan sibuk memikirkan hasratnya yang makin menggebu...pikirannya hanya warnet melulu...
 
Padahal anaknya masih menangis...
Padahal cucian belum selesai dilipat...
Padahal belum selesai makan malam...
Padahal ada janji dengan ibunya...
 
Akhirnya si fulan membantu istrinya dengan terpaksa...
Apa itu as-syahwah? Mungkin...
 
Bib Ghozi benar, as-syahwah penuh bencana, kita akan dzolim pada diri kita sendiri, bahkan jadi susah tersenyum karena merasa seakan-akan orang lain menghalangi kemauan kita. Yah alhamdulillah-nya si fulan tidak memperturutkan perangkat lainnya, yaitu al-ghozob, emosi...kalau dia mengikuti hasrat dan emosinya maka bisa jadi dia akan jadi angkuh merasa dialah yang paling benar, lalu sombong...
 
Akhirnya si fulan pergi juga ke warnet, satu setengahan jam di sana tapi tetap hasil yang diharapkannya belum memuaskannya, dan lagi uang yang semestinya ditabungnya malah dihabiskan di warnet seperti itu...dia menyesal!
 
"Ya Allah, sudah jam 21.30an...aduh, belum ke rumah ibu...", katanya dalam hati, kepalanya pusing karena menyesal kenapa begitu.
 
Meski akhirnya dia ke rumah ibunya, ngobrol menemani ibunya, tapi hatinya kepikiran terus istrinya, "Iya aku boros, duh istriku, ma'afken aku...astaghfirullah....". Duh, jangan-jangan ini as-syahwah sebab menggebu-gebu agak mencuekin ibunya...
 
Tapi sang ibu bisa merasakan kegalauan hati si fulan, "Wis tho kamu jangan susah begitu, bikin ibu jadi sedih lho...". Yah kebetulan mereka sedang memikirkan jalan keluar suatu masalah.
 
"Wis kamu pulang aja...sudah malam...", kata ibunya sambil duduk bersandar di bangku di teras. Si fulan pamit, mencium tangan ibunya, lalu melarikan motornya dengan hati tak karuan.
 
Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika...
 
Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb
http://majlismajlas.blogspot.com
__._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke