Assalamualaikum wr.wb,
Begini mas yus,...Pada dasar syariatnya memang kita ada dan sudah melakukan sholat.Namun apabila kita menilai akan kata hadith tsb dengan 'akal yang jernih waras,bersandarkan ilmu pengetahuan pada syariat saja,... tidak akan terkupas maksud kehendak hadith tsb.Maafkan saya mas jika tidak berkenan.Dalam hal ini setegas2nya diperlukan pengetahuan didalam bahagian "Hakikat".
Dalam tuntutan pada bahagian "Hakikat" ini pula mestilah kita berhati2, tidak boleh main sembarangan saja mas.Hakikat2 syeihk,Jin,dsb nya tidak boleh,..apatah lagi kalau terkena hakikat2 syaitan.Yang dikehendaki hanya "Hakikat Nabi dan Rasul". Apakah yang dikatakan "Hakikat Nabi dan Rasul"? Ini yang perlu dipelajari dengan cara berguru dengan orang yang sudah mendapat Taufik dan Hidayah dari Allah dan Rasulnya.
Di-milist ini hanya sekadar membuka minda saja mas...tidak boleh lebeh dari apa yang sudah diamanahkan.Sekian mohon maaf sekali lagi pada mas Yus,dan juga pada teman2 yang lain jika terbaca ulasan2 tsb.
Wassalam.

 
On 8/14/06, Yusa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Wlkmslm wr wb

Pak Abdul Latief al-Jawi,
(saya jd ingat bang Abdullah al-Batawi, kemana ya beliau?)

Nyuwun ngapunten badhe tangklet, panjenengan berkata di bawah sbb:
"Di dlm sebuah hadith Rasulullah bersabda: "Sholatlah kamu sebagaimana
kamu melihat Aku sholat". Kebenaran pada hadith tsb hrslah dpt difahami
akan kehendak2nya oleh ummat2 Nabi Muhammad bukan sekadar kata2
belaka. Dari sudut kajian tasawuf hadiths tersebut mengandunggi hikmah
cara2 untuk mendapatkan sholat yang khusyu'."

Mohon dijelaskan lbh mendetail ttg hikmah cara2 yg khusyuk dlm sholat
berdasarkan hadits tsb. Matur nuwun sanget.

Wassalam, Yusa
http://majlismajlas.blogspot.com

_______________________________________________________
2. Re: Wajah Yang Maha Agung
Posted by: "Abdul Latief latief" [EMAIL PROTECTED] latiefaljawi
Date: Sat Aug 12, 2006 9:51 pm (PDT)

Assalamu'alaikum wr.wb,
Mohon maaf sdr2,izinkan saya memberi sedikit saranan dalam hal
ini.Ilmumerupakan suatu sifat yang paling mulia disisi Allah Ta'
ala.Yang dimaksudkan adalah ilmu pengetahuan agama.Para Nabi dan Rasul
memiliki ilmu ketauhidan yang dikurniakan Alloh,sebagai contoh bagi
ummat2nya.
Dalam hukum syara' diwajibkan setiap muslimeen dan muslimat agar menuntut
ilmu pengetahuan agama.
Didalam sebuah hadith Rasulullah bersabda: "Sholatlah kamu sebagaimana kamu
melihat Aku sholat".Kebenaran pada hadith tsb haruslah dapat difahami akan
kehendak2nya oleh ummat2 Nabi Muhammad bukan sekadar kata2 belaka.Dari sudut
kajian tasawuf hadiths tersebut mengandunggi hikmah cara2 untuk mendapatkan
sholat yang khusyu'.




--
لاتيف __._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke