Ikrar dan Kesaksian
13 Juli 2006 21:38:52
13 Juli 2006 21:38:52
Oleh: A. Mustofa Bisri
Orang muslim yang beriman adalah orang telah berikrar dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Lantaran ikrar dan kesaksian inilah, orang muslim melakukan shalat; berpuasa; memberikan zakat; dan menunaikan ibadah haji apabila mampu semata-mata karena Allah, Tuhannya yang telah memerintahkan itu semua melalui utusannya.
Kesadaran akan makna ikrar dan kesaksian –tidak ada Tuhan selain Allah- itu mengharuskan orang untuk hanya mengakui superioritas dan kekuasaan Allah atas alam semesta, termasuk dirinya. Oleh karenanya, hanya kepada Allah-lah dia menghamba, mengabdi, takut, mengharap, memohon, menyerahkan diri, dan pasrah.
Dan ini membuatnya merdeka di tengah-tengah kehidupan dunia bersama-sama sesama manusia dan makhluk-makhluk lain, yang memang diciptakan Allah untuk manusia. Sedang di lain pihak, kesadaran akan makna ikrar dan kesaksian ini membuat sesama mukmin merasa setara: sama-sama abdi yang menghamba Allah.
Boleh jadi ikrar dan kesaksian itu sudah disampaikan dengan kesadaran penuh sebagai hamba, namun kemudian dalam perjalanan kehidupan, orang seringkali tak menyadari dan tahu-tahu melupakan saja makna ikrar dan kesaksiannya itu. Orang pun tak lagi hanya mengabdi dan menyembah Allah. Harta, pangkat, diri sendiri pun tak terasa lambat laun dipertuhankan. Dan dengan demikian, orang tak lagi merdeka.
Nah, inilah kiranya suatu momentum paling tepat untuk berupaya memerdekakan diri kembali, bagi mereka yang kemarin lupa dan terlanjur membiarkan diri diperbudak oleh entah apa saja. Pada saat seperti ini, Allah, Tuhan Yang Sesungguhnya dan Satu-satunya, terasa begitu dekat penuh kasih-sayang. Amat sayang bila dilewatkan.
Mengulang-ulang ikrar dan kesaksian yang pernah kita nyatakan, kiranya pun akan sangat membantu.
Wallahu a'lam.
Kesadaran akan makna ikrar dan kesaksian –tidak ada Tuhan selain Allah- itu mengharuskan orang untuk hanya mengakui superioritas dan kekuasaan Allah atas alam semesta, termasuk dirinya. Oleh karenanya, hanya kepada Allah-lah dia menghamba, mengabdi, takut, mengharap, memohon, menyerahkan diri, dan pasrah.
Dan ini membuatnya merdeka di tengah-tengah kehidupan dunia bersama-sama sesama manusia dan makhluk-makhluk lain, yang memang diciptakan Allah untuk manusia. Sedang di lain pihak, kesadaran akan makna ikrar dan kesaksian ini membuat sesama mukmin merasa setara: sama-sama abdi yang menghamba Allah.
Boleh jadi ikrar dan kesaksian itu sudah disampaikan dengan kesadaran penuh sebagai hamba, namun kemudian dalam perjalanan kehidupan, orang seringkali tak menyadari dan tahu-tahu melupakan saja makna ikrar dan kesaksiannya itu. Orang pun tak lagi hanya mengabdi dan menyembah Allah. Harta, pangkat, diri sendiri pun tak terasa lambat laun dipertuhankan. Dan dengan demikian, orang tak lagi merdeka.
Nah, inilah kiranya suatu momentum paling tepat untuk berupaya memerdekakan diri kembali, bagi mereka yang kemarin lupa dan terlanjur membiarkan diri diperbudak oleh entah apa saja. Pada saat seperti ini, Allah, Tuhan Yang Sesungguhnya dan Satu-satunya, terasa begitu dekat penuh kasih-sayang. Amat sayang bila dilewatkan.
Mengulang-ulang ikrar dan kesaksian yang pernah kita nyatakan, kiranya pun akan sangat membantu.
Wallahu a'lam.
dari gusmus.net
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
